Pilihan EditorTravelog

Membuktikan Rumor Keberadaan “Pesawat Rusak” di Belantara Koya Jayapura

Kita ini penjelajah. Nenek moyang kita selalu berkelana. Tak heran jika bagi kita, keturunan-keturunan mereka, perjalanan dan petualangan mencari tempat-tempat baru seperti menjadi candu. Namun, mencari sebuah tempat atau destinasi ibarat memancing; kita tidak pernah tahu ukuran atau jenis ikan apa yang akan didapat. Itulah seninya….

Waktu menunjukkan jam 3 sore. Matahari di Jayapura masih tetap tidak mengendorkan panasnya. Saya, Ajir, Paten, dan Agil sedang berkumpul merencanakan sesuatu. “Jadi kitong pergi ke sana?” Ajir angkat suara. “Jalan to! Dapat tra dapat ke sana saja dulu,” tegas Paten. Oke, baiks. Kitong jalan.

pesawat koya

Pesawat di tengah hutan/Syukron

Lalu kami ikut meliuk-liuk bersama mobil melewati jalan berkelok menuju Koya. Bekal kami hanya penggalan informasi simpang siur yang sudah lama beredar—rumor lebih tepatnya—bahwa ada pesawat di tengah hutan Koya. Saya ulangi: pesawat di tengah hutan Koya.

Mencari “pesawat rusak”

Koya adalah wilayah para transmigran. Berada di Distrik Muara Tami, Jayapura, daerah ini didominasi warga pendatang yang mencari penghidupan sebagai petani ataupun pengusaha tambak. Di Koya tambak ikan dan kolam pemancingan tersebar di mana-mana. Selain itu Koya juga berada di jalur lintas yang menghubungkan Jayapura dan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

pesawat koya

Foto aerial Pesawat Koya/Syukron

Kami mencari lokasi lokasi Pesawat Koya dengan bertanya pada beberapa warga lokal. Pikir saya, masa pesawat sebesar itu luput dari perhatian warga? Asumsi saya ternyata tak sepenuhnya keliru. Mereka tahu bahwa ada pesawat di hutan, namun mereka tak tahu persis di mana tempatnya.

Yang membuat saya heran adalah seperti tak ada niatan dari mereka untuk mencari tahu. Barangkali sebuah pesawat yang terdampar di tengah hutan bukan hal unik bagi mereka.

pesawat koya

Pesawat utuh yang tak tampak seperti habis dibongkar/Syukron

Penasaran, kami menerobos lebih dalam. Kami menuju hutan sebelah timur Koya dan bertemu dengan sekumpulan remaja yang sepertinya baru pulang main sepakbola.

“E, Ade… Tanya dulu. Kam ada tau pesawat yang katanya ada sekitar sini ka?”

Untungnya mereka tahu, “Oh, pesawat rusak itu ka? Kaka putar balik nanti ada jalan kecil buat mobil sebelah kiri. Masuk trus ikut sudah.”

pesawat koya

Di dalam kabin/Syukron

Dibongkar dulu, dipasang kembali kemudian

Kami ikuti petunjuk para remaja itu. Kami lewat jalan kecil yang hanya cukup untuk dilalui satu mobil—pesawat jelas tak muat di jalur ini. Hari makin sore dan matahari disembunyikan oleh pepohonan besar yang menjulang.

Ketemu! Sekitar satu kilometer dari jalan besar Koya Tengah, sebuah moncong putih perlahan-lahan masuk dalam zona pandang. Itulah Pesawat Koya yang kami cari-cari.

Pertama melihatnya, yang terlintas dalam benak saya adalah bagaimana pesawat penumpang ini bisa berada di tengah hutan yang jaraknya sekitar 45 kilometer dari Bandara Sentani?

pesawat koya

Kokpit Pesawat Koya/Syukron

Memang ada kabar bahwa pesawat itu dibawa dari bandara menuju Koya Tengah, dibongkar terlebih dahulu, kemudian dirakit kembali di sini. Melihat betapa utuhnya Pesawat Koya itu, saya jadi membayangkan betapa rumitnya pekerjaan yang dilakukan orang-orang yang merakit ulang.

Dari luar pesawat itu memang tidak tampak seperti habis dibongkar. Namun di sekitarnya tersebar beberapa suku cadang, entah belum dipasang atau memang tidak dipakai.

Karena harus berlomba dengan gelap, kami berusaha memaksimalkan waktu. Namun, meskipun kami hanya sebentar di situs Pesawat Koya, sensasi menemukan tempat ini adalah sebuah kelegaan yang akan membuat kami tidur nyenyak malam nanti.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Avatar

Berimajinasi seperti anak-anak, bersemangat ala pemuda, dan bijaksana layaknya orang tua.
Related posts
Travelog

Perjalanan Menuju Baduy Dalam

Travelog

Mencari Udara Segar di Gunung Penanggungan

Travelog

Pulau Talango dan Kenangan Manis di Seberang Madura

Travelog

Rumah-rumah Tak Berpagar di Kampung Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *