Interval

“Dark Tourism”: Merayakan yang Kelam

“[K]ami tinggal di Pripyat, dekat reaktor. Sampai hari ini, aku masih mengingat cahayanya, pendar merah raspberry … [W]arna yang sangat indah. Bukan api biasa, tapi tampak menyala. Sangat cantik. Jika kamu melupakan segala hal lainnya, itu sangat indah … [B]eberapa orang menyetir atau bersepeda lusinan kilometer untuk melihatnya. Kami tak…

Pilihan Editor

Pilihan EditorTravelog

Semalam di Tli'u

Kami akan ke So’e! Tidak pernah ada di bayangan kalau saya akan mengunjungi tempat kelahiran kawan baik saya saat kuliah dulu. Bukan untuk liburan tetapi untuk summer school. Beberapa teman menyarankan saya membeli jeruk So’e saat tiba di sana. Hm… patut…
Pilihan EditorTravelog

Menuju Oh Aem

Pagi itu, setelah mandi dan sarapan, saya terburu-buru mengangkut dua ransel saya menuju dua bus kecil yang terparkir di halaman sebuah sekolah di Oe Ekam. Sudah tiga malam sejak saya menuruni tangga burung besi di Bandara El Tari, Kupang. Saya memang sedang mengikuti…
Pilihan EditorTravelog

Refleksi Diri di Hadapan Rajawali (2)

Saya sukses melewati malam dengan nyaman di dalam bivak flysheet. Saya terbangun pukul 01.00 dini hari dan langsung memasak kopi sembari sarapan roti, disusul Reza dan Lucas lalu duet anak-anak yang tetap ribut kala membuka pintu tenda. Kami sarapan dengan logistik…
Pilihan EditorTravelog

Refleksi Diri di Hadapan Rajawali (1)

Perjalanan ini dimulai pada pertengahan November 2018, diawali dari sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Barat, Depok. Ke manakah perjalanan ini akan membawa saya? Jujur, saat pertama melangkahkan kaki, saya tak tahu mau ke mana, yang pasti menuju Dataran Tinggi Dieng. Di…
Pilihan EditorTravelog

Depok-Dieng: Berdua di atas Roda

Sekitar bulan September 2018, saya dan Hendra teman saya sepakat menstarter motor untuk melakukan perjalanan ke Dieng. Motor kami berplat B, sementara Dieng berplat AA. Kami sepakat untuk melintasi 359 km menuju Gunung Prau. “Sepakat,” setidaknya itulah bekal…
Pilihan EditorTravelog

Jakarta-Jogja 20 Jam: Migrasi dan Imajinasi tentang Kota

Should we have stayed at home, wherever that may be?Elizabeth Bishop Pada ruas Kanci-Pejagan, asap menyembul dari kap mobil. Lancer SL 82 yang saya tumpangi seperti meraung-raung meminta rehat yang sedikit lebih panjang. Overheat. Setelah tol yang lurus terus, mobil…

Interval

Interval

“Dark Tourism”: Merayakan yang Kelam

“[K]ami tinggal di Pripyat, dekat reaktor. Sampai hari ini, aku masih mengingat cahayanya, pendar merah raspberry … [W]arna yang sangat indah. Bukan api biasa, tapi tampak menyala. Sangat cantik. Jika kamu melupakan segala hal…
Interval

Sebuah Usulan kepada Kawan-kawan Pendaki Generasi Z

Generasi Z (Gen Z), merujuk Pew Research Center, ialah generasi yang lahir setelah 1997. Sebagian besar dari kami barangkali mulai mendaki setelah 5cm, film yang menceritakan sekelompok sahabat yang bertualang mendaki Gunung Semeru…

Events

Events

Belajar Toleransi bersama ANTEROxSabangMerauke di Makassar

Cuaca Pulau Kapoposang ketika angin barat ternyata membuat saya harus pasrah dengan segala rutinitas dan musti berhenti sejenak. Ampas kelapa tak kunjung kering karena tak bisa dijemur. Semaian tanaman yang sudah mulai kelebihan air juga membutuhkan panas matahari. Padahal saya mesti mempersiapkan ampas kelapa untuk pakan ayam dan mengumpulkan tanah agar bisa segera memindahkan bibit ke polybag…