Interval

Sekarang Kita Bicara tentang Perjalanan Esok Hari

Beberapa bulan belakangan, pandemi memukul telak industri pariwisata. Ketika pergerakan dibatasi, destinasi wisata mendadak sepi. Para pejalan, subjek sekaligus objek terpenting dalam industri ini, dipaksa diam di rumah. Mereka membatalkan tiket-tiket yang terbeli, membongkar koper dan menyimpannya di gudang entah sampai kapan. Pandemi berkepanjangan menciptakan ketidakpastian. Seolah-olah para…
Read more
Events

Ikut Menyelesaikan Masalah Dampak COVID-19 lewat Startup

Setelah WHO menetapkan status pandemi terhadap wabah COVID-19 pada 12 Maret 2020 lalu, sedikit demi sedikit dampak penyebarannya mulai terasa. Di Indonesia, di mana pandemi ini belum memuncak, sudah mulai bermunculan berbagai masalah sebagai dampak secara langsung maupun…
Interval

Mengaca pada Sri Lanka, Menilik Pariwisata Indonesia

Pemerintah Indonesia tengah sibuk memperkenalkan “10 Bali Baru,” yakni sepuluh destinasi pariwisata baru yang dikembangkan di berbagai wilayah, seperti Mandalika di Nusa Tenggara Barat atau Danau Toba di Sumatera Utara. Pengembangan ini bertujuan mengolah fenomena…
Interval

Pariwisata Inklusif versus Eksklusif, Menang Siapa?

Pariwisata terus menerima kritikan. Aktivitas yang eksklusif, begitu para ahli mengecam pariwisata sejak tahun 1970-an. Namun, jika dilihat jauh ke belakang—ratusan tahun Sebelum Masehi—masyarakat Mesir dan Yunani pelesiranuntuk menunjukkan gaya hidup mewah…
Interval

Pariwisata yang Berlebihan

Yang berlebihan itu tidak baik. Seperti Indomie. Porsi satu setengah sudah cukup, jangan lebih. Jika lebih, kenikmatan justru akan buyar. Namun, memang tak pernah mudah mengelola keserakahan dan nafsu yang meluap-luap, terlebih dalam iklim di mana pertumbuhan (growth)…