Rupa-rupa yang Gentar dan Gemetar
Events

Rupa-rupa yang Gentar dan Gemetar

April lalu Djaduk Ferianto hadir di Rumah Banjarsari Solo dalam diskusi berkenaan proses kreatif Bagong Kussudiardja, khususnya menyoal seni tari. Itulah mula perkenalan saya dengan sosok Bagong. Perkenalan terlambat yang saya nikmati, seperti halnya perkenalan-perkenalan lain dengan “orang-orang besar” yang baru terjadi…
"Menakar yang Gentar dan Gemetar" di Ruang Seni Rupa
Events

"Menakar yang Gentar dan Gemetar" di Ruang Seni Rupa

Kalau kamu lagi lelah menghadapi semuanya—sekolah, pekerjaan, dagelan politik—nggak ada salahnya buat traveling ke Jogja dan mampir ke Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK). Kenapa? Soalnya bulan November-Desember ini bakalan ada salah satu acara khas PSBK, yakni pameran Ruang Seni Rupa (RSR). Kamu bisa relaks di Jogja…
Pameran “Sirkuit: Ahli Waris Etape Satu” di PSBK
Events

Pameran “Sirkuit: Ahli Waris Etape Satu” di PSBK

Meskipun seniman kawakan Alm. Bagong Kussudiardja (BK) sudah berpulang beberapa tahun yang lalu, ia masih tetap hidup dalam semangat para pewarisnya. Bagong Kussudiardja via psbk.or.id Maka, untuk memperingati 90/60/40 Annivesary Year 2018, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bakal ngadain sebuah pameran spesial yang bakal…
“Sampai Hari Ini” PSBK Mampir di Jakarta
Events

“Sampai Hari Ini” PSBK Mampir di Jakarta

Setelah sukses menyelenggarakan pertunjukan “Sampai Hari Ini” di Jagongan Wagen, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Bantul, September lalu, para seniman penerima beasiswa Program Seniman Pasca Terampil 2017 bakal mampir di Jakarta. Karya yang dipertunjukkan pada “Sampai Hari Ini” terinspirasi dari Kitab Omong…
“Suluk Matahari,” Dialog Musik Jepang dan Indonesia
Events

“Suluk Matahari,” Dialog Musik Jepang dan Indonesia

Budaya pop Jepang sudah lama masuk ke Indonesia. Anak kecil nggak bisa dipisahkan dari kartun dan komik Jepang, remaja gaul pasti (pernah) nonton anime yang agak berat dan dengerin musik “j-rock,” sementara yang agak lebih tua senang buku-bukunya Haruki Murakami. Tapi, kalau cuma sekadar itu, kita hanya jadi pasar. Sekarang…