Events

ASEAN Contemporary Dance Festival 2019

Pada pertengahan abad ke-20, tari kontemporer (contemporary dance) mulai berkembang menjadi genre tari dominan. Dari Amerika Serikat dan Eropa, genre ini menyebar ke seluruh dunia, termasuk wilayah Asia Tenggara.

Tanggal 13 Juli 2019 lalu, sebuah festival tari kontemporer diadakan di Yogyakarta. Acara berjudul ASEAN Contemporary Dance Festival itu menampilkan kelompok tari dari 10 negara ASEAN, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, dan Indonesia.

Yogyakarta dipilih sebagai panggung sebab kota ini sudah sejak lama berkontribusi positif terhadap perkembangan seni dan kebudayaan, tidak hanya untuk Indonesia namun juga untuk kawasan Asia Tenggara. Pada Sidang Menteri-menteri Kebudayaan se-ASEAN ke-8 tahun lalu, Yogyakarta bahkan ditetapkan sebagai Kota Budaya ASEAN (ASEAN City of Culture) untuk periode 2018-2020.

Mengenal budaya negara-negara ASEAN

ASEAN Contemporary Dance Festival diselenggarakan di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma mulai jam 7 malam. Tarian pembuka dipersembahkan oleh penampil dari Indonesia yang dengan apik menerjemahkan kisah keseharian ibu-ibu penjual jamu.

asian contemporary dance festival
Seniman tari dari Indonesia tampil di depan latar Gunung Bromo/Arsenia Hokor

Sebagaimana delegasi Indonesia yang terinspirasi dari budaya lokal, rombongan dari negara-negara lain juga membawa kekhasan budaya mereka masing-masing.

Brunei, misalnya, menampilkan tarian tradisional berjudul “Wangmalagalai”; Kamboja membawakan tari kontemporer berjudul “The Garuda”; sementara seniman Indonesia mempersembahan “Raga-Raga” yang penarinya meliuk-liuk memakai topeng di depan latar berupa keindahan alam Indonesia.

Selain menonton aksi para seniman tari, ASEAN Contemporary Dance Festival juga jadi ajang yang pas bagi publik dalam negeri untuk lebih mengenal negara-negara tetangga Indonesia di  kawasan Asia Tenggara.

Acara festival tari kontemporer ini ditutup dengan tarian hasil kolaborasi dengan sema negara di ASEAN. Terakhir, sebelum acara ditutup, seorang berdiri di lampu sorot sambil mengibarkan bendera ASEAN.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage TelusuRI.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Arsenia Hokor

Berasal dari Lewotala, Flores Timur, NTT. Sedang studi di Universitas Amikom Yogyakarta. Suka menari, memotret, dan mengisi liburan dengan jalan-jalan.
Related posts
Events

Sekolah TelusuRI Semarang #6: TelusuRI Sejarah Jalur Kota Lama–Pecinan

Events

5 Event Seru Bulan Agustus 2019

Events

Festival Cheng Ho 2019

Events

Bulan Juli Ada 5 Event Seru di Pulau Jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *