Travelog

Tak Sengaja Singgah ke Limanjawi Art House

Rupa-rupanya, kegabutan di siang bolong melabuhkan saya pada sebuah rumah seni yang namanya belum pernah saya dengar sebelumnya. Rekomendasi Google Maps-lah yang mengantarkan saya ke sini, ke sebuah halaman rumah dikelilingi sawah dan pepohonan. Hanya angin yang dapat saya rasakan ketika tiba di sini. Tak ada orang sama sekali. Sebuah kanvas lukis bergambar seekor binatang ditinggalkan oleh…
Read more
Itinerary

Seharian di Semarang, Bisa Traveling ke mana Aja?

Posisinya yang strategis bikin Semarang jadi kota yang pas buat transit. Nah, kalau—entah kapan—kamu harus transit di Semarang seharian, kamu bisa, lho, mengisi waktu dengan jalan-jalan ke beberapa destinasi, misalnya: Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang/Mauren…
Travelog

Mencicipi Sate Suruh di Salatiga

Suara bising klakson kendaraan memekakkan telinga. Tumben sekali Salatiga macet sore-sore begini, gumam saya dalam hati. Langit pun mulai gelap. Saya mendadak merasa takut kalau-kalau warung sate yang jadi tujuan saya sudah tutup. Saya lalu meminta rekan yang menyetir…
Itinerary

5 Rekomendasi Kafe untuk Ngopi Asyik di Semarang

Kota Semarang ternyata punya banyak tempat asyik buat menikmati secangkir kopi. Wujudnya macam-macam, dari mulai kedai kopi biasa sampai coffee shop kekinian yang venue-nya sedap dipandang. Khusus buat kamu, ini TelusuRI kasih beberapa rekomendasi tempat ngopi di…
Events

Festival Cheng Ho 2019

Tertarik samafestival bernuansa akulturasi budaya? Kalau iya, datang saja ke Festival Cheng Ho 2019 yang akan dilangsungkan 3-4 Agustus 2019 nanti di Semarang. Festival tahunan memperingati kedatangan Laksamana Cheng Hodi Semarang lebih dari enam abad silam…
Travelog

Singgah Sebentar di Klub Merby

Selepas patung katak yang lucu, saya meneruskan langkah melewati lorong Klub Merby, Semarang, yang di dindingnya tertempel banyak sekali lukisan anak-anak. Di ujung, beberapa orang perempuan berpakaian adat Jawa menyambut saya dan teman-teman blogger dengan salam…
Travelog

Ibu Zie dan Warna-warni Alami Batik Kampung Malon

Ibu Zazilah, akrab dipanggil Ibu Zie, pindah ke Kampung Malon tahun 2010 lalu mendirikan Zie Batik. Sebelum itu, sejak 2006 perempuan asal Tegal ini mengembangkan batik di Kota Semarang. Ia bahkan juga pernah tinggal dan mengajar di Kampung Batik Bubakan. Kala itu…
Travelog

“Blusukan” di Pasar Gang Baru Semarang

“Mbak. Rebung’e, Mbak!” Seorang wanita paruh baya, dari balik deretan baskom berisi rebung, menawarkan dagangannya kepada saya yang baru saja tiba di Pasar Gang Baru, Semarang. Komoditas yang dijualnya adalah bahan baku lumpia, makanan khas Semarang. Rebung-rebung…