Singgah Sebentar di Klub Merby
Travelog

Singgah Sebentar di Klub Merby

Selepas patung katak yang lucu, saya meneruskan langkah melewati lorong Klub Merby, Semarang, yang di dindingnya tertempel banyak sekali lukisan anak-anak. Di ujung, beberapa orang perempuan berpakaian adat Jawa menyambut saya dan teman-teman blogger dengan salam Semarangan. Di sebuah meja, dunak berisi botol-botol jamu…
Ibu Zie dan Warna-warni Alami Batik Kampung Malon
Travelog

Ibu Zie dan Warna-warni Alami Batik Kampung Malon

Ibu Zazilah, akrab dipanggil Ibu Zie, pindah ke Kampung Malon tahun 2010 lalu mendirikan Zie Batik. Sebelum itu, sejak 2006 perempuan asal Tegal ini mengembangkan batik di Kota Semarang. Ia bahkan juga pernah tinggal dan mengajar di Kampung Batik Bubakan. Kala itu, Kampung Malon yang berada di kaki Gunung Ungaran belum…
Mencari Mie Lethek
Travelog

Mencari Mie Lethek

Saya mencari bayangan untuk berlindung dari teriknya matahari. Sebentar-sebentar, saya menengok ke arah jalan untuk memastikan bahwa saya tak melewatkan bis. Maklum, saya belum tahu wujudnya seperti apa. Modal informasi saya untuk mencari Pabrik Mie Lethek Cap Garuda yang diceritakan di Street Food edisi Asia hanya arahan…
“Blusukan” di Pasar Gang Baru Semarang
Travelog

“Blusukan” di Pasar Gang Baru Semarang

“Mbak. Rebung’e, Mbak!” Seorang wanita paruh baya, dari balik deretan baskom berisi rebung, menawarkan dagangannya kepada saya yang baru saja tiba di Pasar Gang Baru, Semarang. Komoditas yang dijualnya adalah bahan baku lumpia, makanan khas Semarang. Rebung-rebung polos itu kelak akan dibaluri bumbu rahasia oleh…
Terjebak Nostalgia di Stasiun Tugu
Travelog

Terjebak Nostalgia di Stasiun Tugu

“Arem-arem, Mas? Lumpia?” Seorang perempuan usia empat puluhan menawarkan dagangannya pada saya. Saya sedang merokok dekat bukaan di pagar selatan Stasiun Tugu, stasiun kereta api terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara halus saya tolak tawarannya yang menggoda. Saya memang belum lapar meskipun urung sarapan pagi.
Makan di "Fancy Warteg"
Travelog

Makan di "Fancy Warteg"

Sebagai kaum urban Jakarta, di akhir bulan, saat dompet menipis, saldo ATM meniris, sementara gaji masih belum dibingkis, apa yang akan kamu lakukan untuk menenangkan perut yang keroncongan? Kalau bisa masak, mungkin kamu bakal ke warung, swalayan, atau pasar untuk beli persediaan bahan makanan. Tapi, kalau kemampuan…
Tak Sengaja Mencicipi Sate Ambal di Kebumen
Pilihan EditorTravelog

Tak Sengaja Mencicipi Sate Ambal di Kebumen

Beberapa waktu lalu, Rabu, 12 Juni 2019, saya pelesiran ke Kebumen. Bukan pantai maupun bukit yang menjadi tujuan saya, melainkan pacuan kuda yang diadakan setahun sekali menyambut lebaran. Hanya saja, ternyata bukan cuma pacuan kuda yang menarik untuk diceritakan dari perjalanan saya ke Kebumen, namun juga makanan khasnya…
Mencicipi Dawet Jabung Ponorogo
Travelog

Mencicipi Dawet Jabung Ponorogo

Ketika melintas di salah satu sudut Kota Reog, saya langsung ingat sate ayam Ponorogo yang tersohor itu. Lucunya, kala itu tak satu warung sate Ponorogo pun yang saya jumpai. Justru saya lebih banyak melihat warung dawet Jabung. Kata Pakde Gendut yang pagi itu menjadi teman perjalanan saya, dawet Jabung adalah salah satu…
Menjadi Vegetarian di Mie Kopyok Pak Dhuwur Semarang
Travelog

Menjadi Vegetarian di Mie Kopyok Pak Dhuwur Semarang

Mi kuningnya cukup kenyal dan tak begitu tipis, seperti mie kocok di Bandung. Tahu pong yang sudah diiris tipis di atasnya punya tekstur krispi di luar namun lembut di dalam. Keduanya menyembunyikan potongan lontong yang menguarkan wangi daun pisang. Juga, taoge yang krenyes segar tanda belum matang sempurna. Remahan kerupuk…