Itinerary

Kenapa Kamu Harus Menulis Catatan Perjalanan di Blog?

Akhir-akhir ini, banyak yang lebih senang membagikan perjalannya lewat postingan-postingan Instagram. Yang jadi patokan adalah likes. Semakin banyak likes, semakin puas pula orang yang memposting foto/video itu.

Foto memang menarik. Bahkan, katanya satu lembar foto sama saja dengan ribuan kata—apalagi video. Tapi, lama-lama kamu juga akan lupa detail perjalanan itu. Makanya, supaya kamu nggak melupakan detail-detail perjalananmu, selain motret dan ngambil video, coba deh ngeblog.

Kalau kamu belum yakin buat ngeblog, ini TelusuRI kasih alasan-alasan kenapa kamu harus menuliskan catatan perjalanan di blog:

1. Kamu bisa bercerita sedetail mungkin

Lewat blog, kamu bisa bercerita sedetail mungkin. Memang, sih, blog ada batas jumlah karakternya. Tapi banyak banget sampai-sampai seperti nggak terbatas. Kamu bisa menulis sampai beberapa ribu kata.

Jadi, kamu nggak perlu khawatir kehabisan tempat untuk bercerita. Kamu bisa menuliskan pengalamanmu berburu tiket, packing, sampai cerita-cerita seru yang kamu alami selama perjalanan. Untuk melengkapi tulisan, kamu juga bisa melampirkan foto dan video.

2. Kamu bisa sekalian—pelan-pelan—belajar menulis

Semakin sering kamu menulis di blog, semakin berkembang pula kemampuan menulismu. Setelah sekian lama mengisi blog kamu pasti bakalan kaget sendiri dengan perkembangan skill menulismu. (Makanya postingan di blog jangan dihapus meskipun itu adalah postingan yang jelek banget.)

Suatu saat, bukan nggak mungkin kalau ada seorang editor majalah perjalanan yang bakalan tertarik dengan tulisanmu dan menawarkan kamu buat jadi kotributor di medianya. Banyak banget cerita penulis yang memulai karirnya lewat ngeblog. Tapi, ya, kamu harus konsisten.

3. Bisa dapat “feedback” dari sesama blogger

Serunya, di blog ada fitur komentar yang memungkinkan orang buat… mengomentari tulisan kamu. Kamu bakalan dapat banyak masukan dari komentar-komentar mereka. Kalau kamu sudah ngeblog, kamu nanti bisa rasakan sendiri betapa senangnya mendapatkan respon dari orang lain yang membaca tulisanmu.

Selain itu, kamu juga bisa jalan-jalan alias blogwalking ke blog-blog lain. Kamu bakalan menemukan banyak pengetahuan baru yang bisa jadi referensi buat menulis. Lewat saling komentar di blog, kamu juga bisa sekalian mengembangkan jaringan. Pasti nanti ada saja teman-teman yang mengajakmu buat kopdar.

Jadi gimana? Mau coba menuliskan catatan perjalanan di blog?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Avatar

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Menelisik Sejarah di Lembah Tumpang

Itinerary

Film Balada Si Roy: Bukan Sekadar Bahan Nostalgia

Itinerary

Belajar Fotografi Bersama Arbain Rambey

ItineraryNusantarasa

Sehari Memanjakan Perut dengan Beragam Kuliner Khas Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *