Bertahan untuk Tetap Waras
Pilihan EditorSemasa Corona

Bertahan untuk Tetap Waras

Meskipun saya merasa senang #dirumahaja, ternyata masa-masa karantina tidak semenyenangkan itu juga. Padahal, kalau dipikir-pikir, ini adalah kesempatan besar untuk bisa tetap berada di rumah tanpa perlu alasan apa pun. Hari-hari pertama, semua terasa bisa teratasi. Tapi makin ke sini ternyata semakin tidak mudah. Barangkali…
Saat Sengaja dan saat Terpaksa ke Semarang
Semasa CoronaTravelog

Saat Sengaja dan saat Terpaksa ke Semarang

Akhir bulan Maret lalu saya menyempatkan diri ke Semarang saat ada keperluan mengantar barang. Tapi, saya juga ingin sekalian melihat-lihat apa saja yang berbeda dari masa sebelum corona. Mulai jalan lepas subuh, rasa-rasanya suasana pagi itu tampak tak jauh beda dari hari-hari biasa. Jalan raya masih cukup padat, pasar masih…
Melintasi Langit Nusantara Semasa Corona
Semasa CoronaTravelog

Melintasi Langit Nusantara Semasa Corona

Melayang di udara, pesawat kami sudah tinggal landas dari Bandara Sultan Hasanuddin tepat pukul 18.00 WITA saat langit sudah tak lagi menyisakan sedikit pun semburat jingga. Pesawat ini membawa kami menuju Jogja, sebuah kota berbudaya adiluhung yang dalam banyak hal selalu menjadi barometer nasional. Gugus-gugus lampu rumah…
Mundur Sejenak Itu Boleh
Pilihan EditorSemasa Corona

Mundur Sejenak Itu Boleh

Untuk memulai tulisan ini, saya akan bercerita tentang satu pengalaman ketika kecil dulu. Satu dari beberapa kenangan yang teringat. Barangkali usia saya saat itu empat tahun. Saya kecil suka sekali dengan serial televisi Airwolf. Saya berusaha untuk tidak melepaskan satu episode sekali pun. Namun, suatu siang, ibu saya marah…
Telur di Ujung Tanduk
Semasa Corona

Telur di Ujung Tanduk

Melatih kemampuan beradaptasi adalah hak semua makhluk hidup. Apabila makhluk hidup tersebut tidak dapat beradaptasi, ia akan terseleksi oleh alam. Begitulah pelajaran yang saya dapat ketika duduk di bangku sekolah. Yang tidak bisa beradaptasi akan punah, sementara yang bisa beradaptasi akan terus bertahan. Jadi, kita tinggal…
Glenn Fredly, Paskah, dan Badai Perasaan
Semasa Corona

Glenn Fredly, Paskah, dan Badai Perasaan

Aku menulis ini di tengah Pekan Suci Paskah yang sangat berbeda dari yang selama ini pernah kujalani. Sebagai umat Nasrani, Hari Raya Paskah yang kulewati umumnya sarat berbagai ritual yang melibatkan pergi ke gereja, berkumpul dengan keluarga dan komunitas, dan berdoa bersama hampir sepekan, dari hari Kamis sampai Minggu. Tapi…
Tidak Ada Badai yang Datang untuk Menetap
Semasa Corona

Tidak Ada Badai yang Datang untuk Menetap

Tahun ketika aku lulus dari universitas tak kusangka berubah menjadi sebuah tahun yang berat untuk banyak negara di dunia ini, salah satunya Indonesia. Hai, aku Christofer. Perjalanan hidupku sudah hampir dua puluh dua tahun dan pada tahun ini datang sebuah tantangan yang besar. Aku tidak bisa bekerja paruh waktu lagi, kantor…
Merenungi COVID-19 dari Balik Jeruji*
Pilihan EditorSemasa Corona

Merenungi COVID-19 dari Balik Jeruji*

“Dilarang berkumpul.” Demikian imbauan pemerintah kepada masyarakat tentang bagaimana harus waspada menghadapi pandemi yang sedang melanda dunia. Akan tetapi, di dalam penjara lapas kota kecil ini, kami hidup berkumpul. Saya mencoba merenungkan kembali perjalanan yang saya lakukan di republik tercinta ini, melihat…
“Bunuh Diri” Semasa Corona
Pilihan EditorSemasa Corona

“Bunuh Diri” Semasa Corona

“Gue nyesel kenapa tadi gue nggak bantuin….” Kalimat itu begitu pelan keluar dari balik masker hijau yang kini harganya sudah tak jelas. Kejadiannya dua tahun lalu, tepatnya tanggal 21 Juli 2018 ketika kami sedang berdiri menunggu KRL 1791 di Stasiun Tanahabang. Penyebab ucapan itu sebenarnya sangat umum, saat kereta…