Interval

De-eksotisasi Perjalanan

Di sebuah kamar mandi di kawasan Jakal, Sleman, saya mengingat minggu-minggu yang baru berlalu. Sambil mandi pagi, saya membayangkan jalan-jalan, orang-orang, dan kota-desa yang saya temui sepanjang tiga pekan ke belakang. “Tak ada yang eksotis di sana,” pikir saya, sambil mengarahkan pancuran air ke rambut yang sudah terolesi sampo. Pertama-tama saya mampir ke Salatiga untuk urusan…
Read more
Interval

Jalan-jalan dan Perbedaan

Musim panas 2017. Saya telah lama ingin melancong ke Bulgaria. Maka, ketika suhu menghangat dan liburan menjelang, saya bersiap mengepak ransel untuk meluncur ke Sofia. Tapi, ada sedikit keraguan. Saat itu, popularitas ideologi sayap kanan di Eropa sedang naik-naiknya.
Interval

Melabrak Machoisme Perjalanan

“Perjalanan dan tulisan perjalanan … telah lama ditandai oleh istilah-istilah yang partiarkis dan imperialis, yang telah tertanam di dalam gagasan yang maskulin/jantan tentang petualangan, penaklukan, kesenangan, dan eksotika. Sedangkan, feminin diartikan sebagai…
Itinerary

Bagaimana Cara Jadi Pejalan yang Bertanggung Jawab?

Pariwisata seperti pedangnya Battousai: bermata dua. Di satu sisi, sektor ini punya potensi yang sangat besar. Di sisi lain, ia juga mengandung risiko yang mengerikan. Yang sudah mulai tampak adalah dampaknya bagi lingkungan (sekitar). Sudah mulai muncul cerita-cerita…
Interval

Mencari Indonesia: Petualangan, Ombak, Dukun

Kita sebenarnya tak pernah mencari buku. Buku-buku yang menemukan pembacanya. Dengan itu, saya bertemu tiga buku. “Unlikely Destinations” (Tony dan Maureen Wheeler) mendapati saya di Periplus Lotte Shopping Avenue kala saya bosan menunggu kawan yang tak kunjung datang.
Interval

Apa Rasanya Menjadi “Lokal"?

Oktober 2018. Saya baru beberapa hari kembali ke rumah di Depok, setelah dua tahun merantau ke luar negara untuk sekolah. Suatu siang, saya sedang duduk-duduk di teras ketika mengamati ojek online berseliweran beberapa kali di depan rumah. Realitas ini tak kerap terjadi…
Interval

"Catatan Perjalanan" Haing Ngor

“The Killing Fields” (1984) mengantarkan Haing Ngor ke panggung Academy Awards tahun 1984. Aktingnya sebagai Dith Pran, seorang jurnalis Kamboja penyintas Rezim Pol Pot, memang sangat memukau. Sebagaimana Nicholas Saputra berhasil “menyerobot” sosok Gie…
Itinerary

Mau Kulineran tapi Nggak Mau Menguras Bujet? Bisa!

Kulineran pas traveling memang menyenangkan. Cuma satu hal yang nggak enak dari kulineran pas traveling, yakni bujet jadi membengkak. Tapi jangan khawatir, Sob. Ada triknya supaya kamu bisa kulineran tanpa menguras bujet. 1. Hindari makan di lokasi-lokasi turistik Para…