Travelog

Angkot D102 Trayek Parung Bingung-Pondok Labu

Semula saya mengira sedang berada di klub malam. Ternyata tidak. Ini angkot. Bagaimana tidak? Lampu warna-warni seperti ini terlalu gemerlap untuk sebuah angkot. Pengeras suara yang dipasang hampir di setiap sisi barangkali cukup untuk bikin ratusan orang bergoyang semalam suntuk di sebuah klub malam Canggu. Desibel tinggi itu pun sukses membuat beberapa orang perempuan—yang kebetulan ini…
Read more
Travelog

Makan di "Fancy Warteg"

Sebagai kaum urban Jakarta, di akhir bulan, saat dompet menipis, saldo ATM meniris, sementara gaji masih belum dibingkis, apa yang akan kamu lakukan untuk menenangkan perut yang keroncongan? Kalau bisa masak, mungkin kamu bakal ke warung, swalayan, atau pasar untuk beli…
Travelog

Buka Puasa Menyantap Nasi Ulam Misjaya

Gong mulai dipukul dan berdengung kencang. Lilin-lilin mulai menyala. Lampion-lampion yang menggantung juga mulai memancar. Cahayanya membuat pilar-pilar dan sudut-sudut wihara yang terletak di barat Jakarta itu kelihatan makin elegan. Malam itu terasa begitu indah, sebab…
Pilihan EditorTravelog

Sah Jadi Slanker di Slankafe

Bait demi bait sebuah lagu dari bank rock kenamaan Indonesia, Slank, mengalun merdu. Judulnya “Terlalu Manis,” dirilis tahun 1991 dalam album “Kampungan.” Tapi, frasa Terlalu Manis ternyata nggak cuma jadi judul lagu band yang digawangi Kaka dkk. itu, tapi juga jadi…
Interval

Yang (Ter)Asing di Jakarta Raya

Saya seorang turis di gerbong Commuter Line, menengok ke sana kemari seperti baru kemarin tiba di Jakarta Raya. Rasanya seperti berdiri di tengah-tengah “kita” dan “mereka.” Seperti ada yang cerai antara saya dan ibu kota, tapi tak seutuhnya putus. Seperti turis…