Pusaran Premium Labuan Bajo (2)
IntervalPilihan Editor

Pusaran Premium Labuan Bajo (2)

“Bang, kenal Pak Zainuddin nggak? Rumahnya di sekitar sini,” tanya saya pada seorang pemuda paruh baya yang sedang berdiri di depan rumahnya.“Wah, saya kurang tahu,” jawabnya pelan sambil menggelengkan kepala. Saya memutar kepala, mencari cara biar dia tahu orang yang saya maksudkan.“Dulu saya pernah ke sini…
Pusaran Premium Labuan Bajo (1)
IntervalPilihan Editor

Pusaran Premium Labuan Bajo (1)

Setelah status Taman Nasional Komodo yang berubah menjadi destinasi wisata premium, Labuan Bajo, sebagai gerbang pertama untuk menuju taman nasional tersebut disulap bak Bandung Bondowoso yang membangun 1000 candi dalam sehari; perubahan drastis pada kota tersebut–meskipun hanya sebagian kecil yang letaknya di pesisir yang…
Fatris MF dalam Hikayat Sumatra
Interval

Fatris MF dalam Hikayat Sumatra

Rimba bagi orang-orang Sumatra adalah supermarket yang menyediakan segala hajat hidup. Sandang, pangan, papan, hingga obat-obatan. Tapi itu dulu, sebelum tanaman industri mengambil alih lahan yang disebut rimba sembari berkampanye mengenai manfaatnya secara ekonomi, yang konon mampu menghidupi jutaan orang. Lantas pada siapakah…
Ale dan Jalan-Jalan
Arah SinggahInterval

Ale dan Jalan-Jalan

Sepanjang mengenalnya, hampir tidak pernah terbit celah cemberut di wajahnya. Rambut ikal yang gondrong menjadi tanda kepala yang selalu melekat. Ditambah kacamata hitam, gayanya bak seorang Bob Marley yang lahir di Larantuka. Alex Lamapaha tersenyum menyambut uluran tangan saya yang menggenggam tangannya. “Panggil Ale…
Panel Surya dan Janji yang Tak Kunjung Datang
Arah SinggahTravelog

Panel Surya dan Janji yang Tak Kunjung Datang

Ketika laut memanggil para lelaki Bajo, para perempuannya diberi tugas yang berbeda; menghimpun hasil laut yang terkumpul untuk dijual ke pasar. Setiap pagi buta, para perempuan Bajo akan pergi ke pasar bersama-sama menaiki oto. Kalaupun ada yang malas atau lagi enggan, mereka akan menjual ke sesama, baru kemudian dihimpun untuk…
Silat Bajo dan Budaya yang Mulai Pudar
Arah SinggahTravelog

Silat Bajo dan Budaya yang Mulai Pudar

Sebuah jurus ditunjukkan Indar kepada saya. Tubuhnya melompat, menciptakan satu-dua pukulan kemudian diakhiri dengan kuda-kuda rendah dengan kepalan tepat mengarah ke depan. Indar Roma, salah satu pengajar panca di Dusun Mekko, mengungkapkan kekhawatirannya tentang jarangnya orang yang mau belajar silat kampung. Indar sendiri…
Muda Mudi Mekko
Arah SinggahTravelog

Muda Mudi Mekko

Bangkit Muda Mudi Mekko bukanlah organisasi pertama yang berdiri di Mekko, namun merupakan kelanjutan dari organisasi sebelumnya yang selalu mengalami patah tumbuh. Hari ini jadi, minggu depan sudah bubar. Meskipun namanya muda-mudi, Bangkit Muda Mudi Mekko mewadahi segala usia, dan menjadi organisasi satu-satunya di Mekko yang…
Diplomasi Sepakbola Timur
Arah SinggahTravelog

Diplomasi Sepakbola Timur

Selain kopi, diplomasi terkuat di Nusa Tenggara Timur adalah sepak bola. Orang-orang begitu terobsesi dengan sepak bola. Begitu pula dengan orang-orang di Pulau Adonara, sepak bola adalah permainan yang digemari berbagai kalangan: tua, muda, anak-anak, tidak peduli laki-laki atau perempuan.Di Mekko, bagi anak-anak muda…
Memulai Kebun Pertama di Mekko
Arah SinggahTravelog

Memulai Kebun Pertama di Mekko

Teh panas adalah minuman yang tepat untuk menghantarkan obrolan kami bersama beberapa orang; Pak Jabar, Pak Said, dan Pak Bakri. Kebetulan Pak Bakri adalah orang Mekko yang sudah melalang buana ke berbagai tempat di Indonesia, termasuk kawasan lainnya di Asia Tenggara; Brunei Darussalam dan Malaysia.Diskusi bersama Pak Said…
Harap Cemas Penantian Mekko
Arah SinggahTravelog

Harap Cemas Penantian Mekko

“Kami memanggil siapapun yang ‘kulit putih’ dengan ‘mas’,” celoteh Ipan, mengiringi pembicaraan kami di oto—angkutan antar daerah dengan rupa mobil bak terbuka—yang ia kemudikan. Mau dia bukan berasal dari Jawa ataupun memang dari Jawa, mas adalah panggilan yang paling populer digunakan, sebabnya orang-orang di…