ItineraryPilihan Editor

Bersepeda Menelusurinya, 4 Kota Ini Bakal Bikin Kamu Jatuh Cinta

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menjelajahi sebuah kota yang sedang kamu kunjungi. Kamu bisa memakai jasa seorang guide. Jika memiliki teman di kota tersebut kamu bisa minta antar dia. Kamu juga bisa berjalan kaki atau memanfaatkan transportasi umum, yang modalnya cuma satu: berani bertanya. Atau, ada sebuah opsi lain yang layak sekali untuk dipertimbangkan, yakni bersepeda.

Kota-kota di bawah ini sangat cocok apabila kamu jelajahi dengan sepeda. Mungkin tidak semuanya menawarkan kenyamanan bagi para pengayuh pedal. Tetapi, sekali kamu menjelajahi kota-kota ini dengan bersepeda, kamu akan jatuh cinta pada mereka.

1. Bandung

bersepeda

Di depan Gedung Sate Bandung/Inanta Indra Pradana

Julukan kerennya Paris van Java. Walikotanya sangat hobi bersepeda—kamu bisa cek Instagramnya kalau tidak percaya. Kota dengan morfologi perbukitan ini memiliki jalanan naik-turun yang memaksamu untuk mengeluarkan energi lebih saat ber-boseh ria. Tapi, energi yang keluar itu tidak akan terbuang percuma sebab sembari mengayuh pedal kamu juga bisa sekalian menikmati keindahan kota yang dihuni oleh orang-orang kreatif ini. Ada banyak jalur yang bisa kamu jelajahi.

Ibukota Jawa Barat ini sedang berbenah untuk mengatasi kemacetan yang mulai menghantuinya. Demi menjadikan Bandung sebagai kota untuk manusia yang tidak lagi penuh sesak oleh kendaraan bermotor, fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda mulai dikembangkan. Mau bersepeda di kota ini tapi tak bawa sepeda dari rumah? Tenang saja. Ada fasilitas “Bike Sharing” di lokasi-lokasi strategis yang bisa kamu pakai untuk menjelajahi kota ini secara perlahan, untuk membuktikan kalimat: “Bandung diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum.” Kayuh sepedamu, nikmati setiap detiknya dan rasakan cinta yang hangat hadir di relung hatimu yang terdalam.

2. Solo

bersepeda

Bersama komunitas sepeda Solo/Inanta Indra Pradana

Akrab disebut Solo, sebenarnya nama resminya Surakarta. Seperti halnya kota lain di Jawa Tengah, di sini kamu masih dapat menemukan banyak orang bersepeda ke sana kemari. “Ngepit” istilahnya. Budaya Jawa yang sangat kental dengan keberadaan keraton menjadi sisi menarik yang dapat kamu nikmati dengan bersepeda. Dinding-dinding tinggi istana keraton memberimu jalur serupa kota-kota tua di Eropa sana. Sebuah pengalaman yang tentunya tidak ingin kamu lewatkan.

Orang mengidentikkan kota ini dengan segala sesuatu yang berjalan perlahan tapi pasti (alon asal kelakon), karena memang begitulah cara terbaik menelusuri kota ini. Mengayuh sepeda dengan perlahan, menikmati ritme yang tidak secepat kehidupan di kota besar, kamu tidak hanya akan menemukan keindahan kota tapi juga sapa ramah dan senyum tulus warganya yang bikin betah untuk tinggal sedikit lebih lama. By the way, Presiden kita yang suka memberi sepeda itu berasal dari kota ini, lho. Sekali waktu kita dapat menemukannya sedang bersepeda di sana.

3. Surabaya

bersepeda

Bersepeda di Surabaya/Inanta Indra Pradana

Mendengar namanya saja sudah ada satu hal yang terbayang: panas. Kota terbesar kedua di Indonesia ini memang terkenal diberkahi Tuhan dengan sinar matahari yang melimpah ruah. Tentu akan jadi pertanyaan tersendiri bagaimana mungkin bisa jatuh cinta dengan bersepeda di sana?

Percayalah, kota ini memiliki semua persyaratan untuk membuatmu terpesona: areal perkotaan yang luas dengan lanskap yang mendatar, bangunan-bangunan tua bersejarah yang sudah ada sejak zaman perjuangan, pesisir pantai dan pelabuhan yang memanjakan matamu dengan senja yang merona, serta kawasan perbukitan yang akan memberimu tantangan untuk ditaklukkan. Cobalah bersepeda malam hari di sekitaran Kota Tua Surabaya. Cahaya lampu kota yang menyinari pusaka-pusaka yang terpelihara akan memberimu kenangan tak terlupa.

Bingung mau ke mana, kamu tinggal hubungi teman-teman komunitas sepeda yang ada di kota ini. Mereka akan dengan senang hati mengantarkanmu mancal ke mana saja. Ada puluhan komunitas sepeda di Surabaya, mulai dari penggemar sepeda tua hingga low rider, dari mereka yang suka menjelajah jalur pegunungan hingga mereka yang sangat paham tempat-tempat terbaik untuk makan. Mereka tidak hanya akan sekadar mengantarkan, tapi juga akan menjadi teman yang menyenangkan selama perjalanan.

4. Makassar

bersepeda

Bersepeda di Makassar via Info Celebes

Bertualang dengan sepeda di Makassar tentunya merupakan sebuah tantangan yang seharusnya tidak boleh dilewatkan oleh siapapun yang berkesempatan mampir ke kota yang dulunya bernama Ujung Pandang itu. Berada di garis pantai, Makassar memiliki jalanan tepi pantai yang cocok dinikmati saat pagi ataupun sore hari. Belum lagi keberadaan tempat-tempat seperti Benteng Fort Rotterdam yang tentunya akan bagus untuk diabadikan dan diunggah di media sosial.

Serunya lagi, jarak antartempat di sini tidak begitu jauh. Menelusuri kota ini dalam waktu satu hari dengan bersepeda akan memberi kepuasan tersendiri bagi siapapun yang melakukannya. Kelezatan kuliner seperti Sop Konro dan Es Pisang Ijo dapat memberi energi tambahan untuk gowes lebih lama di sini. Senyuman dan keramahan khas belahan timur Indonesia yang kamu temui sepanjang perjalanan akan selalu melekat dalam memorimu dan memaksamu untuk kembali lagi.

Sebenarnya masih banyak kota lain yang bisa bikin kamu jatuh cinta saat menjelajahinya dengan bersepeda. Bahkan, mungkin kotamu sendiri bisa memberikan perasaan yang sama. Kenapa kamu tidak mencoba melakukannya? Simpan motor dan mobilmu, kayuh sepeda, jelajahi tempat-tempat baru, dan temukan bahwa matamu akan melihat lebih banyak hal yang sebelumnya terlewatkan dan mungkin tidak kamu sadari keberadaannya. Selamat bersepeda!

 

 

Inanta Indra Pradana

Istirahat dan makan di Sidoarjo, memburu rezeki di Surabaya. Cukup sering menghabiskan akhir pekan di alam terbuka dan tidur dalam tenda.
Related posts
Itinerary

4 Jurus Jitu buat Traveling Keliling Indonesia

Itinerary

7 Ide untuk Mengisi Libur Panjang

Itinerary

5 Alasan Kenapa Kamu Mesti Traveling dengan “Backpack”

Itinerary

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan di Sekitar Pantai Parangtritis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *