Itinerary

5 Tips dan Trik supaya Naik Gunung Sendirian Jadi Asyik

Ada yang bilang naik gunung sendirian itu nggak asyik. Siapa bilang? Semua bisa asyik kok asal tahu tips dan triknya. Jadi mending simak dulu deh tips dan trik supaya naik gunung sendirian jadi asyik berikut:

1. Pilih gunung yang “enak”

quotes tentang gunung

Pegunungan via pexels.com/Stefan Stefancik

Enak di sini relatif sebenarnya. Enak buat kamu belum tentu enak buat orang lain. Jadi, intinya supaya naik gunung sendirian jadi asyik kamu mesti pilih gunung yang sesuai dengan kriteria enak versi kamu.

Jangan ngoyo pilih gunung yang susah, misalnya yang perlu waktu beberapa hari buat ke puncak. Bukannya meremehkan kemampuanmu, tapi kita nggak pernah tahu apa yang bakal menimpa kita di gunung. Lebih baik mengantisipasi ketimbang dievakuasi.

2. Lakukan persiapan fisik dan logistik dengan serius

quotes tentang gunung

Menatap samudra awan via pexels.com/Pixabay

Namanya naik sendirian, apa pun yang terjadi pada dirimu bakal kamu alami sendirian. Mau capek ya capek sendirian, mau laper ya laper sendirian. Makanya kamu mesti mempersiapkan pendakian solomu dengan serius.

Beberapa minggu sebelum nanjak, mending kamu olahraga buat ngeluarin keringet dan melatih tubuh. Kamu juga mesti lebih serius mempersiapkan logistik yang dibawa. Jangan sampai ada barang-barang penting yang lupa. Kalau lupa mau pinjam ke siapa?

3. Riset kecil-kecilan tentang gunung itu

perlengkapan dasar traveling

Tas gunung via pexels.com/Avinash Patel

Kalau kamu sudah pernah nanjak ke gunung itu, mungkin kamu cuma perlu mengingat-ingat kembali pengalamanmu waktu mendakinya. Tapi kalau kamu belum pernah ke gunung itu, sebaiknya kamu melakukan riset kecil-kecilan.

Minimal kamu punya informasi soal berapa jam durasi pendakiannya, di mana tempat berkemah yang aman dan nyaman, dan apakah ada sumber air atau tidak sepanjang jalur pendakian. Kalau sudah riset, kamu bisa terhindar dari banyak persoalan yang mungkin saja bakal terjadi waktu mendaki.

4. Bawa sesuatu yang bisa membantumu melewatkan waktu di gunung

naik gunung sendirian

Sepasang sepatu trekking via pexels.com/Lum3n.com

Salah satu alasan kenapa orang males naik gunung sendirian adalah karena bingung memikirkan cara mengisi waktu di gunung. Naik sendirian mau ngobrol sama siapa?

Kalau supel bisa banget sih kamu join sama pendaki lain buat ngobrol di kamp. Tapi kalau kamu memang pengen coba nanjak sendirian, emang mau niat menyepi dan mendekatkan diri ke alam, kamu bisa membawa sesuatu buat mengusir sepi, misalnya buku. Atau kamu juga bisa bawa headset dan mendengarkan lagu-lagu yang ada di ponselmu.

5. Hindari nonton film horor sebelum mendaki gunung sendirian

persiapan fisik pendakian

Menelusuri jalan setapak via pexels.com/Tamar Wiloughby

Kadang sesuatu menjadi menakutkan karena pikiran kita sendiri. Jadi supaya kamu nggak tersugesti, hindari nonton film horor sebelum melakukan pendakian gunung sendirian.

Sebagai gantinya kamu bisa nonton film-film petualangan yang ceria (misalnya EuroTrip), atau yang dramatis (misalnya Into the Wild). Nonton film-film seperti itu bakal lebih positif efeknya buatmu ketimbang nonton film-film horor.

Gimana? Kapan mau naik gunung sendirian?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

TelusuRI

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Senja dari Pinggir Brantas

Itinerary

Remeh-temeh yang Tak Remeh tentang Tempe

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Tips Bikin Bujet Traveling ala Dayu Hatmanti

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Ngobrolin Fotografi Perjalanan bareng Ingga Suwandana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *