#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Ngobrolin Fotografi Perjalanan bareng Ingga Suwandana

Fotografi perjalanan memang nggak ada abisnya buat dikulik. Di Ngobrol Bareng akhir pekan lalu, “Travel Photography: Photo Hacks and Creating More Engaging Contents,” TelusuRI live di akun Instagram @sahabatperjalananmu ngobrolin berbagai hal tentang fotografi perjalanan.

Sobat ngobrolnya ada dua orang, yakni Ingga Suwandana dan Satya Winnie. Untuk rekap pertama ini, TelusuRI bakal mengurai beberapa tips fotografi perjalanan dari Ingga Suwandana, seorang fotografer di @kioku_visual yang juga punya bisnis Lombok Trip @prikitrip.

Ingga Suandana/Istimewa

Lakukan observasi

Menurut Ingga, teknik foto untuk traveling itu banyak. Hanya saja, ada satu hal yang menurutnya harus dilakukan sebelum memotret, yakni melakukan observasi. Misalnya, sebelum ke Lombok cari tahu dulu tempat-tempat mana saja yang akan kamu datangi sekaligus waktu yang paling pas buat motret di sana.

Biasanya, kalau mau memotret lanskap, menurut Ingga kita sebaiknya sudah ada di lokasi antara jam 5-8 pagi atau jam 4-6 sore. Pada waktu-waktu itu, kalau cuaca sedang baik, cahaya sedang bagus-bagusnya.

Observasi ini juga berguna buat menentukan komposisi menarik. Salah satu hal yang menurut Ingga mesti dilatih adalah habit untuk melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda. Nah, soal bagaimana memilih komposisi bakal diurai di poin berikutnya.

Aturan sepertiga atau “the rule of thirds”

Aturan sepertiga (the rule of thirds) adalah salah satu hal paling dasar dalam fotografi. Memahami aturan ini bakal membantu seseorang membuat komposisi foto yang seimbang.

Kawanan sapi di Bukit Merese, Lombok/Ingga Suandana

Sebagai panduan, Ingga memberi gambaran untuk memecah gambar menjadi tiga bagian secara vertikal dan horizontal. Tujuannya adalah untuk menempatkan bagian penting dari foto ke dalam bagian-bagian itu sekaligus membantu membingkai keseluruhan gambar dengan cara yang menyenangkan mata. Sebagai contoh, lihat saja foto di atas, di mana Ingga menempatkan sapi-sapi di pinggir alih-alih di tengah bingkai. Untungnya, hampir setiap kamera punya fitur “grid” yang bisa membantu kamu membagi layar menjadi tiga bagian secara vertikal dan horizontal.

Bingkai dalam sebuah bingkai atau “frame within a frame”

Lho, gimana tuh caranya “membingkai dalam bingkai”? Untuk mencoba teknik komposisi seperti ini, coba, deh, kamu cari elemen seperti jendela, gerbang masuk bangunan, atau cabang pohon yang melengkung untuk membingkai foto.

Pepohonan yang menjadi “bingkai dalam sebuah bingkai”/Ingga Suandana

“Foreground interest” dan kedalaman

Menurut Ingga, penggunaan latar depan (foreground) adalah cara yang bagus untuk menambahkan nuansa kedalaman pada sebuah foto. Penggunaan latar depan ini menjadi salah satu dari teknik komposisi untuk membuat gambar seolah-olah 3D.

Terakhir, sebelum menutup sesi, Ingga bilang, “Fotografi itu nggak butuh bakat, tapi butuh latihan. Kamu tinggal mengasah bagaimana cara kamu melihat sesuatu lalu eksekusi.”

Gimana? Menarik ‘kan tips-tips fotografi perjalanan dari Ingga? Teknik-teknik itu bisa kamu coba saat memotret perjalanan nanti—saat wabah sudah lewat, tentunya.

#RamadanLebihBaik bersama Sahabat Perjalananmu

Nah, meskipun Ramadan tahun ini kita terpaksa beribadah di rumah aja, nggak lantas kualitas ibadah kita juga jadi berkurang, dong. Buat memastikan ini, kamu bisa ikutan tantangan #RamadanLebihBaik bersama Sahabat Perjalananmu.

Caranya gampang banget. Cukup bagikan cara kamu untuk beribadah secara lebih baik selama Ramadan. Bakal ada hadiah dengan total 50 juta rupiah untuk cerita dan kreativitas paling menarik, lho!

Tantangan #RamadanLebihBaik berakhir pada 14 Mei 2020. Untuk lebih jelasnya, kepoin aja akun Instagram Sahabat Perjalananmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

TelusuRI

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
#dirumahajaEvents

Ngobrol soal "Peduli Pekerja Pariwisata" bareng Jonathan Thamrin

Itinerary

Remeh-temeh yang Tak Remeh tentang Tempe

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Tips Bikin Bujet Traveling ala Dayu Hatmanti

#dirumahaja

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Tips supaya Konten Lebih Memikat ala Satya Winnie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *