Empat Babak Corona
Pilihan EditorSemasa Corona

Empat Babak Corona

I Awal Februari, Siargao, Filipina. Debur angin laut melenakan kami yang sedang berdiskusi nikmat tentang relasi dan empati terhadap elemen-elemen yang-bukan-manusia: pohon, semut, ombak? Saya sedang mengikuti sebuah residensi riset selama sepekan di Siargao, ketika Filipina mendapati kasus corona pertamanya. Seorang warga…
Bermodal Percaya, Mengajar Daring Semasa Corona
Pilihan EditorSemasa Corona

Bermodal Percaya, Mengajar Daring Semasa Corona

Minggu malam itu saya menerima kabar bahwa mulai besok, 16 Maret 2020, universitas resmi menerapkan bekerja dari rumah. Seminggu sebelumnya kegiatan perkuliahan di kampus sudah dibubarkan, berganti kelas daring, tapi dosen masih boleh datang ke kampus. Tapi mulai Senin esok dosen pun harus kerja dari rumah. Buat saya yang…
Corona dan Bunga yang Mekar
Semasa Corona

Corona dan Bunga yang Mekar

Barangkali tak banyak yang menyangka bahwa virus misterius yang mulai diberitakan pada ujung tahun 2019 itu akan membuat semuanya berubah drastis. Gaya hidup tak lagi sama, mimpi terpaksa ditunda. Aku tentu saja juga mengalaminya. Harapan agar mendapat rezeki berupa pekerjaan di awal tahun tak kunjung terkonversi jadi…
Salopek
Semasa Corona

Salopek

Saya lupa lagu-lagu siapa yang jadi latar waktu itu, suatu malam di tahun 2013. Pokoknya salah di antara Iwan Fals, Bob Marley, dan The Panas Dalam. Seperti biasa, lampu utama kamar itu mati. Penerangan hanya dari bohlam bercahaya lindap di kamar mandi, neon balkon, cahaya kota yang berisik, dan gemintang. Kawan baik saya…
Kelaziman Baru di Balik Jeruji*
Semasa Corona

Kelaziman Baru di Balik Jeruji*

Suara gemuruh blok sel tahanan polres kota kecil menyambut kedatangan saya. “Jongkok! Jalan jongkok!!!” hardik mereka, memasang wajah sangar tanpa memasang baju, seakan saya adalah mangsa yang siap diterkam. Mereka berdiri di atas jeruji besi yang membatasi kamar dan ruang tengah blok. Nyali sempat ciut, akan…
Salam Kompak
Semasa CoronaTravelog

Salam Kompak

Saya tidak tahu idenya siapa, tapi kejenuhan menghadapi kerja dari rumah semasa corona membuat teman-teman saya di Rombak menginisiasi kumpul-kumpul di Google Hangout pada Jumat malam untuk berbagi pengalaman mistis. Sebenarnya itu bukan tema favorit saya. Nonton film horor saja saya bisa teriak histeris setengah mampus.
Masih Terlalu Dini untuk Tidak Khawatir
Semasa Corona

Masih Terlalu Dini untuk Tidak Khawatir

Saya masih ingat ketika pertama kali mendengar virus misterius mewabah di utara sana. Kami sedang duduk-duduk santai di sebuah siang, di teras sebuah hostel di Kanchanaburi yang sepi. Sebuah portal berita daring mengangkat berita soal makhluk renik itu. Menyebabkan gejala-gejala seperti pneumonia, katanya. Saya sampaikan…