Itinerary

2 Destinasi Ini Cocok buat “Solo Traveling” Perdana

Traveling sendirian alias solo traveling mulai terdengar gaungnya sejak tahun 2019 kemarin. Sebagian di antara kamu mungkin sudah pernah coba. Tapi sebagian lain mungkin belum. Nah, buat kamu yang tertarik buat mencoba solo traveling tapi masih takut-takut, cobain saja dulu melancong ke dua destinasi berikut:

1. Yogyakarta

Terletak di tengah-tengah Pulau Jawa bagian selatan, Yogyakarta adalah provinsi yang ramah banget sama pelancong. Wilayahnya yang nggak begitu besar bikin kamu mudah saja untuk menyambangi berbagai atraksi wisata.

Akses menuju ke Yogyakarta juga bagus banget. Kalau traveling dari luar pulau, kamu bisa langsung terbang ke Bandara Adisutjipto yang klasik atau New Yogyakarta International Airport yang baru. Lewat darat, Yogyakarta bisa dicapai naik kereta api, bus, bahkan dengan kendaraan pribadi.

Kamu juga nggak perlu susah-susah mencari tempat menginap di Yogyakarta. Di berbagai penjuru kota tersedia penginapan berbagai rentang harga. Kamu bisa pilih-pilih sendiri di aplikasi hotel booking yang sekarang menjamur. Kalau mau go show, yang perlu kamu lakukan hanyalah pergi ke beberapa kawasan backpacker di Yogyakarta, yakni Jalan Sosrowijayan, Dagen, dan Prawirotaman. Banyak banget pilihan akomodasi di sana. Selain itu, lokasi ketiga tempat itu juga dekat pusat kota, strategis banget buat ke mana-mana.

destinasi solo traveling
Tikar dan payung yang disewakan untuk pengunjung yang akan menikmati pemandangan matahari terbenam di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta via TEMPO/Pius Erlangga

Banyak yang bilang Yogyakarta ini “kota mager” alias kota yang bikin malas gerak. Suasananya memang adem banget. Kamu bisa saja santai-santai di penginapan sampai sore, terus jalan kaki menelusuri benteng menjelang senja.

Tapi, kalau kamu tipikal pejalan yang kakinya gatel, kamu bisa keliling-keliling kota naik Trans Jogja atau menyewa sepeda motor untuk kelayapan ke berbagai atraksi wisata, entah yang letaknya “masih” di D.I. Yogyakarta atau di provinsi sebelah, Jawa Tengah.

Banyak banget yang bisa dilihat di Yogyakarta. Kamu bisa memulai petualanganmu dengan mampir ke destinasi-destinasi tenar seperti Malioboro, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Gumuk Pasir Parangkusumo, atau Pantai Parangtritis. Kalau mau cari udara dingin, arahkan saja petualanganmu ke utara, ke daerah Kaliurang yang berada di kaki Gunung Merapi. Ngaku jadi anak pantai? Luangkan saja satu-dua hari untuk menyusuri pantai-pantai berpasir putih di Kabupaten Gunungkidul. Kalau itu terlalu jauh buatmu, mampir saja ke pantai-pantai di pesisir barat D.I. Yogyakarta yang pasirnya berwarna lebih gelap, seperti Pantai Samas, Pantai Goa Cemara, atau Pantai Pandansimo.

Sebelum pulang, kamu bisa mampir ke Pasar Beringharjo untuk mencari memorabilia solo traveling perdana dan oleh-oleh untuk orang-orang tercinta.

2. Bali

Soal pariwisata, belum ada daerah lain di Indonesia yang menyaingi Provinsi Bali. Pulau Dewata dijadikan rujukan buat pengembangan pariwisata di penjuru Indonesia, sampai-sampai pemerintah mencanangkan program pengembangan “10 Bali Baru.” Sebagai ibu kota pariwisata Indonesia, jelas Bali punya segala yang bikin para wisatawan, termasuk pejalan solo seperti kamu, merasa nyaman.

Pintu masuk utama Bali adalah Bandara Ngurah Rai. Tapi, kalau kamu traveling dari Pulau Jawa atau dari gugusan Nusa Tenggara, kamu bisa cari bus, menyeberangi selat, dan masuk Bali lewat pelabuhan. Di sebelah barat ada Gilimanuk, sementara di sisi timur ada Padang Bai. (Kalau berencana masuk lewat pelabuhan, jangan lupa bawa KTP, Sob. Bakalan dicek petugas soalnya.) Tapi ada juga dermaga-dermaga kecil seperti Sanur dan Benoa yang jadi tempat mangkal kapal-kapal dari/ke Tiga Gili di perairan barat Pulau Lombok.

Sama seperti di Yogyakarta, di Pulau Dewata kamu nggak perlu khawatir kehabisan tempat untuk menginap. Banyak banget penginapan di Bali, dari mulai yang sewanya puluhan juta semalam sampai puluhan ribu. Selain pesan lewat internet, kamu juga bisa langsung datang ke kawasan-kawasan backpacker di Bali, semisal Poppies Lane di Kuta, Monkey Forest di Ubud, atau Canggu yang sekarang lagi ngehits.

destinasi solo traveling
Areal persawahan (sawah) di Desa Ubud, Bali via TEMPO/Gunawan Wicaksono

Cara paling enak buat menjelajahi Bali adalah naik motor matik. Selain hemat biaya, naik motor matik juga bakal menghindarkan kamu dari kemacetan yang terkadang melanda wilayah selatan Bali.

Dengan motor matik sewaan, kamu bisa mampir ke Pantai Kuta yang legendaris, Tanah Lot, Jimbaran, GWK, terus lanjut ke Uluwatu buat melihat pertunjukan tari kecak. Jangan lupa juga buat mampir ke Bedugul untuk melihat langsung Pura Ulun Danu Beratan yang dulu pernah ada dalam lembaran uang Rp50.000 lawas. Kamu juga bisa berkendara ke utara menuju Kintamani, tempat kamu bisa meresapi panorama Gunung Batur dan Danau Kintamani.

Mau beli oleh-oleh? Nggak perlu pusing cari tempat belanja. Pasar seni tersebar di mana-mana di Bali. Pasar seni yang paling legendaris tentu saja Pasar Seni Sukawati di Gianyar. Tapi, kalau menginap di Monkey Forest, Ubud, kamu bisa jalan kaki menyusuri pasar seni di pusat kota Ubud.

Kalau kamu memang pengen nyobain solo traveling, coba dulu deh jalan-jalan sendirian ke Yogyakarta dan Bali. Habis itu kamu bisa coba main ke tempat-tempat lain di penjuru Indonesia.

Selamat mencoba solo traveling, Sob!


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

TelusuRI

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Senja dari Pinggir Brantas

Itinerary

Remeh-temeh yang Tak Remeh tentang Tempe

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Tips Bikin Bujet Traveling ala Dayu Hatmanti

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Ngobrolin Fotografi Perjalanan bareng Ingga Suwandana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *