Singgah di Rumah Tenun Kampung Sabu
Pilihan EditorTravelog

Singgah di Rumah Tenun Kampung Sabu

Tengah hari yang panas, secara tiba-tiba Hersa mengajak saya ke Rumah Tenun Kampung Sabu, tempat kegiatan Modul Nusantara kelompok mereka hari ini. “Mari su Ka Os, dekat sini sa,” ajaknya yang segera saya setujui.Kami lalu melaju dengan sepeda motor miliknya mendahului rombongan mahasiswa Modul kelompok mereka.
Dark Tourism: Apa, Mengapa, dan Bagaimana
IntervalPilihan Editor

Dark Tourism: Apa, Mengapa, dan Bagaimana

Dark Tourism: Apa, Mengapa, dan BagaimanaSebagai salah satu bentuk pariwisata, pariwisata kelam atau dark tourism menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding wisata sejarah biasa. Ada tragedi, air mata, dan darah dari masa lalu untuk dipelajari, direnungkan, dan dipahami.Dari tragedi sejarah yang saya pelajari di bangku…
Pusaran Premium Labuan Bajo (3)
IntervalPilihan Editor

Pusaran Premium Labuan Bajo (3)

Sore lagi beranjak sendu-sendunya kala matahari jingga mengawali pergantian siang ke malam di Waterfront Labuan Bajo. Waterfront memang menjadi tempat berkumpulnya seluruh lapisan masyarakat; ada gerombolan anak kecil yang sedang bermain sepak bola, ada kumpulan ibu-ibu yang sedang senam, dan ada juga pemuda yang sedang…
Pusaran Premium Labuan Bajo (2)
IntervalPilihan Editor

Pusaran Premium Labuan Bajo (2)

“Bang, kenal Pak Zainuddin nggak? Rumahnya di sekitar sini,” tanya saya pada seorang pemuda paruh baya yang sedang berdiri di depan rumahnya.“Wah, saya kurang tahu,” jawabnya pelan sambil menggelengkan kepala. Saya memutar kepala, mencari cara biar dia tahu orang yang saya maksudkan.“Dulu saya pernah ke sini…
Pusaran Premium Labuan Bajo (1)
IntervalPilihan Editor

Pusaran Premium Labuan Bajo (1)

Setelah status Taman Nasional Komodo yang berubah menjadi destinasi wisata premium, Labuan Bajo, sebagai gerbang pertama untuk menuju taman nasional tersebut disulap bak Bandung Bondowoso yang membangun 1000 candi dalam sehari; perubahan drastis pada kota tersebut–meskipun hanya sebagian kecil yang letaknya di pesisir yang…
Membakar Lemak di Saraga
Pilihan EditorTravelog

Membakar Lemak di Saraga

“Masih tutup, Kak!” Demikian ujar petugas keamanan Saraga, saat saya dan beberapa kawan ramai-ramai memasuki komplek sarana olahraga di Kota Kembang itu. Ternyata sudah dua tahun Saraga tutup, dan belum diputuskan waktu bukanya meski kini aturan terkait pandemi sudah melonggar.Saya berdecak. Sebabnya, sore itu kami…