



Sabana Lembah Kidang dengan pemandangan tebing puncak Gunung Arjuno (kiri) dan salah satu aliran mata air di dekat area camp Lembah Kidang/Rifqy Faiza Rahman
Lembah Kidang 💧 (2.588 mdpl) — Pos 3 Pondokan 💧 (2.388 mdpl): +1 kilometer
- Kembali ke jalur yang sama saat berjalan dari Pos 3 Pondokan.
- Estimasi: 20—30 menit
Pos 3 Pondokan 💧 (2.388 mdpl) — Taman Dewa (2.952 mdpl): +1,8 kilometer
- Jalur selepas Pos 3 Pondokan masih dominan batu-batu makadam, karena menjadi tumpuan gerobak para penambang belerang saat naik turun untuk menambang. Treknya kombinasi tanjakan dan bonus mendatar di beberapa titik.
- Vegetasi masih didominasi cemara gunung dan terdapat beberapa pohon cantigi (manisrejo) saat mendekati kawasan Taman Dewa. Di Taman Dewa, sesuai namanya, kamu akan menjumpai banyak tanaman edelweis. Dari sini biasanya bau belerang dari kawasan puncak Welirang mulai tercium.
- Taman Dewamerupakan persimpangan jalur menuju puncak Gunung Kembar I dan II. Kamu bisa mengunjungi kedua puncak bersebelahan itu setelah dari Welirang, tetapi pastikan kondisi fisik dan perbekalanmu cukup.
- Estimasi: 2—3 jam
Taman Dewa (2.952 mdpl) — Puncak Welirang (3.156 mdpl): +1,7 kilometer
- Kontur jalur berupa jalan setapak melipir tebing dengan jurang di sisi kiri. Hati-hati dalam melangkah dan jangan sampai kebablasan mengikuti jalur penambang ke arah kiri menuju kawah. Jalur ke puncak selalu mengarah ke kanan hingga tiba di lapangan luas penuh bebatuan dan bongkahan belerang.
- Vegetasi masih didominasi edelweiss dan pohon cantigi (manisrejo)
- Dalam perjalanan ke puncak akan menemui gua batu besar di sisi kanan jalur, namanya Gua Sriti (3.126 mdpl). Terkadang ada beberapa pendaki yang camp di tanah datar di depan gua. Namun, tidak dianjurkan karena rawan badai dan bau belerang pekat dari arah puncak.
- Kawasan puncak Welirang tidak terlalu luas dan sebaiknya menggunakan masker untuk mencegah bau belerang yang menyengat dari arah kawah terbesar di bawah puncak
- Estimasi: 45—60 menit




Area Taman Dewa yang menjadi pertemuan jalur Tretes-Sumberbrantas (kiri) dan kawasan puncak Welirang dengan kepulan asap belerang yang pekat/Rifqy Faiza Rahman
Jika kamu ingin ke puncak Gunung Arjuno, rutenya sebagai berikut:
Lembah Kidang 💧(2.740 mdpl) — Percabangan Tretes-Sumberbrantas (2.868 mdpl): +1,7 kilometer
- Perjalanan ke puncak Ogal-Agil Gunung Arjuno akan melewati kawasan hutan Alas Lali Jiwo, sabana, pos Watu Gede (2.789 mdpl).
- Dari Lembah Kidang mulanya trek menanjak, lalu melandai saat menemui sabana di sisi barat, kemudian menemui tanjakan terjal penuh batuan lepas sampai percabangan jalur Tretes-Sumberbrantas.
- Estimasi: 1—1,5 jam
Percabangan Tretes-Sumberbrantas (2.868 mdpl) — Pasar Dieng (3.293 mdpl): +1,5 kilometer
- Dari percabangan, trek akan terus menanjak terjal dan nyaris tanpa bonus. Kondisi fisik dan mental diuji di jalur ini.
- Jalur ke puncak Arjuno melewati kawasan vegetasi cemara gunung, sabana kecil, cantigi gunung, dan sesekali ditumbuhi edelweis. Selepas hutan cemara, pemandangan terbuka ke arah barat. Terlihat gugusan Pegunungan Anjasmoro yang lebat dengan puncaknya yang lancip. Pegunungan Anjasmoro masih berada di dalam kawasan Tahura Raden Soerjo, tetapi terlarang untuk pendakian demi melindungi ekosistem hutan yang masih terjaga.
- Pasar Dieng merupakan dataran terbuka dengan ketinggian hampir sama dengan puncak Arjuno dan puncak Ogal-Agil. Di area ini, terdapat jejak situs bersejarah berupa tumpukan batu yang membentuk semacam dinding bekas bangunan atau altar peribadatan. Waspada angin kencang dan kabut tebal yang bisa datang secara tiba-tiba dan menyapu area ini.
- Estimasi: 2–2,5 jam




Titik percabangan jalur Tretes-Sumberbrantas (kiri) dan area Pasar Dieng/Lucky Adhita & Rifqy Faiza Rahman
Pasar Dieng (3.293 mdpl) — Puncak Sejati Arjuno (3.339 mdpl): +200 meter
- Sebelum puncak Ogal-Agil di ujung perjalanan, terdapat Puncak Sejati Arjuno yang kerap terlupakan dan terlewatkan, padahal merupakan titik tertinggi di kawasan ini. Sebab, kadang tidak ada plang atau petunjuk jelas yang menandakan tempat ini. Hampir sebagian besar pendaki memilih meneruskan langkahnya ke Puncak Ogal-Agil.
- Puncak Sejati Arjuno berada di antara Pasar Dieng dan Ogal-Agil, ditandai dengan area sempit penuh tumpukan batu-batu besar. Saat ini sudah ada plang penanda puncak dari sebuah merek outdoor lokal.
- EstimasI: 5 menit
Puncak Sejati Arjuno (3.339 mdpl) — Puncak Ogal-Agil (3.283 mdpl): +400 meter
- Meskipun puncak Ogal-Agil sudah tampak dekat, tetapi kamu harus menuruni jalur terjal penuh batu terlebih dahulu sampai ke sebuah dataran kecil. Dataran tersebut merupakan persimpangan jalur dari arah Tretes dan Sumberbrantas bertemu dengan jalur Tambaksari dan Lawang. Dari sini kamu tinggal menapaki anak tangga kecil dari batu sampai ke puncak.
- Puncak Ogal-Agil ditandai dengan batu-batu besar yang sayangnya penuh dengan coretan vandalisme pendaki usil. Waspada dan tetap fokus saat beraktivitas karena lokasi puncak yang berbatasan langsung dengan jurang dalam ratusan meter.
- Seperti halnya di Puncak Sejati Arjuno, dari puncak Ogal-Agil kamu bisa melihat pemandangan Pegunungan Tengger dan Semeru, Gunung Argopuro, Gunung Raung, Gunung Penanggungan, Gunung Panderman, Gunung Butak, Gunung Kawi, Gunung Wilis, dan Gunung Kelud
- EstimasI: 15 menit




Puncak Sejati Arjuno (kiri) dan puncak Ogal-Agil dengan latar belakang pemandangan Pegunungan Tengger-Semeru/Rifqy Faiza Rahman
Baca informasi berikutnya tentang akses transportasi, akomodasi, dan tips menjadi pendaki bijak:

