Itinerary

6 Jurus Jitu Naik Gunung Bulan Puasa

Namanya hobi, kadang keinginan naik gunung suka datang tiba-tiba tanpa memandang waktu, termasuk pas bulan puasa. Nah, supaya naik gunung bulan puasa tetap asyik, coba simak dulu deh beberapa jurus jitu berikut:

manfaat mendaki gunung
Rehat sejenak via pexels.com/Mike Tanase

1. Jangan lupa melakukan persiapan

Kapan pun kamu mau naik gunung, jangan pernah lupa buat melakukan persiapan, dari mulai persiapan fisik sampai logistik. Satu-dua minggu sebelum nanjak, sempatkan buat jalan kaki atau lari-lari kecil buat ngeluarin keringat dan melatih otot dan tulangmu. Jangan lupa juga buat menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan buat naik gunung.

dilupakan-pendaki-gunung
Berkemah via pexels.com/Renata Cholpankulova

2. Pilih gunung yang sesuai

Nggak perlu neko-neko naik gunung yang tinggi banget pas bulan puasa. Nanjak aja ke gunung-gunung yang nggak terlalu tinggi, misalnya Papandayan, Prau, Andong, atau gunung-gunung yang deket dari rumahmu. Toh kamu ‘kan sebenarnya cuma kangen sama angin dan udara dingin pegunungan.

pendakian gunung
Trek Gunung Papandayan via pendakiindonesia.com/Fidha Riani

3. Pastikan gunung itu nggak “ditutup”

Ada beberapa gunung yang biasanya tutup dari mulai bulan puasa sampai abis lebaran. Jadi, sebelum memutuskan mau ke mana, sebaiknya kamu cek dulu apakah gunung yang kamu pilih itu buka atau enggak. Jangan sampai kamu udah bela-belain datang jauh-jauh terus gunung itu ternyata tutup. Kecele gitu nggak enak, Sob. Sumpah deh!

quotes pendakian
Senja di gunung via unsplash.com/Aneta Ivanova

4. Lebih baik 3 hari 2 malam ketimbang 2 hari 1 malam

Naik gunung bulan puasa itu bukan buat buru-buru, Sob, tapi buat santai. Jadi, sebaiknya alokasikan waktu 3 hari 2 malam buat naik-turun gunung itu. Kamu bakal lebih punya banyak waktu buat santai, menikmati suasana, merenung, bikin sketsa… atau bikin puisi.

naik gunung ramai-ramai
Makan malam di Pos 5 Gunung Lawu via Candi Cetho/Fuji Adriza

5. Mulai nanjak sore atau malam hari

Supaya kamu nggak dehidrasi, ada baiknya buat memulai pendakian pas sore atau malam hari. Nanjak sore atau malam hari bakal bikin kamu terhindar dari panas menyengat yang bakal menggodamu buat ngebatalin puasa.

hal yang harus dihindari saat turun gunung
Dua orang pendaki menuruni Gunung Lawu/Fuji Adriza

6. Sahur dan berbuka dengan makanan yang bergizi

Buat menjaga stamina, pastikan menu sahur dan berbuka yang kamu santap di gunung itu bergizi. Jangan cuma ngandalin mie instan. Lengkapi bekalmu dengan bahan-bahan makanan yang mengandung protein dan zat besi. Nekat makan mie doang, bisa-bisa kamu bakalan lemes di jalan.

Jadi, tertarik buat naik gunung bulan puasa, Sob?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage TelusuRI.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Curug Leuwi Hejo, Destinasi Air Terjun Hijau Toska di Bogor

Itinerary

Awas Rem Blong di Gekbrong

Itinerary

Sambut 2022 dengan 7 Film Perjalanan Ini

ItineraryPilihan Editor

Indonesia Graveyard: Merawat serta Belajar dari Makam Kuno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *