ITINERARY

Panduan Pendakian Gunung Arjuno-Welirang dan Gunung Kembar I-II via Sumberbrantas

Trek menanjak menuju puncak Kembar II (kiri) dan pemandangan sunset saat cuaca cerah/Rifqy Faiza Rahman

Lembah Lengkehan (2.932 mdpl) — Puncak Gunung Kembar II (3.126 mdpl): +800 meter

  • Setelah turun dari puncak Arjuno dan puncak Ogal-Agil, biasanya pendaki akan istirahat sejenak di Lembah Lengkehan. Perjalanan ke puncak Gunung Kembar II umumnya favorit dilakukan kebanyakan pendaki untuk mendapatkan momen matahari terbenam (sunset).
  • Trek dari Lembah Lengkehan menuju puncak Kembar II sangat jelas, tetapi terjal. Jalur didominasi tanah pasir dan kerikil yang cukup licin. Waspada dengan beberapa titik lubang sulfatara (belerang) di area puncak yang asapnya kadang menyengat.
  • Dari puncak Gunung Kembar II, saat cuaca cerah akan terlihat Gunung Arjuno, Gunung Kembar I, Gunung Welirang, dan gunung-gunung lain yang juga terlihat di puncak Arjuno.
  • Estimasi: 30–45 menit

Pemandangan sunrise dari puncak Kembar I (kiri) dan Taman Dewa, pertemuan jalur Sumberbrantas-Tretes menuju puncak Welirang/Lucky Adhita & Rifqy Faiza Rahman

Jika kamu ingin melanjutkan ke puncak Gunung Welirang, rutenya sebagai berikut:

Lembah Lengkehan (2.932 mdpl) — Puncak Gunung Kembar I (3.058 mdpl): +500 meter

  • Jika belum berkesempatan mendapatkan momen matahari terbit (sunrise) dari puncak Arjuno, kamu bisa mencobanya di puncak Gunung Kembar I. Alih-alih ngoyo mengejar momen sunrise ke Welirang, lebih baik menikmati matahari terbit di puncak Kembar I saja. Sebab, puncak ini pasti dilewati jika akan ke Welirang. Disarankan berangkat dari camp sekitar pukul 04.30.
  • Trek dari Lembah Lengkehan menuju puncak Kembar I lebih terjal dan licin daripada ke Kembar II. Harap fokus dan waspada lebih ketika perjalanan turun kembali ke camp Lembah Lengkehan, karena rawan tergelincir dan jatuh ke jurang. 
  • Sama seperti puncak Kembar II, di area puncak Kembar I terdapat beberapa titik lubang sulfatara. Di bawah puncak ini terdapat area cekungan sabana yang menunjukkan bekas kawah di masa lampau.
  • Estimasi: 30 menit

Puncak Gunung Kembar I (3.058 mdpl) — Taman Dewa (2.952 mdpl): +600 meter

  • Taman Dewa atau taman edelweis sudah terlihat jelas dari puncak Kembar I. Trek menuju Taman Dewa cenderung menurun dan cukup terjal penuh batuan lepas.
  • Taman Dewa merupakan area penuh edelweis, padang rumput, dan cantigi, sekaligus pertemuan jalur Sumberbrantas dengan Tretes. Dari sini, jalur ke Puncak Welirang tidak seberat dan seterjal jalur dari Lapangan Kotak ke Puncak Arjuno.
  • Estimasi: 15–20 menit

Satu dari banyak titik bongkahan belerang aktif di kawasan puncak Welirang (kiri) dan area puncak tertinggi Gunung Welirang/Rifqy Faiza Rahman

Taman Dewa (2.952 mdpl) — Puncak Welirang (3.156 mdpl): +1,7 kilometer

  • Dari Taman Dewa, trek relatif datar menyusuri lorong teduh di antara pohon-pohon cantigi berukuran besar yang menaungi jalur. Selanjutnya, kamu akan melewati jalan setapak melipir tebing dengan jurang di sisi kiri. Hati-hati dalam melangkah dan jangan sampai kebablasan mengikuti jalur penambang ke arah kiri menuju kawah. Jalur ke puncak selalu mengarah ke kanan hingga tiba di lapangan luas penuh bebatuan dan bongkahan belerang.
  • Dalam perjalanan ke puncak akan menemui cerukan batu besar bernama Gua Sriti (3.126 mdpl). Dulu pernah beberapa pendaki yang camp di tanah datar di depan gua, yang juga terlihat tumpukan batu-batu menyerupai dinding bekas situs bersejarah di masa lampau. Namun, tidak dianjurkan karena rawan badai dan bau belerang pekat dari arah puncak.
  • Dari Gua Sriti, dianjurkan mengarah ke sisi timur gua yang menanjak sampai tiba di dataran di atas gua ini. Tujuannya menghindari paparan asap belerang pekat yang ada di barat jalur gua. Dari sini, puncak Welirang sudah terlihat. Waspada dengan kepulan asap belerang yang bisa mengganggu pernapasan. Sebaiknya membawa kacamata dan masker atau buff untuk melindungi mata dan hidung, serta membawa bekal air yang cukup untuk mencegah tenggorokan kering.
  • Kawasan puncak Welirang tidak terlalu luas, tetapi saat cerah pemandangan di sekitarnya begitu memanjakan mata. Keberadaan kawah belerang aktif di Welirang membuat bentang alamnya sangat gersang dan serba putih, kontras dengan puncak Arjuno. Kamu tidak disarankan berada di puncak Welirang terlalu lama (maksimal 30 menit), mengantisipasi kabut yang bisa datang tiba-tiba dan arah angin bisa berubah arah untuk membawa paparan asap belerang dari kawah.
  • Estimasi: 1–1,5 jam

Baca informasi berikutnya tentang akses transportasi, akomodasi, dan tips menjadi pendaki bijak:

Avatar photo

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Worth reading...
7 Summits Jawa Timur, Gunung Mana yang Belum Pernah Kamu Daki?