Itinerary

Representasi Pertempuran Surabaya di Komplek Tugu Pahlawan dan Museum 10 Nopember

Wisata museum tentunya merupakan hal yang bagi sebagian orang merupakan kegiatan yang sangat membosankan, namun dengan berwisata di museum selain dapat memperoleh beragam informasi menarik, juga dapat menambah kecintaan terhadap negara dan kian menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri. Di Surabaya terdapat sebuah museum yang menjadi salah satu ikon kotanya, museum ini dikenal dengan nama Museum 10 Nopember Surabaya. 

Monumen Tugu Pahlawan/Zahir

Museum 10 Nopember berada satu area dengan Monumen Tugu Pahlawan yang merepresentasikan perjuangan bangsa Indonesia, khususnya anak-anak muda atau yang dalam bahasa Jawa Timur lebih dikenal dengan sebutan arek-arek saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serbuan tentara sekutu.

Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp5.000/orang ditambah dengan biaya parkir sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil, kita sudah bisa masuk dan menikmati beragam koleksi di komplek Tugu Pahlawan beserta Museum 10 Nopember.

Sebagian besar koleksinya merupakan barang otentik dari peninggalan semasa perang, khususnya pada saat pertempuran Surabaya.

Kendaraan Perang

Sebelum memasuki area Tugu Pahlawan, para pengunjung akan disuguhi berbagai relief yang berada tepat di depan pintu masuk area Monumen Tugu Pahlawan. Relief-relief tersebut berisi tentang peristiwa yang terjadi di Surabaya.

Di sudut timur dari komplek Tugu Pahlawan ini terdapat beberapa persenjataan berat yang dulunya digunakan oleh pihak sekutu untuk menggempur Surabaya. Salah satunya adalah mobil Bren Carrier yang digunakan oleh tentara Inggris ketika mendarat di Surabaya dan melakukan kegiatan pengamanan. Ada pula sebuah mortar dengan kaliber 120 mm yang turut dipamerkan.

Monumen Kendaraan Perang/Zahir

Di sekeliling taman Monumen Tugu Pahlawan juga dapat ditemui berbagai patung-patung tokoh perjuangan yang turun ke pertempuran di kota Surabaya baik melalui jalur “angkat senjata” maupun melalui jalur diplomasi politik. 

Beberapa tokoh yang turut diabadikan di Monumen Tugu Pahlawan antara lain Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Bung Tomo, HR. Mohammad, dan beberapa tokoh lainnya. Suasana di sekitar Tugu Pahlawan terbilang cukup sejuk karena ditumbuhi beberapa pohon yang cukup rindang.

Museum 10 Nopember dan Saksi Bisu Pertempuran Surabaya

Sebelum memasuki area museum, kita harus melakukan registrasi secara daring melalui tiketwisata.surabaya.go.id. Selain itu selama masa pandemi jumlah pengunjung dibatasi dan terbagi dalam beberapa sesi.

Museum 10 Nopember yang berada di ruang bawah tanah ini menggambarkan tentang kronik pertempuran Surabaya yang dianggap sebagai salah satu pertempuran terhebat yang pernah terjadi di Indonesia.

Lantai 2 Museum 10 Nopember/Zahir

Museum ini terbagi menjadi 2 lantai berdasarkan jenis koleksi yang ditampilkan. Di lantai dasar kita akan menemukan beberapa replika pakaian dan seragam para tentara yang ikut bertempur. Selain itu ada pula beragam ornamen yang menggambarkan kondisi pertempuran kala itu. Ada pula ruang audio-visual yang digunakan untuk memutar film dokumenter dan beberapa biografi dari tokoh-tokoh penting yang turut andil dalam pertempuran Surabaya.

Suasana di lantai dasar ini mengajak kita turut merasakan kondisi pertempuran saat itu.

Beranjak ke lantai dua, kita akan melihat pelbagai koleksi persenjataan dan alat-alat yang digunakan semasa pertempuran Surabaya. Mulai dari yang digunakan oleh tentara sekutu, pasukan Jepang hingga tentara pejuang Surabaya. Beragam senapan seperti senapan Arisaka buatan Jepang, M1 Garand buatan Amerika yang dibawa oleh sekutu serta beberapa pistol juga turut menjadi koleksi di museum ini.

Ruang Diorama Statis

Koleksi lainnya seperti peralatan makan para tentara, alat-alat medis, sepeda kuno dan juga peralatan komunikasi juga turut ditampilkan di lantai dua museum. Pada lantai dua ini pengunjung juga dapat melihat beragam ruangan diorama statis yang menggambarkan beragam peristiwa penting yang pernah terjadi pada masa sebelum, saat, dan sesudah pertempuran Surabaya. Ruangan diorama statis ini terbagi menjadi dua dan dilengkapi dengan sistem audio tiga bahasa.

Ruang Diorama Statis/Zahir

Keberadaan ruangan diorama tentunya memberikan gambaran kondisi di Kota Surabaya pada saat itu, lengkap dengan audio yang menjelaskan tentang berbagai peristiwa tersebut. Hal ini tentu sangat penting bagi para generasi muda untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap sejarah bangsanya.

Setelah berkeliling di area Museum 10 Nopember dan Monumen Tugu Pahlawan, para pengunjung juga dapat membeli pelbagai macam souvenir yang dijual di tempat ini. Mulai dari baju, gantungan kunci, replika patung mini dan beragam buku dapat dibeli di toko yang berada tepat di sebelah kiri pintu keluar museum.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Mahasiswa Sejarah yang hobi traveling dan menulis agar tidak hilang oleh zaman

Mahasiswa Sejarah yang hobi traveling dan menulis agar tidak hilang oleh zaman
    Artikel Terkait
    ItineraryNusantarasa

    Berburu Kuliner Bersejarah Khas Salatiga (1)

    ItineraryNusantarasaPilihan Editor

    Nasi Jangkrik, Kuliner Warisan Sunan Kudus

    ItineraryPerjalanan Lestari

    Ngeteh Sore di Artani, Toko Curah Ramah Lingkungan Pertama di Makassar

    Itinerary

    Gunung Bantur dalam Bingkai Kintamani

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    Worth reading...
    Jejak-jejak Hari Pahlawan di Surabaya