Mundur Sejenak Itu Boleh
Pilihan EditorSemasa Corona

Mundur Sejenak Itu Boleh

Untuk memulai tulisan ini, saya akan bercerita tentang satu pengalaman ketika kecil dulu. Satu dari beberapa kenangan yang teringat. Barangkali usia saya saat itu empat tahun.Saya kecil suka sekali dengan serial televisi Airwolf. Saya berusaha untuk tidak melepaskan satu episode sekali pun. Namun, suatu siang, ibu saya marah…
Merenungi COVID-19 dari Balik Jeruji*
Pilihan EditorSemasa Corona

Merenungi COVID-19 dari Balik Jeruji*

“Dilarang berkumpul.” Demikian imbauan pemerintah kepada masyarakat tentang bagaimana harus waspada menghadapi pandemi yang sedang melanda dunia. Akan tetapi, di dalam penjara lapas kota kecil ini, kami hidup berkumpul.Saya mencoba merenungkan kembali perjalanan yang saya lakukan di republik tercinta ini, melihat…
“Bunuh Diri” Semasa Corona
Pilihan EditorSemasa Corona

“Bunuh Diri” Semasa Corona

“Gue nyesel kenapa tadi gue nggak bantuin….”Kalimat itu begitu pelan keluar dari balik masker hijau yang kini harganya sudah tak jelas. Kejadiannya dua tahun lalu, tepatnya tanggal 21 Juli 2018 ketika kami sedang berdiri menunggu KRL 1791 di Stasiun Tanahabang. Penyebab ucapan itu sebenarnya sangat umum, saat kereta…
Semasa Corona di Muaradua
Pilihan EditorSemasa Corona

Semasa Corona di Muaradua

Muaradua adalah wilayah kecil yang menjadi pusat pemerintahan Kab. Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk mencapai Muaradua perlu perjalanan 7-8 jam dari Kota Palembang.Ketika warga Jakarta dan sekitarnya mulai dihebohkan oleh kasus positif COVID-19 di awal Maret, kami yang tinggal di Muaradua…
Semalam di Tli'u
Pilihan EditorTravelog

Semalam di Tli'u

Kami akan ke So’e!Tidak pernah ada di bayangan kalau saya akan mengunjungi tempat kelahiran kawan baik saya saat kuliah dulu. Bukan untuk liburan tetapi untuk summer school. Beberapa teman menyarankan saya membeli jeruk So’e saat tiba di sana. Hm… patut dicoba.Pagi itu, saya dan rombongan memenuhi bus kecil Mitra…
Menuju Oh Aem
Pilihan EditorTravelog

Menuju Oh Aem

Pagi itu, setelah mandi dan sarapan, saya terburu-buru mengangkut dua ransel saya menuju dua bus kecil yang terparkir di halaman sebuah sekolah di Oe Ekam.Sudah tiga malam sejak saya menuruni tangga burung besi di Bandara El Tari, Kupang. Saya memang sedang mengikuti sebuah summer school yang mengharuskan saya berpindah…