Itinerary

Tips dan Trik supaya Mendaki Gunung Rinjani Lebih Asyik

Rinjani menggoda buat didaki bukan cuma karena ia adalah gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Banyak juga yang mendaki Gunung Rinjani buat menikmati keindahan alamnya—hamparan sabana yang luas, Danau Segara Anak, Gunung Baru Jari.

Tapi, supaya kamu bisa menikmati keindahan alamnya secara maksimal, pendakianmu ke Rinjani mesti asyik, Sob. Nih, TelusuRI kasih tips dan trik supaya mendaki Gunung Rinjani lebih asyik.

1. Mendaki Gunung Rinjani pas musim kemarau lebih asyik

mendaki gunung rinjani

Di tengah-tengah Sabana Sembalun di musim kemarau via instagram.com/failureproject

Pas musim kemarau, kemungkinan buat kehujanan di jalan sangat tipis. (Kamu pasti paham betapa nggak enaknya kena hujan di gunung.) Selain itu, pemandangan yang bakal kamu lihat akan lebih spektakuler.

Di puncak-puncak musim kemarau, sabana di Jalur Sembalun akan jadi kecoklatan. Kamu bakal ngerasa seperti lagi jalan-jalan di stepa Mongolia. Tapi, kalau kamu lebih suka sabana yang masih ada aksen-aksen hijau, dakilah Gunung Rinjani di awal musim kemarau.

2. Jangan buru-buru, sediakan waktu seminggu

mendaki gunung rinjani

Sabana Sembalun via instagram.com/failureproject

Mendaki Gunung Rinjani beda sama mendaki gunung-gunung yang ketinggiannya di bawah 3.500 mdpl. Gunung Rinjani nggak bisa didaki dengan terburu-buru. Kalau cuma mau “tektok,” mending nggak usah aja sekalian—sayang waktu dan anggaran.

Jadi, supaya naik Rinjani lebih seru, sediakan waktu minimal satu minggu (termasuk dua hari perjalanan dari/ke Rinjani kalau kamu naik pesawat ke Lombok).

3. Lintas jalur lebih seru

mendaki gunung rinjani

Puncak Gunung Rinjani tampak dari Jalur Sembalun via instagram.com/failureproject

Tanya saja begini sama kawan-kawanmu yang pernah ke Rinjani: “Lebih seru mana: naik-turun Rinjani lewat satu jalur atau lintas jalur?” Pasti sebagian besar bakal menjawab lebih seru lintas jalur.

Biasanya pendaki domestik mendaki Gunung Rinjani lewat Sembalun dan turun lewat Senaru. Alasannya adalah karena Jalur Sembalun lebih landai, sementara Senaru lebih terjal. Tapi, akhir-akhir ini juga lumayan banyak yang naik lewat Torean dan turun lewat Senaru atau Sembalun.

4. Lebih baik mendaki Gunung Rinjani bersama kawan-kawan baik yang sudah biasa nanjak

mendaki gunung rinjani

Mendaki bersama teman-teman via instagram.com/failureproject

Benar, kamu bakal ketemu teman-teman baru di pendakian. Tapi akan lebih asyik lagi kalau kamu nanjaknya sama kawan-kawan yang sudah sering mendaki gunung bareng kamu.

Kalau naik sama kawan-kawan sendiri, kamu nggak perlu lagi menghabiskan waktu buat basa-basi. Kamu bisa lebih konsentrasi menikmati momen-momen langka yang hanya bisa kamu temukan waktu mendaki gunung-gunung keren seperti Rinjani.

5. Tenang saja, kamu punya banyak waktu untuk istirahat

mendaki gunung rinjani

Pos 2 Sembalun via instagram.com/failureproject

Pendakian Gunung Rinjani bakal ngasih banyak kesempatan bagimu buat istirahat dan mengumpulkan tenaga (asal kamunya sendiri nggak buru-buru).

Sepanjang jalur pendakian Gunung Rinjani, Banyak tempat enak buat mendirikan tenda. Kamu bisa kemping di Pos 2 Sembalun, Pelawangan Sembalun (sebelum dan setelah summitting ke Puncak Dewi Anjani), dan pinggiran Danau Segara Anak (beberapa malam).

6. Kemping semalam-dua malam di pinggir danau

mendaki gunung rinjani

Menuju Puncak Rinjani via instagram.com/failureproject

Kalau lintas jalur dari Sembalun ke Senaru, kamu mesti turun dulu dari Pelawangan Sembalun ke pinggir Danau Segara Anak sebelum nanjak lagi buat turun Gunung Rinjani lewat jalur Senaru.

Biasanya para pendaki betah lama-lama kemping di pinggir danau. Lokasinya emang pewe banget. Pemandangannya indah, suasananya asyik, terus juga ada air terjun dan sumber air panas. Tapi, yang paling seru adalah…

7. Bawa teflon buat…

mendaki gunung rinjani

Memancing di Danau Segara Anak via instagram.com/failureproject

Kamu bisa mancing ikan di Danau Segara Anak. Di danau itu banyak banget ikan karper warna hitam yang juga enak banget buat dimakan. Makanya banyak pendaki yang sengaja bawa pancing dari bawah buat mancing ikan di danau.

Tapi kalau kegiatan mancing terlalu “filosofis” bagimu, kamu bisa beli ikan dari warlok yang emang sengaja mendaki Gunung Rinjani cuma buat mancing (dan menjual hasil pancingannya ke para pendaki). Harganya nggak mahal-mahal amat, kok. Kalau pintar nawar, bisa dapat Rp 20.000 untuk tiga ekor ikan. Makanya, jangan lupa bawa teflon buat masak ikan.

Gimana? Udah siap buat mewujudkan mimpimu untuk mendaki Gunung Rinjani?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Santapan yang Lahir dari Kesengsaraan

Itinerary

Desa Muncar dan Kopi Temanggung

Itinerary

Memahami Lebih Dalam tentang Permakultur

Itinerary

5 Destinasi Budaya 'Memorable' ala Jovita Ayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *