IntervalSemasa Corona

Jalan-Jalan ke “Galeri” ketika PPKM Diperpanjang

Senin kemarin diumumkan lagi bahwa PPKM diperpanjang seminggu kedepan. Perpanjangan kesekian kalinya yang tentunya kembali harus menunda rindu kita untuk traveling.

Semenjak PPKM, pembatasan sosial dan istilah lainnya yang diberlakukan, aktivitas kunjungan wisata pun ikut terdampak. Jika kita tengok bulan Juli – Agustus di tahun – tahun sebelum pandemi, tingkat kunjungan wisatawan akan meningkat di bulan – bulan ini. Hal itu dikarenakan musim libur panjang semester genap bagi pelajar dan mahasiswa. Lalu menjadi libur musim panas bagi para wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.

Setahun terakhir ini, ketika kawasan wisata dibuka pun ada aturan yang ikut mendampingi. Seperti pembatasan jumlah kunjungan atau pembatasan jam operasional, dan beberapa aturan lainnya. Setahun terakhir ini pula rasanya berwisata mungkin kurang maksimal, baik  di sisi keleluasan atau kepuasannya.

Bukit Nipah, Malimbu/Sandy Miftah

Mungkin sebagian dari kita sudah mulai merindukan, rasanya berjalan di pinggir pantai hingga menanti matahari tenggelam. Atau lelahnya mendaki gunung hingga mengejar puncak untuk menyaksikan matahari terbit. Atau mungkin kerinduan lain seperti halnya berjalan menyusuri suatu kota, mencari kuliner lezat dan nikmat, lalu berfoto dan mengabadikan banyak momen di tempat – tempat yang dikunjungi.

Mungkin juga kita sudah mulai merindukan rasa atau suasana sebelum tiba di objek wisata. Rasanya berburu tiket promo, berkemas dan packing, atau menyibukan diri mencari referensi untuk mendapatkan penginapan murah. 

Hingga hal sederhana yang mungkin kita abaikan. Seperti suasana bis malam yang kadang kebut – kebutan, suasana kereta bersama penumpang lain dengan berbagai tujuan, atau melihat awan dari dalam pesawat. Ya, kita mungkin sama – sama merindukan banyak hal dari traveling itu sendiri. Bagian kerinduan yang mungkin akan beda juga antara satu orang dengan yang lainnya. Dan salah satu cara untuk mengisi waktu senggang saat merindukannya, cobalah untuk menelusuri galeri ponsel, laptop, atau harddisk eksternal. Tempat yang biasanya kita jadikan media penyimpangan untuk momen – momen yang kita alami, temui, dan rasakan saat traveling atau melakukan perjalanan.

Pulau Kelor, NTT/Sandy Miftah

Terkadang ada banyak momen yang pernah kita abadikan bahkan bertahun – tahun yang lalu, yang mungkin hingga saat ini belum kita buka lagi. Dari sekian banyak foto yang dibagikan di Instagram, biasanya akan lebih banyak lagi foto tersimpan dalam memori. Menelusuri galeri ponsel misalnya, akan membawa imajinasi kita pada masa atau momen di saat kita mengalaminya. 

Ada banyak hal yang mungkin kita lewatkan saat berjalan, karena kita terlalu fokus pada destinasi atau objek yang ingin kita tuju. Hal – hal sederhana itu kadang kita temukan dari bagian – bagian foto yang sempat kita ambil yang mungkin tidak diniatkan.

Bukan hanya destinasi, melalui galeri foto pula kita bisa mengenang orang – orang yang pernah menemani. Karena mungkin saja orang tersebut kini berjarak terlalu jauh atau sulit untuk melakukan perjalanan yang sama bersama kita. Hingga orang – orang baru yang kita temui, yang terkadang hanya menjadi teman perjalanan atau liburan singkat, karena bertemu atau menuju destinasi yang sama, yang sulit untuk dilakukan lagi. 

Galeri foto juga dapat membawa imajinasi kita tentang perubahan dan perkembangan, baik tentang perubahan suatu tempat atau objek wisata, hingga perubahan dan perkembangan diri kita sendiri. Mungkin kita masih sangat mengingat perasaan pertama traveling ke luar kota naik pesawat, atau betapa cemas dan khawatirnya saat pertama kali mencoba solo traveling.

Hal itu perlahan menumbuhkan kita hingga hari ini, menjadi lebih dewasa dan matang saat melakukan perjalanan. Menjadi lebih bijak saat merencanakan dan memutuskan kemana akan berjalan lagi. Dan beberapa foto yang masih tersimpan mungkin saja menjadi saksi yang menemani perkembangan tersebut.  

Dan salah satu yang menarik dari berjalan – jalan melalui galeri foto, seharusnya menunjukkan bahwa masih ada banyak hal yang bisa kita syukuri dalam hidup ini. Sesederhana banyak hal yang pernah kita lakukan dan kita miliki hingga hari ini, yang orang – orang sebut pengalaman. Banyak orang yang mengatakan atau menuliskan bahwa pengalaman adalah hal yang berharga, dan kita memiliki itu. 

Pengalaman berjalan di berbagai daerah, berkunjung ke berbagai macam objek wisata, mencicipi rasa aneka kuliner, hingga menginjakkan kaki di beberapa puncak gunung. Semua itu adalah pengalaman luar biasa yang kadang kita lupakan sebagai hal yang berharga. Karena di setiap bagian dari perjalanan yang telah kita alami, ada cerita yang akan selalu tersimpan sebagai milik kita. 

Dan bersama foto – foto serta dokumentasi lainnya yang tersimpan, seharusnya dapat menjadi pintu yang mengantarkan kita untuk kembali menelusuri perjalanan. Mengingat, mengenang, bahkan merenungi tentang banyak hal yang pernah kita lewati. Entah tentang tempatnya, orangnya, hingga rasanya, yang akan selalu terselip sebagai bagian dari cerita.  

Jadi, sudah siapkah untuk berjalan – jalan di galeri?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Artikel Terkait
Interval

Kerai dan Pagebluk yang Mengubah Wayan

Semasa CoronaTravelog

Bersepeda Pagi Menuju Stadion Manahan Surakarta

Interval

Upaya Pelestarian Lingkungan lewat Pertanian Organik

Interval

Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti: Kumpulan Tulisan Prof. Boechari Tentang Indonesia di Masa Kuno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Worth reading...
Menuntut Ilmu saat PPKM Darurat