Memori di Djendelo Koffie
Travelog

Memori di Djendelo Koffie

Beberapa hari yang lalu, lewat rute biasa, saya jalan kaki ke toko buku besar langganan di ujung utara Jalan Gejayan, yakni Togamas. Itu toko andalan mahasiswa yang senang baca, seperti pameran clothing—tapi setiap hari—bagi penggila fesyen. Diskonnya tak main-main, sekitar 15%. Bahkan, sekitar sepuluh tahun lalu, ada…
Pas Nunggu Kereta di Stasiun Wates
Travelog

Pas Nunggu Kereta di Stasiun Wates

Jadi pas nunggu kereta di Stasiun Wates kemaren, ada anak muda, wedok, yang ujug-ujug ngejak ngobrol. Pertama aku kira tukang hipnotis. Tapi, pas dia bilang ibunya asli Gunungkidul, aku langsung sumringah. Soalnya aku juga asli sana.“Gunungkidul-nya mana?” kutanya.“Wonosari, Bu. Cuma memang dari dulu sudah merantau…
Jalan-jalan ke Jogja, Jangan Lupa Mampir ke Bunker Kaliadem
Itinerary

Jalan-jalan ke Jogja, Jangan Lupa Mampir ke Bunker Kaliadem

Jika mampir ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Kaliurang. Pasalnya, banyak sekali tempat menarik yang bisa dilihat di sana, salah satunya Bunker Kaliadem.Buker Kaliadem ini menyimpan cerita duka saat erupsi Gunung Merapi. Waktu Gunung Merapi memuntahkan material panas dari…
ASEAN Contemporary Dance Festival 2019
Events

ASEAN Contemporary Dance Festival 2019

Pada pertengahan abad ke-20, tari kontemporer (contemporary dance) mulai berkembang menjadi genre tari dominan. Dari Amerika Serikat dan Eropa, genre ini menyebar ke seluruh dunia, termasuk wilayah Asia Tenggara.Tanggal 13 Juli 2019 lalu, sebuah festival tari kontemporer diadakan di Yogyakarta. Acara berjudul ASEAN…
Mencari Mie Lethek
NusantarasaTravelog

Mencari Mie Lethek

Saya mencari bayangan untuk berlindung dari teriknya matahari. Sebentar-sebentar, saya menengok ke arah jalan untuk memastikan bahwa saya tak melewatkan bis. Maklum, saya belum tahu wujudnya seperti apa.Modal informasi saya untuk mencari Pabrik Mie Lethek Cap Garuda yang diceritakan di Street Food edisi Asia hanya arahan…
Terjebak Nostalgia di Stasiun Tugu
Travelog

Terjebak Nostalgia di Stasiun Tugu

“Arem-arem, Mas? Lumpia?” Seorang perempuan usia empat puluhan menawarkan dagangannya pada saya. Saya sedang merokok dekat bukaan di pagar selatan Stasiun Tugu, stasiun kereta api terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta.Secara halus saya tolak tawarannya yang menggoda. Saya memang belum lapar meskipun urung sarapan pagi.