Berjalan Menembus Hujan di Jalan Asia Afrika Bandung
Travelog

Berjalan Menembus Hujan di Jalan Asia Afrika Bandung

Minggu, 25 Oktober, setelah menunaikan hal yang mesti kulakukan setiap bulan di pekan keempat, aku turun ke Jalan Asia Afrika, jalan penuh sejarah di Kota Bandung, untuk melepas kepenatan. Sayangnya, seturun dari bus kota jurusan Cicaheum-Cibeureum, aku langsung disambut hujan yang begitu deras. Terpaksa aku berteduh bersama…
Piknik bersama Keponakan dan Cucu ke Taman Ade Irma Suryani
Travelog

Piknik bersama Keponakan dan Cucu ke Taman Ade Irma Suryani

Keponakan dari Garut yang usianya baru enam tahun datang ke Bandung. Tentunya anak itu juga ingin main ke tempat-tempat wisata. Kata istriku, kasihan mereka jauh-jauh datang ke Bandung kalau tak diajak jalan-jalan. Diajak main, anak-anak pasti akan senang. Uangku terbatas waktu itu. Jika kupaksakan mampir ke tempat wisata…
Mampir ke Penangkaran Penyu Ujung Genteng
Travelog

Mampir ke Penangkaran Penyu Ujung Genteng

Libur dua hari Sabtu Minggu sejujurnya adalah kesempatan langka bagi saya yang bekerja di industri jasa. Jadi kesempatan libur kali ini tak saya sia-siakan. Saya langsung mengajak kawan-kawan lama untuk sekadar “gas tipis-tipis.” Kali ini saya memilih wisata air, dengan harapan di tempat itu tersedia sinyal agar saya tetap…
Belajar Silat Cimande
Travelog

Belajar Silat Cimande

Gerak tangan-tangan menembus udara di sekitar kami hingga berembus. Lengan-lengan yang mengayun dengan kokoh itu membentuk semacam pagar penghalang bagi siapa pun yang mencoba menyentuh badan. Otot-otot tampak mengeras, mengancam dari balik kulit. Kelid, begitu nama jurus itu, diperagakan oleh Uwa Dama dan Ki Didih, dua orang…
Ciremai dan Kesempatan Kedua
Pilihan EditorTravelog

Ciremai dan Kesempatan Kedua

Musim penghujan memulai giliran jaganya. Sebagian menyambutnya dengan bersukaria menikmati air yang tumpah dari langit, ada pula yang bersedih karena musim basah diawali banjir, sebagian lagi menerima kedatangannya dengan bernostalgia. Saya masuk golongan yang terakhir disebut. Mungkin kopi yang saya seruput ini yang bikin…
Taman (New) Papandayan
Travelog

Taman (New) Papandayan

Banyak drama [tentang COVID-19] dalam lima bulan terakhir ini. Sebagai orang yang tak senang drama, tentunya hal ini persoalan bagi saya. Namun, rasa-rasanya memang mustahil untuk menghindar dari berita tentang COVID-19 meskipun kita mematikan paket data. Saya, yang semula ingin menyelesaikan membaca buku yang sudah lama…
Mengenang Pangalengan
Travelog

Mengenang Pangalengan

Dengan hamparan kebun teh, kentang, dan kopi Malabar, Pangalengan tidak sepopuler Ciwidey. Padahal jaraknya cukup berdekatan. Di salah satu desa di Pangalenganlah saya menghabiskan waktu setahun lebih tinggal di sebuah rumah kontrakan tiga kamar. Sang pemilik kontrakan berbaik hati menyewakan rumah beserta isinya dengan…
Pelajaran dari Baduy
Travelog

Pelajaran dari Baduy

Bersentuhan dengan suku-suku yang mengasingkan diri dari kehidupan modern pertama kali saya lakukan saat mengunjungi Baduy. Urang Baduy atau urang Kanekes menghuni kawasan Pegunungan Kendeng, sekitar 40 km dari kota Rangkasbitung. Suasana dingin pegunungan ditambah kicauan burung menjadi ucapan selamat datang bagi saya begitu…
Cikuray, Kecil-kecil Cabe Rawit
Travelog

Cikuray, Kecil-kecil Cabe Rawit

Garut. Sejak dahulu kala daerah ini tenar sebagai Swiss van Java. Bentang pegunungan yang mengelilinginya—Gunung Guntur, Papandayan, Cikuray, Haruman, dan Talaga Bodas—menjadi alasan di balik pemberian gelar tersebut. Daerah ini memang dikelilingi beberapa gunung, . Raja Leopold dan permaisurinya, Astrid, dari Belgia pernah…
Menelusuri Jejak Bosscha di Pangalengan
Travelog

Menelusuri Jejak Bosscha di Pangalengan

Rumah Bosscha memang tidak sepopuler Observatorium Bosscha. Observatorium yang terletak di Lembang itu selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan di akhir pekan, berbeda dari Rumah Bosscha di Pangalengan. Namun, jika ingin menelusuri kisah perjalanan Karel Albert Rudolf (K.A.R.) Bosscha, sudah sepatutnya kamu mengunjungi Rumah…