Itinerary

5 Cara Santai untuk Menikmati Perjalanan

Karena slow travel diprediksi bakal jadi tren tahun 2020 ini, kayaknya kebiasaan “cus ke atraksi wisata, foto selfie, terus pergi ke tempat lain” bakalan mulai ditinggalkan. Pejalan mungkin bakal melakukan hal-hal yang lebih santai, misalnya lima yang berikut ini:

Para tamu asing mengobrol di ruang dapur di hostel backpacker Packer Lodge, Jakarta Barat via TEMPO/Frannoto

1. Nongkrong di lobi atau ruang tamu hotel/hostel

Bagi sebagian besar orang, nongkrong lama-lama di lobi atau ruang tamu hotel/hostel cuma bakal dianggap sebagai aktivitas buang-buang waktu. Tapi, dari sudut pandang lain, kegiatan ini justru bakalan bikin kamu jadi lebih kaya—kaya cerita tentunya, bukan kaya uang.

Kenapa? Soalnya kemungkinan besar kamu bakal ketemu orang-orang dari berbagai penjuru yang membawa banyak cerita. Cuma, kemungkinan buat bisa connect bakal lebih besar kalau kamu menginapnya di hostel.

2. Baca buku di kafe

Susah menamatkan buku pas di hari-hari biasa? Bawa aja bukumu pas traveling buat dibaca. Kamu bisa baca pas di moda transportasi, saat duduk di bangku pesawat, kereta, atau bus. Selain itu, di kota tujuanmu, kamu bisa mencari kafe yang asyik untuk nongkrong dan menamatkan bukumu di sana.

Kalau nggak bawa buku, kamu bisa cari kafe-kafe yang menyediakan bacaan. Sekarang sudah banyak banget kok kafe-kafe yang berkonsep perpustakaan seperti itu.

quotes senja
Bersepeda kala senja via pexels.com/Pixabay

3. Jalan kaki atau sepedaan

Cara lain yang juga juga seru buat slow travel adalah jalan kaki atau sepedaan keliling kota yang kamu datangi. Kamu bisa mulai jalan atau sepedaan seharian, mulai dari pagi sampai malam—atau sampai capek.

Pelan-pelan, kamu bisa menjelajah ke tempat-tempat yang jarang dibahas di media, tempat-tempat nggak populer, dan melihat kenyataan dengan mata kepalamu sendiri.

4. Keliling kota dengan moda transportasi publik

Kalau lagi nggak berminat mengeluarkan keringat, kamu bisa jalan-jalan pelan-pelan naik moda transportasi publik. Beberapa kota punya moda transit yang bagus, seperti Jakarta atau Yogyakarta, jadi kamu bisa keliling-keliling dengan nyaman.

Tapi, meskipun kota itu nggak punya sistem transportasi publik yang baik dan kamu mesti naik angkutan-angkutan kecil, menjelajahi kota dengan angkot atau angdes juga bakal jadi pengalaman yang sangat menarik.

kampung alam malon
Mewarnai batik di Kampung Alam Malon/Mauren Fitri

5. Ikut “workshop” sesuai hobi

Senang masak atau bikin prakarya? Di tempat-tempat seperti Ubud dan Yogyakarta banyak banget toko atau restoran yang menyediakan kelas-kelas memasak makanan lokal atau membuat kerajinan tangan. Biayanya biasanya agak sedikit mahal memang. Tapi ikut workshop itu bakal ngasih kamu pengalaman yang nggak ada duanya.

Jadi udah nggak bingung lagi ‘kan mencari cara santai untuk menikmati perjalananmu?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

TelusuRI

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Senja dari Pinggir Brantas

Itinerary

Remeh-temeh yang Tak Remeh tentang Tempe

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Tips Bikin Bujet Traveling ala Dayu Hatmanti

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Ngobrolin Fotografi Perjalanan bareng Ingga Suwandana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *