Travelog

Sore-Sore di Pantai Karang Jahe

Libur semester akhirnya tiba. Liburan ini, saya gunakan untuk berlibur bersama sepupu. Setelah berdiskusi ingin berlibur kemana, akhirnya kami sepakat untuk menuju ke Kota Rembang yang terkenal akan keindahan pantainya. Apalagi kota itu dekat dengan rumah saudara kami sehingga kami tidak capek jika harus bolak-balik.

Suasana liburan sangat terasa ketika di perjalanan. Awalnya jalan ramai karena truk dan bus antarkota, kini semakin padat karena kendaraan pribadi lebih banyak yang melintas. Setelah 4 jam melewati kemacetan jalan pantura akhirnya kami tiba di Rembang.

Kota Rembang merupakan salah satu kota yang banyak sekali wisata alam. Pantai-pantai di sini cukup banyak. Wajar, karena Rembang berada di sisi Pantai Utara Jawa.

Karena tidak ingin terlalu jauh dari jalur ke rumah saudara, akhirnya kami memilih untuk pergi ke Pantai Karang Jahe. Pantai Karang Jahe sendiri berada di desa Jetak Belah, Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.

Pantai Karang Jahe biasa disebut dengan pantai seribu pohon cemara oleh masyarakat sekitar karena pencegahan abrasi di pantai ini tidak menggunakan pohon bakau melainkan menggunakan pohon cemara.

Kami memilih pantai ini karena aksesnya cukup mudah, berada di di jalur Pantura. Dari pusat kota, kami hanya perlu menempuh jarak sekitar 9 km.

Semilir angin pantai menyapa kami ketika tiba di sana. Matahari sore terasa masih sangat menyengat di kulit. Kami pun segera membayar parkir dan masuk ke area pantai. Tujuan pertama kami yaitu warung. Kami segera memesan makanan karena perut terasa berdendang.

Pantai Karang Jahe
Pantai Karang Jahe via Flickr/Niammuddin M

Warung-warung di sini menyediakan tikar, kita bisa makan sembari duduk lesehan di pinggir pantai, di bawah pohon cemara. Suasananya jauh lebih menyenangkan ketimbang makan di dalam warung.Suara deburan ombak, pemandangan pantai yang dapat dilihat secara langsung menjadi kawan untuk menyantap makanan.

Warung-warung menjual beraneka jenis makanan seperti bakso, soto, mie rebus/goreng, dll. Selain makanan berat, juga tersedia snack dan gorengan yang bisa disantap untuk mengganjal perut selama sementara waktu. Tak ketinggalan, minuman yang sangat cocok banget disantap saat di pantai, apalagi kalau bukan kelapa muda.

Kami berdua memilih bakso dan es kelapa muda sebagai menu makanan kali ini. Tak lupa keripik rempeyek dan gorengan menjadi pasangannya.

Selesai makan kami menyusuri pantai pasir putih ini dengan santai. Sembari menunggu sunset kami berswafoto dengan latar belakang pohon cemara dan juga deburan ombak. Hamparan pasir putih yang luas membuat kami tidak merasa berdesakan dengan pengunjung yang lain ketika berfoto.

Sebenarnya, di sini juga ada beberapa spot foto yang disediakan, tetapi jika ingin berfoto di spot-spot foto ini pengunjung harus mengantri untuk bergantian dengan pengunjung lain, begitu juga kami berdua.

Selesai berfoto, kami memutuskan untuk menyewa ATV karena ingin mencoba bagaimana rasanya keliling pantai menggunakan kendaraan itu. Ternyata menggunakan ATV sebagai alat transportasi mengelilingi pantai adalah sesuatu yang sangat mengasyikkan. Ada sensasi sendiri saat mencobanya. Harga yang ditawarkan pun relatif murah sehingga tidak terlalu mengocek kantong.

Sekitar 15 menit kami selesai dan mencoba untuk menaiki perahu wisata menuju karang  gosong. Jam sudah menunjukkan pukul 16.30 maka dari itu kami memutuskan mencoba menaiki perahu wisata juga. Tersedia berbagai rute, salah satu tujuan lain juga yang bisa dipilih yaitu menuju ke Pantai Karang Siwalan.

Saatperjalanan, kami dapat menikmati keindahan pantai ini dan melihat pemandangan orang-orang di tepi pantai yang semakin lama semakin mengecil hingga akhirnya menghilang dari pandangan. Selain itu kami juga bisa melihat karang-karang yang ada di dalam laut karena air laut yang jernih. Selang beberapa menit kami pun sampai di Karang Siwalan, sayangnya perahu yang kami tumpangi tidak berhenti tetapi hanya melewati saja lalu putar balik karena kami harus kembali ke Karang Jahe sebelum matahari terbenam. Agak kecewa sebenarnya, tetapi tak apa daripada kami kemalaman di laut.

Sesampainya di Pantai Karang Jahe, kami segera mencari tempat yang pas untuk menikmati matahari terbenam yang begitu indah. Sungguh berkesan liburan kali ini. Sungguh indah ciptaan-Nya, semoga tempat ini selalu seperti ini dan semoga manusia yang datang ke sini selalu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak tercemari. Dan semoga budidaya pohon cemara di pantai ini rutin dilakukan untuk mencegah abrasi.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Siti Farikhatul Jannah tinggal di Semarang. Masih pelajar dan sedang menjalani PKL sekarang. Disela-sela kesibukan PKL, saya masih menekuni hobi membaca untuk merefresh otak.

Siti Farikhatul Jannah tinggal di Semarang. Masih pelajar dan sedang menjalani PKL sekarang. Disela-sela kesibukan PKL, saya masih menekuni hobi membaca untuk merefresh otak.
    Artikel Terkait
    Pilihan EditorTravelog

    Sepenggal Cerita dari Selatan Pulau Timor—Fatubraun

    Travelog

    Dari Sipon Menuju Dermaga Calingcing

    Travelog

    Sejenak Kembali ke Pangkuan Tanah Asal di Kawasan Toba

    Travelog

    Menyusuri Masa Lampau di Situs Warungboto

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Worth reading...
    Kami “Melarikan Diri” ke Pantai Remen