Itinerary

Sebelum Jalan-Jalan ke Kepulauan Seribu, Baca Dulu 7 Fakta Unik Ini supaya Perjalananmu Jadi Lebih Menarik

Kepulauan Seribu adalah salah satu dari 10 Bali Baru yang lagi gencar-gencarnya dipromosikan sama Kementerian Pariwisata. Akses menuju ke sana dari Jakarta gampang banget. Kamu tinggal naik perahu selama beberapa jam dari Muara Angke.

Tapi, karena pulaunya banyak banget, kamu mungkin bakal kebingungan buat menentukan mau ke pulau mana dulu. Mungkin 7 fakta unik berikut bisa nolong kamu buat memutuskan mau main ke pulau mana dulu di Kepulauan Seribu.

1. Satu-satunya kabupaten di DKI Jakarta dan satu-satunya wilayah ibukota yang nggak dilalui Transjakarta

Gapura Kabupaten Kepulauan Seribu via poskotanews.com

Di antara enam wilayah administrasi yang ada di DKI Jakarta, Kepulauan Seribu adalah satu-satunya kabupaten. Nama resminya adalah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang beribukota di Pulau Pramuka. Dengan total luas wilayahnya mencapai 8,7 km2, jumlah penduduk pada tahun 2016 mencapai 23.600 jiwa.

Kepulauan Seribu juga satu-satunya wilayah di DKI Jakarta yang nggak dilalui sama moda transportasi khas ibukota, yaitu…. Transjakarta. MRT juga kayaknya nanti nggak sampai ke sini, deh.

2. Namanya saja yang “Kepulauan Seribu” tapi jumlah pulaunya nggak sampai seribu

Kepulauan Seribu

Pulau Kelor via skyscanner.com

“Wah, Kepulauan Seribu! Banyak banget pulaunya,” kamu sudah buru-buru ngambil kesimpulan. Faktanya, jumlah pulau di Kepulauan Seribu nggak sampai 1.000. Jumlahnya jauh lebih kecil daripada itu, cuma sekitar 342 pulau. “Seribu” cuma ungkapan hiperbolik doang sebagai bentuk kekaguman karena pulau di gugusan ini memang banyak banget.

Dari 342 pulau itu, nggak semuanya juga punya vegetasi. Sebanyak 158 di antaranya cuma pulau pasir (gosong) dan terumbu karang. Pulau yang dihuni pun cuma berjumlah 11.

3. Sebagian wilayah Kepulauan Seribu masuk ke dalam Taman Nasional Kepulauan Seribu

Terumbu karang di Kepulauan Seribu via travel.kompas.com

Nah, kalau mau main ke sini, pastikan dulu kamu tahu bahwa sekitar 22,65% dari luas perairan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS), yang merupakan rumah bagi puluhan jenis karang keras/lunak dan ratusan jenis ikan. Selain ikan-ikan karang, di TNKpS juga berkeliaran satwa-satwa langka yang dilindungi, seperti penyu hijau.

Jadi mending pikir-pikir dulu sebelum bikin yang aneh-aneh waktu, misalnya iseng ngambil bintang laut atau hewan-hewan lucu lainnya.

4. Punya beberapa mercusuar yang menjulang tinggi

Mercusuar Pulau Sabira via travel.kompas.com

Meskipun tinggi maksimum di Kepulauan Seribu cuma 7 meter, di gugusan ini ada beberapa mercusuar yang menjulang tinggi. Ada yang peninggalan Zaman Kolonial, ada pula yang dibangun setelah Indonesia merdeka.

Mercusuar setinggi 65 meter di Pulau Edam dibangun tahun 1879. Di Pulau Sabira yang disebut Noord Wachter oleh Belanda mercusuarnya lebih tua lagi, berdiri sejak 1869. Sementara itu, menara suar di Pulau Saktu jauh lebih muda sebab baru dibangun pada tahun 1981.

5. Jejak-jejak sejarah bertebaran di Pulau Onrust

Pulau Onrust via travel.kompas.com

Sejak Batavia dibangun pada 1610, Pulau Onrust yang sekarang sepi sudah dijadikan sebagai pangkalan Angkatan Laut (AL). Namanya pangkalan AL, pasti banyak dong kapal yang lalu-lalang di sini. Saking banyaknya kapal yang berkeliaran di perairan Pulau Onrust, penduduk lokal yang tinggal di sekitar sini menyebutnya sebagai Pulau Kapal.

Tahun 1615 VOC bikin dok kapal di sini. Tapi galangan itu porak poranda diserang Inggris sekitar 1800. Di zaman Van Der Capellen (1827), Onrust dibangun ulang dan difungsikan lagi sebagai galangan kapal. Puncaknya, antara tahun 1911-1933, Pulau Onrust jadi lokasi karantina jamaah haji yang pulang dari Mekah. Nah, sampai sekarang sisa-sisa cerita sejarah itu masih tersimpan di reruntuhan-reruntuhan bangunan tua di Pulau Onrust.

6. Punya jembatan antarpulau

Jembatan Cinta Pulau Tidung via wartakota.tribunnews.com

Masyarakat Pulau Tidung, salah satu pulau di Kepulauan Seribu, visioner sekali. Sebelum Suramadu dan rencana-rencana soal jembatan antarpulau yang lain dibikin, Kepulauan Seribu sudah punya Jembatan antarpulau, yaitu Jembatan Cinta yang menghubungkan antara Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar. (Di sini kamu bisa melompat buat uji nyali.)

Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 2005, tapi masih sederhana sebab cuma terbuat dari drum-drum yang diikat. Tapi nggak berapa lama jembatan itu hancur. Dibuat lagi pada 2008 dengan konstruksi yang beda, hancur lagi. Akhirnya sekitar tahun 2012, dibangunlah Jembatan Cinta seperti yang bisa kamu lihat sekarang.

7. Ada atraksi wisata religi juga lho di Kepulauan Seribu

Tanggul di Pulau Panggang via wartakota.tribunnews.com

Meskipun lebih dikenal sebagai destinasi wisata tempat kamu bisa merasakan petualangan-petualangan menyelami dunia bawah laut, ternyata disini juga punya wisata religi. Bukan, wisata religi di sini bukan masjid—tapi makam.

Di Pulau Panggang ada makam Al-Habib Ali bin Ahmad bin Zein Aidid, ulama asal Hadramaut yang menyebarkan Islam di wilayah itu pada abad ke-18. Di tanah yang sama bersemayam pula Pendekar Darah Putih yang dulu memimpin masyarakat Pulau Panggang berjuang melawan perompak. Makam Syarif Maulana Syarifuddin di Pulau Kelapa, sementara di Pulau Panjang ada pusara Sultan Mahmud Zakaria.

Jadi, mau ke mana dulu?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Desa Muncar dan Kopi Temanggung

Itinerary

Memahami Lebih Dalam tentang Permakultur

Itinerary

5 Destinasi Budaya 'Memorable' ala Jovita Ayu

ItineraryPilihan Editor

Rumapala dan Cerita Memberdayakan Pala Banda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *