Itinerary

Sebelum “Hammocking,” Baca Dulu Fakta Menarik tentang “Hammock” Berikut

Tentunya kamu sudah nggak asing lagi sama yang namanya hammock. Tapi mungkin nggak banyak yang tahu kalau ayunan itu sudah eksis sejak dulu banget—jauh sebelum Thanos menyerang pasukan Avengers.

Hammock adalah benda yang berasal dari peradaban asli Amerika. Konon suku Maya menggunakan hammock yang terbuat dari kulit pohon atau tanaman. Hammock adalah tempat mereka berlindung dari tikus, ular, dan hewan-hewan berbahaya lain.

Diperkirakan, Columbus dan anak buahnyalah yang menjadi orang Eropa pertama yang merasakan sensasi berbaring di tempat tidur gantung itu. Para petualang itu mendapati hammock secara luas digunakan dalam masyarakat Taino di Bahama, juga sebagian Amerika Selatan. Sampel hammock, tentu saja, mereka bawa pulang.

hammock adalah

Hanya perlu dua pohon via instagram.com/rightseasons.id

Selama era kolonial, orang Spanyol dan Eropa lainnya membawa kapas, kanvas, dan bahan kain lainnya ke Dunia Baru. Bahan-bahan itu, dikombinasikan dengan material lain, kemudian mulai digunakan oleh para penenun hammock tradisional.

Seiring berjalannya waktu, hammock mulai digunakan secara luas. “Sebagian besar tempat tidur di Brasil [adalah] tempat tidur gantung, tergantung di rumah dari dua kabel,” tulis Pero de Magalhães Gandavo, penulis sejarah kolonial Brasil, tahun 1570.

Para penjelajah pada abad ke-16 menggunakan hammock dalam… penjelajahan. Supaya tetap hangat sekaligus untuk menangkal serangan serangga, mereka menempatkan bara panas atau api kecil di bawah ayunan mereka. Para pelaut menyukai hammock karena tempat tidur itu nyaman dipakai di laut lepas.

hammock adalah

Berayun-ayun di Batu Payung, Singkawang via instagram.com/rightseasons.id

Pada pertengahan abad ke-16, Angkatan Laut Inggris dan Spanyol mulai mengadopsi hammock sebagai tempat tidur di dek. Hammock juga jadi artefak berbagai perang, dari mulai Perang Sipil AS, Perang Dunia I, II, sampai Perang Vietnam.

Tempat enak buat membentangkan “hammock”

Meskipun umumnya hammock dibentangkan di antara dua batang pohon, sebenarnya ayunan ini bisa digelar di tempat-tempat lain. Jadi sebenarnya pilihan lokasi untuk berayun-ayun di hammock itu sebenarnya banyak banget. Empat lokasi sedap berikut misalnya:

1. Hutan pinus

Salah satu destinasi paling nyaman untuk membentangkan hammock adalah hutan pinus. Kenapa nyaman? Pertama, pohonnya banyak sehingga kamu nggak perlu pusing-pusing nyari tempat menambatkan hammock. Kedua, hutan pinus itu rindang banget sehingga kamu bisa hammocking tanpa terpapar sinar ultraviolet langsung—anginnya juga sepoi-sepoi asoy!

Pokoknya enak banget rasanya berayun-ayun di hutan pinus. Makanya buruan gas ke hutan pinus terdekat dari tempatmu.

Hutan Pinus Mangli Kopeng via instagram.com/rightseasons.id

2. Pantai

Destinasi selanjutnya yang enak buat gelar hammock adalah pantai. Kamu bisa berayun-ayun menikmati suara ombak dan dibelai angin yang kadang sepoi-sepoi kadang kenceng—tapi tetap santai, ya.

Tapi memang nggak semua pantai punya pepohonan yang rindang. Kalau pohonnya dikit, kamu bisa memanfaatkan batu karang. Biasanya batu karang punya celah-celah atau lubang tempat kamu bisa mengikat tali hammock. Cuma, jangan lupa pastikan kalau batu karangnya kuat, Sob.

3. Gunung

Gunung juga seru banget buat hammocking. Coba deh bayangkan gimana rasanya abis capek-capek nanjak terus kamu tiduran di hammock—nikmatnya nyata.

Tapi jangan lupa kalau mau hammocking sampai pagi di gunung lengkapi dirimu dengan penghangat tubuh. Pakai sarung tangan, kaos kaki, kupluk, jaket, sleeping bag—celana jangan lupa. ‘Kan dingin banget itu bakal.

4. Air terjun

Kalau mau main ke air terjun, jangan lupa bawa hammock juga. Kenapa? Karena biasanya di sekitar air terjun banyak pohon rindang yang cocok buat dipake hammocking.

Pas kamu main-main di air terjun, kamu bisa taruh barang-barangmu di sana. Setelah menggigil dan capek karena lari-larian nggak jelas, kamu bisa berayun-ayun di atas hammock sambil menikmati suara air terjun yang menghipnotis.

Gimana? Tertarik buat hammocking?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Sebagian kami menyukai, sebagian kami membenci dan sebagian lagi biasa saja

Sebagian kami menyukai, sebagian kami membenci dan sebagian lagi biasa saja
Artikel Terkait
Itinerary

Masjid Menara Kudus, Kemegahan Arsitektur Kuno Warisan Sunan Kudus

Itinerary

Museum Layang-Layang Indonesia: Merawat Keelokan Budaya dengan Permainan

Itinerary

Melihat Koleksi Keris di Museum Keris Nusantara

Itinerary

Melawat ke Demak, Menyusuri Jejak Historis Walisongo (3)

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.