Itinerary

5 Pantai di Gunungkidul yang Asyik buat Kemping

Mau nyobain kemping di Jogja tapi masih bingung mau buka tenda di mana? Ini TelusuRI kasih 4 pantai di Gunungkidul yang asyik buat kemping:

1. Ngobaran

pantai di gunungkidul yang asyik buat kemping

Pantai Ngobaran via SkyGrapher.id/Hilman Zhou

Karena Pantai Ngobaran ini agak mblusuk (sekitar 2 km dari Pantai Ngrenehan), lokasinya pas banget buat merenung. Saking cocoknya ini tempat buat nyari “inner peace,” ada beberapa tempat ibadah yang dibangun di areal Ngobaran, yakni pura dan masjid.

Pantai ini berupa teluk kecil yang terlindung dari angin dan gelombang. Di sana, kamu bisa beli kayu bakar sama warga setempat buat bikin api unggun. Jadi kamu nggak perlu repot-repot bawa kayu bakar dari Jogja. Tapi, karena ada beberapa bangunan sakral di Ngobaran (pura dan masjid tadi), sebaiknya kamu dan teman-teman agak-agak behave. Gitaran sambil nyanyi-nyanyi aja nggak masalah. Jangan kebangetan aja ngakaknya.

2. Sundak

pantai di gunungkidul yang asyik buat kemping

Pantai Ngandong (kiri) dan Sundak (kanan) via SkyGrapher.id/Ryan Firman

Sebelum pantai-pantai lain tenar, Sundak pernah menempati posisi teratas sebagai pantai di Gunungkidul yang asyik buat kemping akhir pekan. Terutama di kalangan mahasiswa. Dulu banget, sih, sebelum ada WhatsApp dan Instagram. Mereka bela-belain naik motor sekitar tiga jam dari Jogja cuma buat mendirikan tenda di atas pasir putih Pantai Sundak.

Untuk ke Sundak, caranya gampang banget. Kamu bisa lewat Panggang atau lewat Kota Wonosari. Di pertigaan mau ke Baron, kamu ambil jalan ke kiri (arah timur). Ikutin aja terus sampai kamu menemukan plang penunjuk jalan menuju Pantai Sundak. Ancer-ancernya, Sundak terletak antara Pantai Ngandong dan Pantai Indrayanti (Pulang Syawal).

3. Siung

pantai di gunungkidul yang asyik buat kemping

Warung di Pantai Siung/Fuji Adriza

Pantai Siung jadi istimewa karena punya puluhan jalur panjat tebing. Makanya Siung sering dijadiin lokasi diklat lanjutan (dikjut) kelompok-kelompok pencinta alam (KPA) di Jogja dan Jawa Tengah. Biasanya, KPA-KPA itu datang sehari sebelum dikjut, kemping semalam, baru kemudian manjat tebing keesokan harinya.

Kemping di Siung jadi asyik karena kamu nggak perlu repot-repot buat masak nasi. Lokasi kempingnya deket warung (cuma dibatasi sama lahan parkir). Oh, iya. Kamu mesti catat ini: kalau ke Siung kamu mesti nyicipin nasi rames ikan goreng plus sambel pedas yang bikin nagih!

4. Sedahan

pantai di gunungkidul yang asyik buat kemping

Pantai Sedahan/Fuji Adriza

Perlu usaha agak ekstra buat ke Pantai Sedahan yang terletak nggak jauh dari Wediombo ini. Soalnya buat ke pantai itu kamu mesti trekking dulu sekitar 15 menit. Sebentar kok itu. Trekkingnya juga lewat trek batugamping di tengah-tengah hutan jati. Instagenik banget pokoknya!

Sekalinya tiba di sana, kamu bakal terpana sama pemandangan Pantai Sedahan. Teluknya bahkan lebih kecil daripada teluk di Ngobaran. Yang bikin Sedahan istimewa adalah pantai ini sepi banget, soalnya nggak terlalu banyak orang yang tahu. Nggak banyak orang yang rela repot-repot jalan dan keringetan hanya buat ke pantai tersembunyi kayak gini. Makanya Sedahan masuk dalam daftar pantai di Gunungkidul yang asyik buat kemping.

5. Wediombo

pantai di gunungkidul yang asyik buat kemping

Pantai Wediombo kala hujan/Fuji Adriza

Dari Sedahan, kesandung aja kamu bakal nyampe di Wediombo. (Tapi jangan nekat jalan kaki. Naik motor aja.) Seperti yang bisa ditebak dari namanya (wedi: pasir, ombo: luas), Pantai Wediombo ini lebar banget, nggak kayak Sedahan yang mini.

Di Wediombo ada bumi perkemahan tempat kamu bisa mendirikan tenda. Jadi kamu nggak perlu ambil risiko kena air pasang dengan kemping di bibir pantai. Kalau kamu suka surfing, di Wediombo juga ada kelompok surfer yang markasnya di pinggir jalan antara pantai dan parkiran.

Itulah 5 pantai di Gunungkidul yang asyik buat kemping. Mau cobain kemping di semua pantai itu?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Berburu Kuliner Bersejarah Khas Salatiga (1)

ItineraryNusantarasaPilihan Editor

Nasi Jangkrik, Kuliner Warisan Sunan Kudus

ItineraryPerjalanan Lestari

Ngeteh Sore di Artani, Toko Curah Ramah Lingkungan Pertama di Makassar

Itinerary

Gunung Bantur dalam Bingkai Kintamani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.