

Dalam perlintasan sejarah, sungai kerap dibayangkan sebagai jalur utama terjadinya pertukaran budaya. Dari alirannya, terjadi pertemuan antarkomunitas, berbagai komoditas, serta bahasa dan kebudayaan. Sehingga dari sungai, jalur migrasi dan distribusi menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan


Bagi seseorang yang menghabiskan waktu setahun penuh memandang lanskap Oman yang gersang, ingatan tentang air mengalir dan hamparan hijau adalah sebuah kemewahan yang subtil. Sejauh mata memandang di perantauan selama setahun ke belakang, garis cakrawala


Kepergian seorang pesohor meninggalkan kesan mendalam bagi yang pernah bertemu dengannya. Apalagi di kancah pendakian internasional. Perkenalan dan tegur sapa dengan sesama petualang lintas benua, jadi kenangan tak terlupakan. Ini pula yang dirasakan Sofyan Arief


Hari itu, sebetulnya saya hendak bertandang ke Magelang untuk sekadar jalan-jalan menikmati angin siang yang segar. Namun, entah mengapa, hati saya berkeinginan lain. Di Google Maps, saya dengan mendadak terpikir untuk menelusuri situs yang “terabaikan”.


Rijsttafel bukan sekadar sesi makan biasa. Ia adalah sebuah manifestasi identitas kuliner hibrida yang mempertemukan kekayaan agraria Nusantara dengan formalitas jamuan aristokratik ala Barat. Secara harfiah, rijsttafel diterjemahkan sebagai rice table atau "meja nasi", sebuah


Sudah lama mau ke Sadarehe lagi. Baru ada kesempatan, Sabtu (4/7/2026). Dari rumah di Kota Cirebon, saya berangkat pukul 06.00 WIB. Sengaja tidak dini hari, biar lebih jelas mengingat rute saat ke sana pertama kali,


Siang itu, Jumat (15/5/2026), matahari tepat berada di atas kepala saya. Dari corong masjid di dekat Pelabuhan Sangsit, Buleleng, Bali, suara khotbah terdengar lantang. Pada saat yang sama, kapal dari pulau seberang yang ditunggu-tunggu masyarakat


“Laut itu luas, tidak mungkin sebuah suku!” tegas Zakaria. Sambil mengacungkan telunjuk, ia melanjutkan, “Kami ini suku Duanu.” Saya amati lelaki tua ini. Tubuhnya kecil, berkulit legam, dan meskipun kulitnya sudah mengendur, dari genggaman tangannya
Arah Singgah berupaya menguak sisi-sisi menarik sekaligus menyentuh dari sebuah perjalanan. Menjadi pelantang suara-suara alam dan manusia yang kurang terdengar publik.



