NusantarasaTravelog

The French Press Kopi Warung: ‘Western Food’ di Balik Pasar Gede Surakarta

Kita banyak disuguhi tempat kuliner yang menyajikan western food, namun sebagian di antaranya menguras isi kantong. Di Kota Surakarta atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Kota Solo, terdapat sebuah kedai western food dengan harganya sangat bersahabat di kantong, baik untuk kalangan atas hingga ke bawah. The French Press Kopi Warung, namanya.

Pendirinya yakni pasangan suami istri Boby Ananta dan Meynar Intan. Alasan mereka memberi nama The French Press Kopi Warung karena terinspirasi dari nama mesin kopi otomatis (french press). 

The French Press Kopi Warung Pasar Gede Solo
Kedai The French Press Kopi Warung Pasar Gede Solo/Afrilia Rizki Bening

The French Press Kopi Warung terletak di Lantai 2 Pasar Gede, Kota Solo. Telah berdiri selama dua tahun sejak bulan November tahun 2019. Lokasinya yang berada di tengah-tengah pasar tradisional menjadi daya tarik sendiri, alasan pemilik memilih pasar sebagai lokasi dari kedai mereka karena pemilik ingin menciptakan sesuatu yang khas dan berbeda dari hal lain karena biasanya pasar-pasar hanya identik dengan makanan tradisional.

Meskipun begitu, berdirinya TFP Kopi Warung juga tidak ingin menghilangkan pasaran harga dari pasar tradisional sendiri yang terkenal tidak membuat “kantong kering”, pasalnya harga sajian menu di sini relatif terjangkau bahkan untuk pelajar, masyarakat sekitar, hingga wisatawan. Menariknya lagi, bahan baku sajian berasal dari dari pedagang di Pasar Gede sehingga mendorong perputaran roda ekonomi lokal.

Selain harga yang relatif terjangkau dan lokasi kedai representatif, The French Press Kopi Warung juga memiliki hal unik lainnya yakni pergantian menu setiap hari. Menu yang disajikan kedai tersebut terdiri dua kategori yaitu menu breakfast dan lunch.

Dari kedua kategori menu tersebut tentunya tiap-tiap menu memiliki jenis tersendiri, menu breakfast biasanya disajikan dalam bentuk sandwich dan salad yang harganya mulai dari Rp10 ribu, sedangkan lunch adalah main course dari The French Press Kopi Warung yang dibandrol harga paling mahal adalah Rp35 ribu.

Kedai The French Press Kopi Warung Pasar Gede Solo/Afrilia Rizki Bening
Chicken Caesar Salad di Kedai The French Press Kopi Warung Pasar Gede Solo/Afrilia Rizki Bening

Untuk menikmati sajian dari The French Press Kopi Warung, pengunjung bisa datang saat kedai buka pada pukul 10.00 hingga 14.00, di hari Senin hingga Jum’at. Sedangkan pada hari Sabtu kedai memiliki jam buka yang berbeda yakni pada pukul 10.00 hingga 14.3. Pemilik kedai menggunakan bahan baku yang selalu segar, oleh karenanya hanya jam operasional kedai tidak lama. Begitu pula, jika bahan baku sudah habis, maka kedai akan tutup meskipun belum mencapai jam operasional yang telah ditetapkan. 

The French Press Kopi Warung menjadi salah satu kuliner unggulan, selain nasi liwet, tengkleng, selat Solo, sate buntel, dan beragam kuliner unggulan lain di sini. Jika berniat datang untuk mencicipi ragam sajiannya, sangat tidak disarankan untuk datang pada waktu jam makan siang karena kedai padat pengunjung. Para pekerja memadati kedai ini, memanjakan perut dengan makanan yang enak dan harga yang relatif terjangkau. Akan tetapi jika pengunjung punya kesabaran lebih untuk menunggu, The French Press Kopi Warung menyediakan kursi panjang untuk para pengunjung yang mengantri mendapatkan meja. Nantinya, jika meja telah tersedia pengunjung akan dipersilahkan untuk duduk kemudian hanya menunggu makanan datang.

Karyawan kedai cukup banyak dan masing-masing dari mereka memiliki tugas tersendiri dalam penyajian menu-menu yang telah ditetapkan. Pelayanan yang diberikan juga memuaskan. Pramusaji sangat ramah, apabila kita ragu untuk memilih menu mana yang akan kita cicipi, pramusaji akan merekomendasikan makanan yang menjadi best seller, juga makanan lain yang sesuai dengan selera kita.

Kedai The French Press Kopi Warung Pasar Gede
Pancake coklat di Kedai The French Press Kopi Warung Pasar Gede Solo/Afrilia Rizki Bening

Untuk metode pemesanan sendiri tentunya menggunakan nomor antrian, namun jika makanan sudah siap, pramusaji akan menuju meja pengunjung dengan memanggil nama pemesan. Sehingga nomor antrian hanya digunakan sebagai urutan pemesanan saja, dan tentu saja akan terpakai juga saat melakukan pembayaran setelah makan usai. 

Pengunjung bisa membayar secara tunai dan transfer melalui rekening pemilik kedai. Meskipun menerapkan sistem makan dulu kemudian bayar, teman-teman jangan lupa untuk membayar makanan setelah perut kenyang ya!

Selain di kota Solo, The French Press Kopi Warung juga memiliki cabang di kota Yogyakarta tepatnya di Pasar Kranggan. Dari segi harga, menu, dan jam operasional sama dengan The French Press Kopi Warung yang berada di Pasar Gede. Oleh karena itu, untuk teman-teman yang sedang berada di Yogyakarta juga tetap bisa menikmati sajian dari kedai spesial ini.

The French Press Kopi Warung Pasar Gede hanya akan menjadi satu-satunya yang ada di Kota Solo karena pemilik hanya akan membuka cabang di kota yang berbeda.Untuk informasi lebih lanjut mengenai The French Press Kopi Warung baik itu menu sajian, promo, maupun cabang baru, kamu bisa melihatnya melalui media sosial mereka, ya!


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu
!

Seringkali hidup sebagai deras rasa, yang gemar menulis untuk mengutarakan segala rasa dan menceritakan pengalaman yang pernah ada.

Seringkali hidup sebagai deras rasa, yang gemar menulis untuk mengutarakan segala rasa dan menceritakan pengalaman yang pernah ada.
    Artikel Terkait
    Arah SinggahTravelog

    Wahyu dalam Pengolahan Sampah Lembongan

    Arah SinggahTravelog

    Lembongan dan Seniman yang Menjadi Relawan

    Arah SinggahTravelog

    Demi Hidup Terumbu Karang

    Travelog

    Berumah di Kebun Buku

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    Worth reading...
    Belajar Persatuan dari Soto Banjar