“Bunuh Diri” Semasa Corona
Pilihan EditorSemasa Corona

“Bunuh Diri” Semasa Corona

“Gue nyesel kenapa tadi gue nggak bantuin….” Kalimat itu begitu pelan keluar dari balik masker hijau yang kini harganya sudah tak jelas. Kejadiannya dua tahun lalu, tepatnya tanggal 21 Juli 2018 ketika kami sedang berdiri menunggu KRL 1791 di Stasiun Tanahabang. Penyebab ucapan itu sebenarnya sangat umum, saat kereta…
Semasa Corona di Muaradua
Pilihan EditorSemasa Corona

Semasa Corona di Muaradua

Muaradua adalah wilayah kecil yang menjadi pusat pemerintahan Kab. Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk mencapai Muaradua perlu perjalanan 7-8 jam dari Kota Palembang. Ketika warga Jakarta dan sekitarnya mulai dihebohkan oleh kasus positif COVID-19 di awal Maret, kami yang tinggal di Muaradua…
Bahaya Laten Heritagisasi
IntervalPilihan Editor

Bahaya Laten Heritagisasi

Saya duduk santai sambil menikmati sore yang kian tua di Kampung Adat Prai Ijing, Sumba Barat. Di sebelah, seorang bapak dan anaknya menemani saya. Sementara kawan-kawan seperjalanan sedang asyik mengambil footage. Di hadapan kami adalah rumah-rumah adat Sumba, dengan atap-atap jerami yang runcing ke atas. Posisi kami ada…
Semalam di Tli'u
Pilihan EditorTravelog

Semalam di Tli'u

Kami akan ke So’e! Tidak pernah ada di bayangan kalau saya akan mengunjungi tempat kelahiran kawan baik saya saat kuliah dulu. Bukan untuk liburan tetapi untuk summer school. Beberapa teman menyarankan saya membeli jeruk So’e saat tiba di sana. Hm… patut dicoba. Pagi itu, saya dan rombongan memenuhi bus kecil Mitra…
Menuju Oh Aem
Pilihan EditorTravelog

Menuju Oh Aem

Pagi itu, setelah mandi dan sarapan, saya terburu-buru mengangkut dua ransel saya menuju dua bus kecil yang terparkir di halaman sebuah sekolah di Oe Ekam. Sudah tiga malam sejak saya menuruni tangga burung besi di Bandara El Tari, Kupang. Saya memang sedang mengikuti sebuah summer school yang mengharuskan saya berpindah…
Refleksi Diri di Hadapan Rajawali (2)
Pilihan EditorTravelog

Refleksi Diri di Hadapan Rajawali (2)

Saya sukses melewati malam dengan nyaman di dalam bivak flysheet. Saya terbangun pukul 01.00 dini hari dan langsung memasak kopi sembari sarapan roti, disusul Reza dan Lucas lalu duet anak-anak yang tetap ribut kala membuka pintu tenda. Kami sarapan dengan logistik masing-masing, menyiapkan peralatan untuk pergi ke puncak…