Itinerary

Baca 7 Tips dan Trik Ini Dulu sebelum ke Jazz Gunung Bromo 2018

Nggak terasa, Jazz Gunung Bromo tahun ini bakal menginjak umur ke-10. Makin tua umurnya, festival jazz ini makin matang dan makin menarik.

Sama seperti sebelumnya, Jazz Gunung Bromo 2018 juga diadakan di Jiwa Jawa Resort Bromo. Kapan? Akhir Juli nanti.

Kalau kamu penggemar musik jazz, kamu wajib banget nonton acara ini. Nah, supaya kamu bisa nonton dengan nyaman, kayaknya kamu mesti baca ini dulu, deh:

1. Segera beli tiket Jazz Gunung Bromo 2018

festival jazz

Jazz Gunung via twitter.com/jazzgunung

Semakin cepat kamu beli tiket, semakin murah harga yang kamu dapat. Kalau bisa, kamu cari tiket yang early bird.

Sayangnya, periode early bird Jazz Gunung Bromo 2018 sudah lewat. Mulai dari 1 Maret-19 Juli 2018, tiket sudah dijual dengan harga normal.

Mending kamu segera beli tiket harga normal. Bisa aja sih kamu beli on the spot yang harganya cuma beda Rp 50.000 dari harga normal. Cuma nggak ada yang jamin kamu bakal dapat tiket atau enggak.

2. Cuti hari Kamis dan Jumat

jazz gunung bromo 2018

Penonton mulai berdatangan ke venue via instagram.com/fikrirf

Karena Jazz Gunung Bromo diadakan Jumat-Minggu, 27, 28, dan 29 Juli 2018, kayaknya kamu perlu ngambil cuti hari Kamis dan Jumat. Kecuali kamu yang punya perusahaan.

Sekurang-kurangnya, kamu masuk setengah hari saja pas Kamis dan cuti penuh keesokan harinya.

Kalau kantormu susah ngasih cuti, sebaiknya kamu mulai PDKT sama atasan dari sekarang. Buat yang kerjanya pakai shift, dari sekarang mulai cari kolega yang mau gantian shift.

3. Segera pikirkan cara menuju ke sana

jazz gunung bromo 2018

Pemain bass dan instrumen-instrumen perkusi/Yudi Tri Widodo

Akses paling gampang menuju venue Jazz Gunung Bromo 2018 adalah lewat Kota Probolinggo. Tenang saja, banyak pilihan cara menuju Probolinggo.

Pertama, kamu bisa naik kereta Sri Tanjung dari Yogyakarta. Kedua, kamu bisa naik pesawat ke Surabaya terus sambung naik bis ke Probolinggo.

Dari Probolinggo ada elf menuju Bromo. Selama kamu nyampe di Probolinggonya pas hari masih terang, kamu nggak bakal terkatung-katung di jalan.

4. Jangan lupa bawa pakaian penghangat badan

jazz gunung bromo 2018

Kabut dan pegunungan jadi latar belakang/Yudi Tri Widodo

Namanya daerah pegunungan pasti dingin lah ya. Makanya jangan lupa buat bawa jaket atau sweater supaya kamu nggak kedinginan pas di amfiteater.

“Ah, gue udah biasa naik gunung. Pake kaos aja udah cukup.” Eits, jangan sombong. Kawasan Bromo itu dinginnya beda—menusuk.

Sekurang-kurangnya, kamu mesti pakai baju lengan panjang agak tebal, misalnya kemeja flanel.

5. Banyak pilihan akomodasi, tapi pesan dari sekarang

jazz gunung bromo 2018

Suasana amfiteater/Yudi Tri Widodo

Di sekitar venue Jazz Gunung, ada beberapa alternatif akomodasi. Tinggal pilih mana yang paling sesuai dengan selera dan bujet kamu.

Tapi kamu mesti pesan dari sekarang. Semakin cepat kamu mesan, semakin besar kesempatan kamu buat dapat penginapan. Apalagi Jazz Gunung diadakan akhir pekan.

Kalau mau “go show” juga bisa, sih. Kamu bisa cari penginapan-penginapan murah di Ngadisari, dekat pos registrasi kawasan TNBTS. Ngadisari cuma sekitar 14 menit dari venue Jazz Gunung.

6. Dengerin dulu lagu-lagu musisi yang bakal tampil di Jazz Gunung 2018

jazz gunung bromo 2018

Indro Hardjodikoro the Fingers/ Yudi Tri Widodo

Rilisnya udah keluar, Sob. Jumat, 27 Juli, yang tampil Kramat Ensemble Percussion, Tohpati Bertiga, Tropical Transit, Barry Likumahuwa, dan Andre Hehanusa.

Sabtu, 28 Juli, bakal ada Ring of Fire, Surabaya Allstars: Tribute to Bubi Chen, Bintang Indrianto—Soul of Bromo, dan Barasuara.

Pas “Jazz Pagi-Pagi” tanggal 29 Juli, yang akan tampil adalah Endah N Rhesa, Bianglala Voices, dan Nonaria Bonita & The Hus Band. Dengerin lagu-lagunya dulu sebelum cus ke Jazs Gunung.

7. Main ke Lautan Pasir Bromo di sela-sela acara—atau lihat “sunrise”

jazz gunung bromo 2018

Suasana malam di Jazz Gunung via instagram.com/fikrirf

Di antara pertunjukan-pertunjukan Jazz Gunung Bromo 2018, kamu bisa jalan-jalan ke kawasan TNBTS.

Kalau niat, kamu bisa pergi lihat sunrise ke Pananjakan atau tempat-tempat seru lain di seputaran Bromo.

Tapi, kalau males bangun pagi-pagi, jalan kaki—atau naik kuda—melintasi Lautan Pasir Bromo, terus naik tangga ke Kawah Bromo, juga menarik.

Gimana? Sudah siap buat ke Jazz Gunung Bromo 2018?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Berburu Kuliner Bersejarah Khas Salatiga (1)

ItineraryNusantarasaPilihan Editor

Nasi Jangkrik, Kuliner Warisan Sunan Kudus

ItineraryPerjalanan Lestari

Ngeteh Sore di Artani, Toko Curah Ramah Lingkungan Pertama di Makassar

Itinerary

Gunung Bantur dalam Bingkai Kintamani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.