Itinerary

5 Oleh-oleh “Mainstream” Jogja yang Biasanya Dibeli Pelancong

Sebelum oleh-oleh kekinian menjamur di Jogja, biasanya para pelancong membawa pulang 5 oleh-oleh mainstream berikut, Sob. Apa aja, sih?

1. Bakpia

oleh-oleh mainstream jogja

Bakpia pathuk via en.wikipedia.org/Serenity

Oleh-oleh mainstream Jogja yang dulu—sampai sekarang juga, sih, sebenernya—biasanya dibawa pulang para wisatawan adalah bakpia.

Bakpia ini bentuknya bundar agak tebal. Dibungkus dengan tepung, isi bakpia biasanya adalah kacang hijau dan gula. Namun seiring perkembangan zaman, produsen-produsen bakpia melakukan inovasi dengan membuat bakpia berbagai rasa. Sekarang, kamu bisa beli bakpia rasa coklat, keju, ketan, sampai durian. Bakpia bisa kamu temukan di daerah Pathuk dekat Malioboro, sekitar Pasar Bringharjo, Jalan Mataram, dll.

2. Gudeg

“Masak iya gudeg jadi oleh-oleh? Nggak basi?” Enggak. Kalau kamu beli gudeg pagi terus dibawa pulang naik kereta atau pesawat buat dimakan siang atau sore hari, gudeg belum bakal basi.

Biasanya, para pelancong bela-belain pergi ke dekat UGM buat beli Gudeg Yu Djum. Uniknya, oleh-oleh mainstream Jogja yang satu ini dibungkus dengan anyaman bambu yang bagian dalamnya dilapisi daun pisang. Jadi aromanya khas banget.

3. Gethuk lindri

Gethuk lindri ini terbuat dari singkong, yang dalam bahasa Jawa disebut telo. Kalau kamu mau bikin sendiri sebenarnya nggak susah-susah amat. Pertama, singkong kamu kupas lalu kukus sampai matang. Habis itu singkong itu dihaluskan, ditambahkan gula pasir, terus diberi pewarna dan vanili, kemudian dicetak.

Nah, yang bikin gethuk lindri tambah lezat adalah taburannya yang terbuat dari kelapa parut dicampur garam dan diberi aroma daun pandan.

oleh-oleh mainstream jogja

Salah satu motif batik via en.wikipedia.org/Tropenmuseum

4. Batik

Oleh-oleh mainstream Jogja yang lainnya adalah batik. Batik ini secara umum ada dua jenis, yakni batik cap dan batik tulis. Batik cap harganya lebih miring karena prosesnya nggak terlalu panjang dan rumit, cuma dicap aja. Sementara itu batik tulis harganya bakal lebih mahal karena prosesnya panjang dan rumit—digarisi dan diwarnai satu-satu oleh perajinnya.

Kalau mau cari kain batik, biasanya para pelancong bakal ke Pasar Beringharjo. Di pasar itu kamu bisa mencari aneka ragam kain batik dan baju batik. Enaknya, harganya bisa ditawar. Tapi kamu nawarnya juga jangan terlalu kejam.

5. Blangkon

Selain batik, oleh-oleh lain yang juga jadi incaran pelancong adalah blangkon. Penutup kepala khas Jawa ini juga banyak dijual di kawasan Malioboro, termasuk Beringharjo. Nah, blangkon ini pas banget kalau kamu pakai bersama surjan.

Kalau kamu biasanya bawa pulang oleh-oleh apa dari Jogja?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Berburu Kuliner Bersejarah Khas Salatiga (1)

ItineraryNusantarasaPilihan Editor

Nasi Jangkrik, Kuliner Warisan Sunan Kudus

ItineraryPerjalanan Lestari

Ngeteh Sore di Artani, Toko Curah Ramah Lingkungan Pertama di Makassar

Itinerary

Gunung Bantur dalam Bingkai Kintamani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.