Melihat ke dalam, lalu keluar menelusuri.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman. Permasalahannya, di zaman banjir informasi seperti sekarang, ruang untuk cerita-cerita perjalanan panjang semakin sempit. Semua dipersingkat dan sebagian besar media berlomba-lomba menjadi yang tercepat menyajikan informasi. Ketimbang narasi perjalanan yang panjang, media perjalanan/pariwisata lebih banyak memuat tulisan-tulisan singkat berisi tips dan trik mengunjungi atraksi wisata, sesuatu yang kemungkinan besar akan segera dilupakan begitu selesai dibaca. Akibatnya, kita kekurangan pustaka tulisan perjalanan naratif yang dapat membuat audiens berdebar-debar hanya dengan membaca.

Di sisi lain, penulis perjalanan naratif semakin kesulitan mencari wadah untuk menampung kisah-kisah perjalanannya. Menembus media besar susah, sementara tak banyak media kecil yang bisa memperlakukan tulisan-tulisan perjalanan sebagaimana mestinya. Ada memang satu alternatif lain, yakni mengunggah tulisan di blog pribadi. Namun, agak susah untuk mendapatkan umpan-balik berarti akhir-akhir ini, ketika orang-orang lebih banyak berkeliaran membaca judul berita di media sosial dan memencet tombol likes ketimbang mencerna semua yang tersurat dan tersirat dalam tulisan panjang kemudian meninggalkan satu-dua kalimat di kolom komentar blog. Untuk berkembang, seseorang yang sedang belajar menulis–apalagi secara autodidak–tentu saja membutuhkan umpan-balik berupa komentar berisi kritik yang membangun, juga apresiasi.

TelusuRI.id hadir sebagai wadah bagi para penulis perjalanan untuk mempublikasikan cerita-cerita mereka; sebagai “ruang kelas” bagi mereka yang tertarik untuk belajar menulis catatan perjalanan; dan sebagai “jurnal” bagi para akademisi atau pemerhati pariwisata yang hendak menyebarluaskan gagasan-gagasan mereka. Untuk mengakomodasi kontributor dari berbagai latar belakang, TelusuRI.id menyediakan 4 (empat) rubrik, yakni travelog, interval, itinerary, dan events.

Proses editorial yang dijalani para kontributor TelusuRI.id diharapkan dapat memberikan pembelajaran tentang menulis cerita perjalanan. Seiring bertambahnya jumlah tulisan yang dikirim kontributor–dan diunggah redaksi ke laman TelusuRI.id–diharapkan semakin terasah pula kemampuan menulis mereka. TelusuRI.id juga menjadi semacam ruang penyimpanan arsip perjalanan, tempat para kontributor akhirnya akan selalu kembali untuk merekoleksi perjalanan-perjalanan mereka di waktu lampau, sekaligus menjadi oase tempat para pembaca yang haus akan narasi perjalanan bisa mengobati dahaganya.

Ruang & Tempo

Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No. 8, Jakarta Selatan 12210