Ketika Semen Padang Tandang ke Kediri
Travelog

Ketika Semen Padang Tandang ke Kediri

Sore itu, menjelang pertengahan tahun 2014, entah bagaimana caranya saya lupa, kami berkumpul di sebuah pertigaan beberapa kilometer dari titik keramaian Kampung Inggris, Pare, Kediri. Buku catatan dan diktat Bahasa Inggris kami tinggal di tempat nongkrong atau pondokan masing-masing. Yang kami bawa hanya sedikit uang yang pas…
Salopek
Semasa Corona

Salopek

Saya lupa lagu-lagu siapa yang jadi latar waktu itu, suatu malam di tahun 2013. Pokoknya salah di antara Iwan Fals, Bob Marley, dan The Panas Dalam. Seperti biasa, lampu utama kamar itu mati. Penerangan hanya dari bohlam bercahaya lindap di kamar mandi, neon balkon, cahaya kota yang berisik, dan gemintang. Kawan baik saya…
Menonton "Kutu/Kota" di Jagongan Wagen Juni 2020
Events

Menonton "Kutu/Kota" di Jagongan Wagen Juni 2020

Meskipun tak tahu akan menghadapi apa ketika menonton Jagongan Wagen Juni 2020, sebab tak sempat baca rilisnya, “Kutu/Kota” bikin saya terpana dari mula. Dari kegelapan, seseorang yang tampak sedang asyik memainkan sampler muncul. Sampel-sampel suara aneh tak-teridentifikasi terdengar. Saya hanya menduga-duga itu…
Masih Terlalu Dini untuk Tidak Khawatir
Semasa Corona

Masih Terlalu Dini untuk Tidak Khawatir

Saya masih ingat ketika pertama kali mendengar virus misterius mewabah di utara sana. Kami sedang duduk-duduk santai di sebuah siang, di teras sebuah hostel di Kanchanaburi yang sepi. Sebuah portal berita daring mengangkat berita soal makhluk renik itu. Menyebabkan gejala-gejala seperti pneumonia, katanya. Saya sampaikan…
Kenangan Perjalanan Pulang dari Lombok
Travelog

Kenangan Perjalanan Pulang dari Lombok

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah berita di portal daring soal peraturan (sementara) untuk memasuki Pulau Bali. Pendatang yang masuk lewat udara mesti menunjukkan hasil tes PCR, sementara mereka yang datang lewat laut diminta memperlihatkan hasil tes cepat (rapid test). “Wah, ribet juga,” pikir saya. Lalu pikiran…
Nanti ketika Semua Membaik
Semasa Corona

Nanti ketika Semua Membaik

Sekitar dua bulan lalu, saya pergi ke luar sore-sore mengendarai sepeda motor. Langit cerah dan udara sepertinya segar. Tapi saya tak bisa menghirupnya karena hidung dan mulut tertutup masker. Semenjak kasus pertama COVID-19 di Indonesia diumumkan, tak pernah lagi saya berkendara tanpa masker. Terlalu berisiko. Selesai…
Dalgona dan Melodi "Pupus"
Semasa Corona

Dalgona dan Melodi "Pupus"

Pandemi mengajarkan saya cara membuat kopi dalgona. Suatu hari, Nyonya berkata bahwa ia akan meracik sebuah minuman yang sedang viral di Instagram. Ketika ia menyebut nama minuman itu, telinga saya salah dengar. Telinga kiri sedang cuek, sementara telinga kanan masih mengantuk. “Drogona?” Nama itu bikin saya ingat…
Momen Terlama di Udara Terbuka Semasa Corona
Semasa CoronaTravelog

Momen Terlama di Udara Terbuka Semasa Corona

“Tak dapat dibantah, memang sampar telah memusnahkan kekuatan rasa cinta dan bahkan rasa kesetiakawanan penduduk,” tulis Camus—atau N.H. Dini—dalam Sampar. Dalam konteks sampar yang melanda Oran, barangkali benar. Corona, tidak. Setidaknya bagi saya. Di ujung April 2020, setelah berbuka puasa, saya menggeber…
Q&A: Obreng dan "Skripsi" tentang 18 Gunung
Itinerary

Q&A: Obreng dan "Skripsi" tentang 18 Gunung

Saya berkenalan dengan Zeni Bayu Sukma bulan Juli 2013 di Indomaret dekat pertigaan menuju pintu masuk Gunung Gede-Pangrango. Rambutnya gondrong dan celananya sobek di lutut. Ia kedinginan karena terlalu lama menunggu kami. Benny, kawan baik saya yang mengetuai pendakian itu karena ia memang tua, kemarin memberi tahu Zeni…