ItineraryNusantarasa

Kuliner Khas Malang yang Legendaris

Malang biasanya sebagai daerah singgahan wisatawan saat ingin berlibur ke Semeru atau Bromo. Tak heran jika waktu libur tiba, Malang selalu padat pengunjung bahkan hingga ke daerah pinggirannya. Selain tempat wisatanya, di daerah ini juga terdapat banyak kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Beberapa diantaranya hanya bisa ditemukan di Malang saja lho!

Di bawah ini ada beberapa rekomendasi kuliner legendaris yang ada di Malang, penasaran? Yuk cari tahu apa saja menu yang bisa muat ke dalam perutmu!

Pos Ketan Legenda

Pos Ketan Legenda
Pos Ketan Legenda Flickr/Fachri Reza

Kalau kamu ke Malang pastikan untuk mampir ke Pos Ketan Legenda yang ada di dekat Alun-Alun Batu Malang. Kuliner satu ini memang sudah melegenda dan banyak wisatawan yang mampir untuk mencicipinya. 

Pos Ketan Legenda menyajikan olahan nasi ketan yang dicampur dengan banyak toping seperti coklat, keju, original, sampai durian. Jangan heran jika harus mengantre lama untuk mendapatkan tempat dan makanannya, ya!

Soto Ayam Lombok

Soto Ayam Mbok Lombok
Soto Ayam Mbok Lombok via Flickr/Kwong Weng Yong

Dinamakan Soto Ayam Lombok karena berasal dari daerah bernama Lombok. Warung ini pertama kali buka pada tahun 1955 dan sekarang sudah memiliki banyak cabang tersebar di Kota Malang. 

Dalam semangkuk soto terdapat suwiran daging sapi atau ayam, telur, taoge, dan siraman kuah soto yang kental akan bumbu rempahnya. Soto ini lebih cocok dinikmati saat pagi hari dan malam hari dikala suhu di Malang sedang dingin-dinginnya. 

Ronde Titoni

Ronde Titoni via Instagram urukyu
Ronde Titoni via Instagram urukyu

Saat malam hari tiba maka kuliner yang wajib diburu di Malang adalah Ronde Titoni. Wedang ronde adalah minuman tradisional yang terbuat dari kuah jahe dengan ronde berbentuk bulat dan tambahan kacang panggang di dalamnya. 

Rasa hangat dari kuah jahenya dan dua buah ronde akan cocok sebagai hidangan penutup malam di Malang. Kedai ini sudah ada sejak 73 tahun lalu tepatnya di tahun 1948 dan masih tetap menjadi idaman wisatawan yang datang ke Malang.

Sego Resek

Sesuai namanya, Sego Resek atau dalam Bahasa Indonesia berarti nasi sampah memiliki tampilan yang acak-acakan. Walau tampilannya tak beraturan justru membuat Sego Resek ini makin diminati.

Sebetulnya, sego resek ini adalah nasi goreng yang di masak menggunakan arang sehingga cita rasanya sangat khas. Racikan bumbu rempah-rempahnya cukup kuat dengan aneka toping seperti telur, suwiran ayam, potongan timun, dan aneka lauk memang sangat menggoda. 

Lokasi warungnya ada di Jalan Brigjend Katamso, Kauman, Klojen, Malang yang tak jauh dari Alun-Alun Kota Malang. 

Depot Rawon Nguling

Rawon Ngguling via Flickr Aulia Halimatussadiah
Rawon Ngguling via Flickr/Aulia Halimatussadiah

Jika kamu sedang liburan singkat di Malang, setidaknya mampirlah ke Depot Rawon Nguling. Tempatnya memang sudah ada sejak tahun 1942 dan selalu ramai hingga sekarang. Ada dua menu rawon yang bisa dipesan yaitu rawon dhengkul dan rawon biasa.

Sajian rawon dengan kuah yang kental serta daging yang empuk sangat cocok dinikmati bersama seporsi nasi hangat. Ukuran porsi rawon di sini cukup besar, jadi bisa buat dua orang jika makanmu tidak terlalu banyak. Kamu bisa datang ke Jalan Zainul Arifin No. 62, Klojen, Malang. Warung makannya buka dari jam 7 pagi hingga jam setengah 4 sore. 

Tahu Lontong Lonceng

Ditengah kemajuan cita rasa yang terus berkembang, tahu lontong Lonceng masih tetap mempertahankan cita rasanya. Lontong yang dicampur dengan irisan tahu, taoge, seledri, dan siraman saus kacang yang pedas bisa mengisi perutmu sampai puas.

Tempatnya memang tidak terlalu besar sehingga saat jam istirahat kantor pasti akan berdesak-desakan dengan pengunjung lain. 

Untuk menuju ke warungnya, kamu bisa mengarahkan kendaraan ke Jalan Martadinata No. 66, Kota Malang. Lokasinya dekat dengan Klenteng Eng Ang Kiong di Kawasan Pasar Besar. 

Rawon Brintik

Rawon Brintik
Rawon Brintik via Flickr/Fredy Sadikun Halim

Sepiring nasi hangat dengan sajian daging sapi yang empuk khas Rawon Brintik pasti bisa membuat hari-harimu menyenangkan. Kuah rawonnya yang kaya akan rempah-rempah ditambah dengan taoge sangat cocok disantap bersama udara dingin di Kota Malang.

Rawon Brintik termasuk kuliner legendaris di Malang karena sudah ada sejak 1942. Sampai sekarang dijalankan oleh generasi keempatnya dan tetap menjaga resep aslinya.

Seporsi rawon Brintik ini bisa kamu dapatkan di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 39, Sukoharjo, Klojen, Malang. 

Toko Oen

Toko Oen Malang
Toko Oen via Flickr/Gert-Jan Wiarda

Suasana jadul memang cocok disematkan ketika kamu masuk pertama kali ke Toko Oen. Bangunannya terlihat tua dan dekorasi seadanya ala tempo dulu memang menjadi ciri khas warung makan ini. Pertama kali, Toko Oen buka pada tahun 1930 dan masih bertahan hingga sekarang.

Menu yang paling rekomendasi di tempat ini adalah aneka es krim jadulnya dan kue-kue homemade-nya. Kamu bisa datang langsung ke Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 5, Kauman, Klojen, Kota Malang untuk bisa menikmati kuliner yang ada di sini. 

Es Tawon Kidul

Walau memiliki nama yang unik, Es Tawon Kidul bukan menu yang di dalamnya terdapat tawon atau lebah beneran. Dinamakan Es Tawon Kidul karena dulunya berjualan di bawah pohon asam yang ada sarang tawonnya. 

Menu yang ada di warung ini hanyalah es campur saja dengan aneka isian di dalamnya. Segelas Es Tawon terdapat cincau, cendol, kacang hijau, blewah, sirup, tape, dan mutiara. Sajian ini memang lebih cocok dinikmati saat siang hari karena lebih memuaskan dahaga.

Puthu Lanang

Es Putu Lanang
Es Puthu Lanang via Flickr/toeanrio1

Jika kamu penasaran dengan rasa jajanan pasar tradisional maka datang saja ke Puthu Lanang. Di tempat ini kamu akan menemukan kue dan camilan jadul seperti klepon, cenil, kue putu, lupis, dan masih banyak lagi.

Sajian kuliner ini memang sudah jarang ditemukan karena keberadaannya sudah tergeser dengan cita rasa modern. Untuk itu jika kamu sedang berada di Malang, tak ada salahnya untuk mampir ke tempat ini, ya!

Lokasinya ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gang Buntu, Klojen, Malang. Harga seporsinya sangat murah, yaitu dari Rp5 ribuan sampai Rp10 ribuan.

Sate Gebug 1920

Rekomendasi kuliner Malang terakhir adalah Sate Gebug yang beralamat di Jalan basuki Rachmat No. 113A, Kota Malang. Sepintas jika dilihat dari luar tidak akan tampak jika warung ini ternyata berjualan sate. Sate Gebug memiliki bangunan bernuansa zaman Belanda dan tidak terlalu diubah sejak pertama kali menempatinya. Didirikan sejak tahun 1920 dan sekarang berjalan sampai generasi ketiganya tetap mempertahankan cita rasa yang asli. 

Selain sate gebuk ada juga menu lain yang wajib dicoba yaitu sop, soto, dan rawon yang semuanya juga berbahan daging sapi. Daging sapi yang dipilih sangat berkualitas sampai-sampai jika pengelolanya tidak mendapatkan daging yang berkualitas maka lebih memilih untuk menutup warungnya. 

Tak ada salahnya untuk menyisakan dua hari saja saat berlibur ke Malang untuk berburu kulinernya. Dijamin perut bakalan kenyang dan puas mencicipi berbagai kuliner yang khas di Malang. 

Selain kuliner di atas, kamu juga bisa berburu sendiri ke setiap sudut jalanannya. Tentu saja karena masih banyak kuliner yang lezat lain tapi belum banyak dipublikasikan oleh media. 


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Kerupuk Klenteng Bojonegoro, Warisan Legendaris yang Tetap Eksis Sejak 1929

Itinerary

Road Trip ke Pulau Sabu dan Menggila Bersama Bento

Itinerary

"Playlist" Buat Kamu yang Rindu Berderu Bersama Ombak

Itinerary

Desa Wisata Ngargoretno, Wisata Alam dengan Kearifan Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *