Itinerary

4 Keseruan yang Hanya Bakal Kamu Dapat pas “Solo Traveling”

Lagi mikir-mikir buat “solo traveling” tapi masih ragu? Jangan khawatir. Ini TelusuRI kasih beberapa keseruan yang bisa kamu alami pas traveling sendirian (tapi bakal susah kamu dapat pas traveling rame-rame):

traveling sebelum mulai kuliah
Menentukan arah via pexels.com/Valentin Antonucci

1. Bebas mengubah itinerary

Karena kamu cuma traveling sama dirimu sendiri, kamu bebas buat mengubah itinerary, entah jadwal, tempat menginap, rute perjalanan, dll.

Ini susah banget kamu lakukan kalau traveling rame-rame, soalnya mesti mikirin kepentingan orang banyak. Pas traveling rame-rame, jangankan mengubah itinerary kelompok, kamu jalan sendirian aja pasti bakalan diprotes dan dibilang nggak setia kawan.

ingin melakukan petualangan
Mendengarkan musik via pexels.com/mentatdgt

2. Bisa lebih total dalam menikmati suasana

Traveling rame-rame, fokus kamu adalah kelompokmu sendiri. Suasana sekitar bakalan luput dari perhatianmu karena kamu cuma sibuk becanda sama teman-temanmu.

Solo traveling ngasih kesempatan yang lebih besar bagimu untuk menikmati suasana. Kamu bisa melihat hal-hal yang bakalan susah kamu lihat di kotamu sendiri, hal-hal yang bakalan memperkaya wawasan kamu (nggak cuma memperkaya “feed” Instagram kamu).

petualangan
Mengagumi pemandangan via pexels.com/Oziel Gómez

3. Bebas mau merasakan pengalaman apa saja

Karena sendirian, kamu bebas mau merasakan pengalaman apa saja yang kamu pengen. Mau naik gunung tinggal naik gunung, mau naik kapal berhari-hari tinggal naik kapal, mau cobain menginap di stasiun kereta tinggal datang aja ke stasiun.

Kamu mungkin nggak bakal banyak melihat atraksi wisata, tapi kamu bakal lebih banyak menyaksikan kenyataan, bukan sesuatu yang dikemas semata buat pelancong.

hal ngeselin pas traveling
Naik kereta api via pexels.com/bruce mars

4. Terhindar dari konflik-konflik yang bikin traveling nggak asyik

Jalan rame-rame, apalagi sampai berhari-hari, tentu saja ada kemungkinan bahwa konflik bakalan muncul. Kadang konfliknya itu karena hal-hal kecil yang sebenarnya nggak terlalu penting buat diributkan.

Pergi sendirian bakalan menghindari kamu dari konflik-konflik yang bikin traveling jadi nggak asyik itu. Kamu bisa lebih konsentrasi “mengalami” traveling.

Gimana? Udah nggak ragu lagi buat solo traveling, ‘kan?

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Curug Leuwi Hejo, Destinasi Air Terjun Hijau Toska di Bogor

Itinerary

Awas Rem Blong di Gekbrong

Itinerary

Sambut 2022 dengan 7 Film Perjalanan Ini

ItineraryPilihan Editor

Indonesia Graveyard: Merawat serta Belajar dari Makam Kuno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *