Itinerary

Baca 7 Hal Ini Dulu sebelum Mendaki Gunung Ciremai via Linggarjati

Menjulang sampai ketinggian 3.078 mdpl, Gunung Ciremai yang jadi atap Jawa Barat adalah incaran para pendaki. Gunung ini punya beberapa jalur pendakian. Tapi yang paling legendaris adalah Jalur Linggarjati.

Kalau kamu berminat mendaki Gunung Ciremai via Linggarjati, supaya pendakianmu enak simak dulu nih 7 hal berikut:

1. Letaknya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

mendaki gunung ciremai via linggarjati

Base Camp Ranger Linggarjati/Fuji Adriza

Gerbang pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati berada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kalau naik kereta, kamu bisa turun di Stasiun Cirebon Prujakan. Dari sana lanjut naik ojek ke depan Terminal Harjamukti Cirebon untuk menunggu elf, bis kecil, atau bis besar ke Kuningan (antara Rp 15.000-25.000).

Bilang saja ke kenek bis kalau kamu mau mendaki Gunung Ciremai. Nanti kamu akan diturunkan di Pertigaan Cilimus di Kuningan (patokannya adalah Indomaret). Seturun di Pertigaan Cilimus, kamu bakal dihampiri sama tukang ojek yang menawarkan tumpangan ke Base Camp Ranger Linggarjati (Rp 15.000-20.000).

2. Bisa menginap di “base camp” sebelum mulai trekking

mendaki gunung ciremai via linggarjati

Suasana dalam Base Camp Linggarjati/Fuji Adriza

Dari Pertigaan Cilimus kamu bakal melewati jalan aspal yang menanjak. Jalan jadi semakin menanjak setelah kamu belok kiri di jalan kecil samping Gedung Perundingan Linggarjati yang bersejarah.

Biasanya para pendaki tiba di base camp malam hari sebelum mendaki keesokan harinya. Tapi kamu nggak usah khawatir, soalnya kamu bisa banget tidur di base camp. Tinggal gelar matras dan buka sleeping bag aja.

3. Biaya pendaftaran mendaki Gunung Ciremai via Linggarjati adalah Rp 50.000

mendaki gunung ciremai via linggarjati

Warung dekat pos pendaftaran/Fuji Adriza

Pos pendaftaran nggak seberapa jauh dari Base Camp Linggarjati. Kamu cuma perlu jalan—nanjak—beberapa puluh langkah. Jadi, kamu bisa mendaftar keesokan harinya sebelum mulai mendaki Gunuung Ciremai via Linggarjati.

Untuk dapat Simaksi kamu mesti membayar Rp 50.000. Selain mengisi formulir yang isinya biodata dan logistik yang dibawa, kamu mesti menyerahkan fotokopi KTP. Selain Simaksi, kamu juga bakal dikasih beberapa lembar plastik besar untuk menyimpan sampahmu. Pas turun, kamu mesti menyerahkan sampah itu dan berikut Simaksi ke petugas. Uniknya, pas turun nanti pihak pos pendaftaran bakal ngasih kamu sertifikat.

4. Isi air di Pos Cibunar

mendaki gunung ciremai via linggarjati

Hutan pinus dekat Pos Cibunar/Fuji Adriza

Untuk mendaki Gunung Ciremai via Linggarjati, kamu mesti bawa air sesuai dengan kebutuhanmu. Soalnya, nggak peduli musim hujan atau musim kemarau, sepanjang jalur pendakian nggak ada sumber air yang bisa kamu manfaatkan.

Tapi kabar gembiranya kamu bisa bawa wadah kosong dari base camp buat diisi di samping sebuah warung dekat Pos 1, yakni Cibunar. Sambil ngisi air kamu juga bisa mencicipi beberapa potong gorengan hangat yang bakal sangat kamu rindukan sewaktu pendakian nanti.

5. Pendakian santai makan waktu antara 11-13 jam

Waktu paling pas untuk mulai mendaki Gunung Ciremai via Linggarjati adalah musim kemarau, pagi hari sekitar jam 7-8. Kenapa? Soalnya perjalanan santai (plus istirahat standar) bakal menghabiskan waktu sekitar 11-13 jam. Jadi, kalau mulai terlalu siang kamu bakal kemalaman di hutan—mulai naik malam sama sekali nggak direkomendasikan.

Pendakian lewat Linggarjati bisa dibagi jadi dua etape. Pertama adalah dari base camp ke kamp untuk muncak, sementara etape kedua adalah dari kamp muncak ke… puncak. Nah, pasti kamu bertanya-tanya, “Kok lama banget naiknya?” Jawabannya di bawah.

6. Jalurnya panjang dan punya banyak tanjakan legendaris

mendaki gunung ciremai via linggarjati

Tanjakan Bapa Tere/Fuji Adriza

Mendaki Gunung Ciremai via Linggarjati bisa lama banget kayak gitu karena jalurnya panjang dan penuh dengan tanjakan legendaris. Nggak seperti gunung-gunung lain yang dimulai dari ketinggian sekitar 1.000 mdpl, pendakian Ciremai lewat Linggarjati dimulai pada 600 mdpl!

Berarti, karena ketinggian Ciremai adalah 3.078 mdpl, kamu perlu naik sekitar 2.478 meter alias sekitar 2,5 km! Jarak segitu harus kamu tempuh lewat tanjakan-tanjakan nggak ramah dengkul, yakni Tanjakan Bingbin, Seruni, dan Bapa Tere.

7. Tempat ideal untuk berkemah adalah Pos Sanggabuana I atau II

mendaki gunung ciremai via linggarjati

Puncak Ciremai di musim hujan/Fuji Adriza

Supaya muncaknya enak, sebaiknya kamu buka tenda di Sanggabuana, entah Sanggabuana I atau Sanggabuana II. Sebenarnya di atas Blok Sanggabuana masih ada Blok Pangasinan, tapi lokasi itu terbuka banget sehingga kemungkinan besar kamu bakal tidur sambil menggigil.

Dari Sanggabuana II cuma perlu waktu sekitar 2-2,5 jam buat ke puncak. Jadi kamu bisa mulai jalan sekitar jam 3 atau 4 dini hari supaya bisa lihat keindahan matahari terbit di areal puncak Gunung Ciremai yang bakal susah kamu lupakan.

Jadi, kapan kamu mau mendaki Gunung Ciremai via Linggarjati?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

5 Tempat Wisata yang Wajib dikunjungi saat di Lembang

Itinerary

Jalan-jalan ke Curug Cipamingkis, Bogor

Itinerary

Cerita dari Kampung Adat Kuta, Ciamis

Itinerary

Tempat-Tempat yang 'Hilang' di Indonesia

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.