NusantarasaTravelog

Ayam Bakar Mak Gogok, Olahan Kuliner Ayam Kampung dari Blora 

“Apa yang kamu cari ketika pertama kali datang di suatu kota?” Tanya salah satu dosen ketika saya masih duduk dibangku kuliah. Jawaban saya kala itu adalah, ”Olahan kuliner khas di daerah tersebut.” 

Ketika pertama kali datang ke suatu tempat, mencicipi kuliner khas tempat tersebut menjadi hal wajib bagi sebagian besar orang. Keberagaman kuliner Indonesia memang sayang untuk dilewatkan. Sate maranggi misalnya, yang merupakan kuliner khas Purwakarta, atau mie ongklok salah satu kuliner khas Wonosobo yang kuahnya terbuat dari saripati singkong. Lalu, sate klathak yang menggunakan jeruji sepedah sebagai tusuk satenya, soto triwindu Solo yang disajikan dengan kuah bening dan daging sapi dan masih banyak lagi. 

Berbagai macam olahan kuliner ini datang dari berbagai cerita, mulai dari asal usulnya, cara pengolahannya dan hal apa yang membuat kuliner tersebut menjadi kebanggaan lokal.

Ayam bakar untuk persiapan makan siang para pelanggan/Clarissa Maharani

Ayam Bakar Mak Gogok

Perjalanan kuliner kali ini tertuju pada sebuah kabupaten yang berada di ujung perbatasan Jawa Tengah, yakni Blora. Selain terkenal sebagai kota penghasil kayu jati berkualitas, ternyata juga menyimpan beragam kuliner khas yang tidak ditemukan di daerah lainnya.  Salah satunya yang terkenal adalah Ayam Bakar Mak Gogok, terletak di Desa Genjahan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora sekitar 12 kilometer dari pusat kota. Tempat ini hanya menawarkan menu ayam (kampung) bakar  lengkap dengan lalapan dan sayur bening.

Berawal dari mulut ke mulut

Saya setuju dengan ungkapan yang menyatakan bahwa kekuatan produk adalah sebuah kunci. Sebab, jika produk itu bagus dimanapun lokasinya akan tetap dicari. Ungkapan ini sama dengan  tempat. Warung Ayam Bakar Mak Gogok yang tidak berlokasi di pinggir jalan raya, melainkan berada di area perkampungan yang masuk dalam jalan kecil. 

“Ya pada mulanya orang-orang tahu sini dari mulut ke mulut. Alhamdulilah kok lancar sampai sak niki,” ucap Bu Sarti selaku pemilik warung.

Bagian dalam warung dan deretan pajangan kliping koran tentang Ayam Bakar Mak Gogok/Clarissa Maharani

Tidak hanya kekuatan produk yang menjadi sebuah kunci. Pelayanan dan keramahan dalam menyambut pelanggan juga berpengaruh dalam perkembangan tempat ini. Dari sini timbulah feedback dari orang-orang yang menyebarkan cerita baik mengenai Warung Ayam Bakar Mak Gogok  mulai dari mulut, media cetak, media sosial dan masih banyak lagi. Bahkan pakar kuliner yang terkenal dengan jargon ‘Mak Nyus!‘ almarhum Bondan Winarno pernah menyempatkan diri untuk datang mencoba Ayam Bakar Mak Gogok.

Telah berdiri sejak tahun 1996

Lahir dari buah pikiran Bu Sarti alias Mak Gogok dan Almarhum Pak Yahman. Sebelum berjualan ayam bakar, ternyata dulu warung ini menjual nasi pecel dan gorengan. Awalnya Bu Sarti hanya diminta neneknya meracik bumbu ayam bakar sebagai hidangan tamu yang saat itu berkunjung ke rumah. Dari situlah awal mula  orang-orang tahu kelezatan olahan ayam bakar Bu Sarti alias Mak Gogok. Seiring berjalannya waktu, Bu Sarti mulai menerima pesanan dari para tetangga. Hal inilah yang kemudian menjadi awal mula berdirinya Warung Ayam Bakar Mak Gogok. 

Resep rahasia dan Metode memasak adalah kunci bertahan hingga saat ini

Dalam sehari paling sedikit warung ini menghabiskan 35 ekor ayam kampung untuk dijadikan olahan ayam bakar. Resep rahasia dan metode memasak yang berbeda diantara warung ayam bakar pada umumnya menjadi kunci bertahan hingga saat ini. Perpaduan bumbu rempah menghasilkan rasa gurih  dan lezat pada ayam bakar ini. Inilah yang membuat para pelanggan selalu ingin mencoba lagi. Selain itu, metode memasak yang digunakan membuat bumbu meresap dalam daging dan teksturnya menjadi lebih empuk.

Proses memasak sayur lodeh yang dibantu oleh saudara Bu Sarti alias Mak Gogok/Clarissa Maharani

Pokok’e semua ayam di rebus campur bumbu dasar berjam-jam di atas pawon, soale nek di presto nanti kurang meresap bumbunya. Kalau sudah, baru dikasih bumbu ayam bakar terus dibakar, “ ucap Mak Gogok.

Dalam mengolah menu ayam bakar ini, Bu Sarti alias Mak Gogok menggunakan tungku tradisional. Metode inilah yang berbeda dengan tempat lain. Sehingga, cita rasa yang dihasilkan juga berbeda dengan lainnya. 

Ayam bakar ini disajikan dengan sambal terasi, lalapan lengkap, serta daun singkong rebus. Selain itu, di sini juga menyajikan sayur bening khas rumahan seperti sayur lodeh dan sayur asem. Kombinasi inilah yang membuat cita rasa Ayam Bakar Mak Gogok semakin lezat dan mantap. Kalau ke Blora, kamu bisa menyempatkan mampir dan mencicipinya, ya!


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Menggemari perjalanan dan kuliner, selalu mengabadikan setiap momen perjalanan dengan kamera. Dan diceritakan dalam bentuk cerita

Menggemari perjalanan dan kuliner, selalu mengabadikan setiap momen perjalanan dengan kamera. Dan diceritakan dalam bentuk cerita
    Artikel Terkait
    Travelog

    Yogyakarta: dari Tebing Breksi, hingga Malioboro

    EventsNusantarasa

    30 Menit di Pameran ‘Rijsttafel: Cita Rasa Indonesia dalam Memori’

    Travelog

    Sepenggal Kisah dari Lawatan ke Pendiri Salib Putih Salatiga

    ItineraryNusantarasa

    Ada Apa dengan Babi dalam Budaya Masyarakat Batak?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    Worth reading...
    Ayam Panggang Bledug, Ikon Kuliner yang Bermula dari Sesaji