Itinerary

Fatal Akibatnya kalau Lupa Bawa Logistik dan Peralatan Naik Gunung Berikut!

Lupa bawa 5 peralatan di bawah, ada kemungkinan pendakian gunungmu bakalan terasa lebih menyiksa. Apa saja itu?

1. Sarung tangan

Semua pasti bisa menebak kalau fungsi sarung tangan adalah untuk menyarungi tangan. Pas lagi jalan siang-siang, manfaat sarung tangan nggak bakal begitu terasa. Tapi, kalau kamu udah nyampe di kamp dan ngendon di tenda, kamu baru bakalan menghayati arti sarung tangan.

Sarung tangan bakal melindungi kamu dari dinginnya malam. Tidur tanpa sarung tangan, kemungkinan besar kamu nggak bakalan tidur nyenyak, soalnya terus-terusan nahan dingin. Kalau tidur nggak nyenyak, kamu nggak bakalan punya energi buat summit attack. Jadi, peralatan naik gunung yang satu ini jangan dilupain, yes!

2. Kaos kaki cadangan

Kaos kaki nggak cuma bermanfaat buat melindungi kaki dari lecet pas kamu trekking, tapi juga dari dingin waktu dalam tenda.

Makanya, kalau nanjak, jangan lupa bawa kaos kaki cadangan. Bisa aja sih sebenernya kalau kamu cuma bawa satu kaos kaki. Tapi apa kamu rela tidur sambil mencium bau kaki yang menyengat hidung?

3. Korek api atau korek gas

“Buat apa bawa-bawa korek segala? Gue ‘kan nggak ngerokok?” Emang, lu nggak ngerokok, tapi tetep perlu makanan dan minuman, ‘kan? Biasanya, sih, ya ngidupin kompor itu pakai api.

“’Kan kompor gue canggih,” kamu masih bela diri. “Nggak perlu pake api, soalnya ada pemantiknya.” Ya, kita sama-sama berdoa saja supaya nggak terjadi apa-apa sama kompor kamu. Kita nggak pernah tahu soalnya kalau sewaktu-waktu kompor kebanggaanmu itu ngadat, nggak mau hidup.

4. Senter atau “head lamp”

Kecuali kamu suka gelap-gelapan—atau mata kamu punya fitur night vision—nggak perlu repot-repot bawa senter atau head lamp. Tapi kalau kamu nggak kuat gelap-gelapan dan mata kamu biasa-biasa saja, peralatan naik gunung yang ini perlu banget.

Alat penerang nggak cuma diperlukan pas trekking malam hari, tapi juga pas bikin tenda dan—setelah tenda berdiri—buat mengatur barang-barang di dalamnya. Bikin tenda tanpa penerangan, ada kemungkinan kamu bakalan kehilangan sesuatu karena—mungkin—nggak sengaja keinjek atau ketendang.

5. Bahan bakar untuk kompor

Kompor yang udah kamu bawa nggak bakal berguna kalau nggak diisi bahan bakar. Jadi, lupa bawa bahan bakar untuk kompor itu fatal banget.

“’Kan bisa minta atau barter ke pendaki lain?” Well, well, well. Gimana kalau misalnya pas kamu nanjak nggak ada rombongan lain yang juga mendaki hari itu? Selain itu, kamu juga seharusnya nggak seenaknya minta ke pendaki lain; siapa tahu mereka juga bawanya pas-pasan.

Nah, supaya kamu nggak ngelupain logistik dan peralatan naik gunung di atas, biasain aja buat bikin checklist peralatan dan bahan yang diperlukan sebelum berangkat.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

TelusuRI

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Related posts
#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Tips Bikin Bujet Traveling ala Dayu Hatmanti

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Ngobrolin Fotografi Perjalanan bareng Ingga Suwandana

#dirumahajaItinerary

Tuliskan Perjalananmu, Mumpung Lagi di Rumah Aja

#dirumahajaItinerary

Bincang-bincang Dampak COVID-19 pada Industri Pariwisata bareng Womentourism.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *