Interval

Eksistensi PLTA sebagai Destinasi Wisata

Beberapa daerah di Indonesia telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), melalui pemanfaatkan energi potensial dari air yang diubah menjadi energi kinetik. Sebagai energi terbarukan, PLTA juga ada di beberapa kota untuk memenuhi kebutuhan listrik di suatu daerah. Menariknya, kini eksistensinya tak hanya sebagai PLTA semata, seiring waktu juga dikembangkan sebagai destinasi wisata di berbagai daerah.

Salah satunya yakni PLTA Garung yang letaknya di Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. PLTA Garung menggunakan Telaga Menjer sebagai bendungan air, untuk kemudian dialirkan ke pipa berukuran besar yang ada di sepanjang jalan. Kini, luas areanya telah bertambah. Bendungan tersebut juga merupakan bangunan bersejarah, dibangun pada tahun 1982.  Sampai saat ini pun, masih beroperasi aktif sebagai PLTA dan juga objek wisata. 

Memancing di telaga- Annisa F
Memancing di Telaga Menjer/Annisa F

Menariknya, Telaga Menjer yang merupakan bendungan dari PLTA Garung, juga dijadikan destinasi wisata alam oleh pemerintah daerah Wonosobo. Dulu memang masih sepi, namun kini telah dikenal lebih banyak orang seiring dengan pengembangan dan pengelolaan yang dilakukan oleh pemerintah  bersama para penggiat wisata. Bahkan, tempat ini semakin berkembang sebagai destinasi unggulan Kota Wonosobo. 

Berada di ketinggian 1.300 mdpl, Telaga Menjer memiliki luas mencapai 70 hektar, dengan kedalaman kurang lebih 45 meter. Akses menuju ke sini pun mudah, banyak petunjuk jalan tersebar di sekitarnya.

Awalnya, Telaga Menjer terbentuk dari letusan vulkanik kaki Gunung Pakuwaja yang dulunya aktif. Sebelum letusan terjadi, air di telaga hanya berasal dari mata air kecil saja, yang dimanfaatkan oleh warga desa setempat untuk memenuhi berbagai kebutuhan air sehari-hari. Tentu ini menjadi hal menarik, bagaimana eksistensi PLTA kini bisa memberikan sumbangsih lebih bagi beberapa sektor yang berperan, dan masyarakat setempat.

Telaga Menjer memang dikenal memiliki pemandangan alam yang begitu menawan, dikelilingi perbukitan, dan pepohonan. Ditambah udara segar khas pegunungan, juga menambah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke sini.

Persewaan perahu di telaga - Annisa F
Persewaan perahu di telaga/Annisa F

Fasilitas umum untuk para pengunjung juga sudah lengkap. Bahkan para pengunjung bisa berkeliling Telaga Menjer dengan menggunakan perahu, harga sewa perahu juga cukup terjangkau yakni Rp20.000 untuk satu orang. Menikmati hijaunya pemandangan yang asri, dipadu dengan udara segar sungguh bisa membuat hati senang. 

Telaga Menjer menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi saat berada di Kota Wonosobo. Sebab, bisa dinikmati dari berbagai sisinya. Beragam spot menarik untuk menyaksikan pemandangan alam, sembari berfoto di area telaga, hingga ada warung apung yang di bangun oleh para pengelola wisata. Pengunjung bisa berfoto, dan melihat ikan-ikan yang dipelihara di keramba jaring apung (KJA) oleh para pengelola. 

Kerambah ikan di telaga - Annisa F
Kerambah ikan di telaga/Annisa F

Selain bermanfaat sebagai PLTA yang bisa memenuhi kebutuhan listrik, ternyata sektor perikanan juga mendapatkan dampak positifnya. Pariwisata daerah pun juga. Orang-orang yang tergabung sebagai pengelola wisata bisa mengembangkan budidaya ikan konsumsinya. Ada ikan nila, braskap, dan tawes. Airnya yang jernih dan selalu deras, membuat ikan-ikan-ikan yang ada di kerambah berkembang dengan sehat. Tentu hal tersebut bisa menjadi nilai ekonomi, dan nilai sosial lebih bagi para pengelola wisata dan warga setempat.

Di kawasan Telaga Menjer juga ada bukit-bukit yang letaknya tidak jauh dari telaga, di bukit tersebut para pengunjung bisa menikmati keindahan Telaga Menjer dari ketinggian. Melihat secara jelas bentang keindahan alam telaga, hijau airnya, dan bisa menikmati suasana sejuknya.

Sama halnya yang ada di PLTA Wadaslintang, lokasinya berada di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Kebumen. PLTA Wadaslintang memanfaatkan kali Gede sebagai sumber airnya. Waduk tersebut juga terkenal akan lokasinya yang menarik untuk tempat rekreasi. Para pengunjung menikmati pemandangan alam yang indah, dan melakukan kegiatan memancing. Hanya saja, PLTA Wadaslintang memang belum dikembangkan secara maksimal oleh pemerintah dan pengelolanya. 

Kedua PLTA tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber listrik yang berkelanjutan, namun lebih dari itu. Eksistensi PLTA bisa memberikan sumbangsih terhadap pengembangan sektor pariwisata suatu daerah juga. Hal tersebut karena adanya kerjasama antar Dinas Pariwisata, kelompok pengelola wisata, dan warga setempat dalam merealisasikan destinasi menarik untuk para wisatawan.

Nilai ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat juga bisa meningkat berkat pemanfaatan air berkelanjutan, dan bisa menciptakan destinasi menawan jika dikembangkan. Hal ini juga bisa diaplikasikan untuk PLTA lain daerah di Indonesia kedepannya.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Seorang pekerja konten biasa yang menyukai lagu-lagu John Mayer.

Seorang pekerja konten biasa yang menyukai lagu-lagu John Mayer.
    Artikel Terkait
    IntervalSemasa Corona

    Menghadiri Pernikahan di Masa Pandemi

    Interval

    Menyusuri Sulawesi lewat Buku “Cerita yang Datang dari Pulau Berkaki Empat”

    IntervalSampah Kita

    Lautan yang Indah Kini Menjelma Tumpukan Sampah

    IntervalSampah Kita

    Mereka, Garda Terdepan dalam Urusan Sampah

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Worth reading...
    Merayapi Aliran Citarum Lama