Solilokui Jalan Tol
Interval

Solilokui Jalan Tol

I Saya suka lari sore di jalan tol yang belum beroperasi. Itu terjadi beberapa bulan lalu. Sekarang, ruas jalan tol Cimanggis-Kukusan (atau sebaliknya) itu sudah diisi mobil-mobil yang melintas kencang dari/ke Jakarta atau Bogor. Saya jadi tak bisa berlari di sana, juga orang-orang lain yang suka menghabiskan sore akhir pekan…
Hostel: Identitas dan Konsumsi Budaya (2)
Interval

Hostel: Identitas dan Konsumsi Budaya (2)

Hostel lebih dari sekadar persoalan murah. Keputusan untuk memilih hostel terkadang bukan hanya keputusan ekonomi belaka, tapi juga terkait pilihan-pilihan kultural yang pelik. Seperti sudah saya jelaskan di bagian sebelumnya, hostel menawarkan pengalaman yang unik dan kesempatan untuk membentuk identitas…
Hostel: Identitas dan Konsumsi Budaya (1)
Interval

Hostel: Identitas dan Konsumsi Budaya (1)

Pengalaman pertama saya dengan hostel baru tiba pada akhir Agustus 2016. Adalah sebuah pagi musim panas yang cerah di Ljubljana ketika saya check in di Hostel H2O, yang terletak persis berhadapan dengan Sungai Ljubljanica. Saya masih ingat banyak detail tentang hostel itu. Setelahnya, masih di Slovenia, saya singgah di dua…
Mengaca pada Sri Lanka, Menilik Pariwisata Indonesia
Interval

Mengaca pada Sri Lanka, Menilik Pariwisata Indonesia

Pemerintah Indonesia tengah sibuk memperkenalkan “10 Bali Baru,” yakni sepuluh destinasi pariwisata baru yang dikembangkan di berbagai wilayah, seperti Mandalika di Nusa Tenggara Barat atau Danau Toba di Sumatera Utara. Pengembangan ini bertujuan mengolah fenomena tourism bomb menjadi peluang ekonomi. Tentu maksudnya…
Amsterdam: Dari Ingatan dan Kayuhan
Interval

Amsterdam: Dari Ingatan dan Kayuhan

I Kanal-kanal itu seperti berbau rempah dalam ingatan yang sangat jauh. Ketika saya berjalan di sisinya, di pedestrian yang disusun dari batu-batu bata berwarna entah merah atau cokelat, yang terbayang adalah kapal-kapal yang merapat ke pesisir Banda, atau pulau-pulau lain di Maluku, dulu sekali. Bagaimana kota-kota…
De-eksotisasi Perjalanan
Interval

De-eksotisasi Perjalanan

Di sebuah kamar mandi di kawasan Jakal, Sleman, saya mengingat minggu-minggu yang baru berlalu. Sambil mandi pagi, saya membayangkan jalan-jalan, orang-orang, dan kota-desa yang saya temui sepanjang tiga pekan ke belakang. “Tak ada yang eksotis di sana,” pikir saya, sambil mengarahkan pancuran air ke rambut yang sudah…
Pariwisata Inklusif versus Eksklusif, Menang Siapa?
Interval

Pariwisata Inklusif versus Eksklusif, Menang Siapa?

Pariwisata terus menerima kritikan. Aktivitas yang eksklusif, begitu para ahli mengecam pariwisata sejak tahun 1970-an. Namun, jika dilihat jauh ke belakang—ratusan tahun Sebelum Masehi—masyarakat Mesir dan Yunani pelesiranuntuk menunjukkan gaya hidup mewah, relaksasi, dan mencari pengalaman. Pada awal abad ke-1…
Pariwisata yang Berlebihan
Interval

Pariwisata yang Berlebihan

Yang berlebihan itu tidak baik. Seperti Indomie. Porsi satu setengah sudah cukup, jangan lebih. Jika lebih, kenikmatan justru akan buyar. Namun, memang tak pernah mudah mengelola keserakahan dan nafsu yang meluap-luap, terlebih dalam iklim di mana pertumbuhan (growth) dianggap oke. Semakin banyak semakin baik, kira-kira itulah…
Menyanyikan Travelog lewat Folk
Interval

Menyanyikan Travelog lewat Folk

Cerita perjalanan itu beragam bentuknya. Beberapa orang mencatat rapi di buku catatan kecil yang dibawanya ke mana-mana saat berkelana. Yang lain berbagi lewat fotografi, video, dan bentuk visual lain semisal gambar coretan tangan. Ada juga yang lebih suka bertutur secara lisan, entah itu di acara kumpul keluarga, kubikel…