Events

Pameran CREATE Moments Jadi Ruang Menyuarakan Anti Kekerasan dan Keberagaman

Konsorsium Creative Youth for Tolerance (CREATE) menyelenggarakan “CREATE Moments: Pameran Seni Siswa Nasional untuk Toleransi, Anti Kekerasan, dan Keberagaman”, pada 1-4 Desember 2022, di Museum Nasional, Jakarta. Kegiatan merupakan puncak dari pameran-pameran sebelumnya yang sudah terselenggara secara serentak di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan pada September 2022 lalu.

“Mengedukasi orang muda mengenai toleransi dan perdamaian menjadi hal yang menantang bagi para orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat sipil terutama dalam konteks pandemi dan konteks politik elektoral yang kerap penuh dengan kebencian, disinformasi dan kekerasan. Namun, menyaksikan bagaimana para siswa SMA, Madrasah Aliyah dan sederajat belajar mengelola perbedaan dan berkolaborasi satu sama lain membuat saya percaya bahwa ada masa depan yang lebih cerah bagi generasi yang akan datang dan bagi bangsa ini, ” ujar Dewi Suralaga, Board Yayasan Hivos.

CREATE Moments
Penjelasan terkait CREATE Moments/CREATE Moments

Bersamaan dengan serangkaian momentum seperti Tahun Toleransi 2022, Hari Toleransi Internasional 16 November 2022, Hari Hak Asasi Manusia 10 Desember 2022, hingga 16 Hari Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan/Anti Kekerasan Berbasis Gender (25 November – 10 Desember), CREATE Moments hadir sebagai ruang temu untuk menyuarakan isu-isu tersebut dan mengapresiasi karya seni yang dihasilkan oleh para seniman muda dari SMA dan sederajat. 

Pada pameran “CREATE Moments” di Jakarta kali ini, sebanyak 41 karya seni berupa instalasi, lukisan, kolase, cerita foto hingga drama pementasan yang dibuat oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat ditampilkan untuk publik. Karya-karya seni tersebut dibuat oleh 49 siswa baik secara individu atau kolaboratif yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Jeff Cohen, Direktur USAID Indonesia, mengungkapkan kebanggaannya melihat bagaimana generasi muda dapat mengekspresikan betapa toleran dan damainya masyarakat Indonesia secara luar biasa.

“Kami percaya bahwa tercapainya masyarakat yang damai dan toleran adalah tanggung jawab bersama dan bahwa setiap manusia dapat hidup dengan bebas dan bermartabat dalam masyarakat yang beragam. Kami berharap anak-anak muda ini terus menyosialisasikan pesan toleransi kepada semua orang di Indonesia,” jelasnya.

Sejak 2020, CREATE menggunakan pendekatan seni-budaya untuk meningkatkan toleransi di lingkungan sekolah. Siswa sebagai seniman muda diajak untuk merefleksikan diri mereka dalam menyikapi isu intoleransi di lingkungan terdekatnya untuk kemudian disalurkan melalui karya-karya kreatif yang akan dibuat. 

“Para siswa berkunjung ke tempat yang belum pernah dikenali sebelumnya seperti komunitas yang termarjinalkan dan rumah ibadah tertentu. Mereka merefleksikan persoalan tersebut melalui beragam media seni seperti fotografi, tari, kabaret, drama musikal, puisi, komik, poster, lukisan, dan seni instalasi mix media. Melalui pengalaman berproses di CREATE, para siswa menjadi dapat memahami keberagaman dan nilai-nilai kesetaraan,” ujar Angga Wijaya, sebagai kurator pameran CREATE.

  • CREATE Moments
  • CREATE Moments
  • CREATE Moments

Setelah 3 tahun berjalan, CREATE berhasil menjangkau 194 SMA dan Madrasah, 23 di antaranya mendapatkan pendampingan program intensif di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

“Program CREATE melalui pendekatan seni dan inovatif, telah berupaya membangun karakter siswa, menghargai perbedaaan, saling toleransi antar umat bangsa. Yang mana, yang dilakukan CREATE sejalan dengan rencana strategis pengarusutamaan kebudayaan melalui pendidikan,” jelas Binsar Simanulang, Kepala Pokja Ketahanan Budaya Kemenristekdikti RI mewakili Direktur Jenderal Kebudayaan Kemenristekdikti RI.

Sebagai praktik kreatif, seni sudah seharusnya dapat menyalurkan gagasan kritis agar lebih bermakna dan membawa perubahan. CREATE Moments tidak sekadar menampilkan beragam karya seni yang dibuat oleh siswa sebagai seniman muda, melainkan juga memaparkan temuan-temuan kunci untuk lebih memahami nilai-nilai toleransi di sekolah. Sebab sudah sepatutnya institusi pendidikan menjadi tempat yang aman dan inklusif  bagi semua.
Selain dilaksanakan secara luring, pameran ini juga dilaksanakan secara virtual melalui www.createmoments.id. Pameran tersebut bisa diakses secara gratis oleh masyarakat umum mulai tanggal 1-14 Desember 2022.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan TikTok kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Events

Sekolah TelusuRI: Menulis Catatan Perjalanan bersama Fatris MF

Events

The East Talk: Mengembangkan Usaha di Indonesia Timur

EventsNusantarasa

30 Menit di Pameran ‘Rijsttafel: Cita Rasa Indonesia dalam Memori’

Desa WisataEvents

Festival Jerami, Pelengkap Daya Tarik Desa Wisata Banjarejo 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *