ItineraryPesona Hutan

Menelusuri Ekowisata Mangrove di Indonesia

Banyak tempat wisata yang kini dibangun dengan konsep ekowisata. Ekowisata ini merupakan wisata yang berwawasan lingkungan. Ekowisata juga bisa berarti upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan sekaligus melestarikan sumber daya alam dan budaya dari masyarakat setempat. Salah satu dari bagian ekowisata tersebut adalah ekowisata mangrove yang berupa objek wisata edukasi yang mengutamakan keindahan alami dari hutan mangrove serta makhluk hidup yang ada di dalamnya. 

Di Indonesia ada banyak sekali ekowisata mangrove yang tersebar di pesisir lautnya. Berikut ini adalah daftar ekowisata mangrove yang paling sering dikunjungi di Indonesia!

Ekowisata Mangrove Wonorejo

Mangrove Wonorejo
Wisatawan di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo via TEMPO/Fully Syafi

Ekowisata mangrove yang pertama adalah Ekowisata Mangrove Wonorejo yang berada di Jalan Raya Wonorejo, Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Di tempat wisata ini pengunjung bisa menikmati suasana sejuk dari hutan mangrove serta bisa menyewa kapal motor untuk berkeliling di sekitar kawasannya. 

Di antara hutan mangrove, dibuat jembatan yang biasa digunakan untuk berjalan-jalan atau bahkan jogging, lho. Saat air pasang pun pengunjung tidak perlu khawatir karena jembatannya dibangun agak tinggi dari permukaan airnya. Pengunjung juga dapat melihat keindahan di dalam hutannya serta mengamati satwa seperti burung, reptil, dan hewan kecil lainnya. 

Ekowisata Mangrove Cengkrong

mangrove cengkrong
Mangrove Cengkrong/Slamet Riyadi

Tempat selanjutnya berlokasi di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Prigi yang merupakan pantai terkenal di Trenggalek. Uniknya dari Ekowisata Mangrove Cengkrong ini adalah pemandangan belakangnya yang berupa perbukitan yang tampak hijau dan asri. 

Ada banyak satwa yang bisa diamati seperti bangau, burung cerek kenyut (Pluvialis fulva), prenjak rawa (Prinia flaviventris), prenjak padi (Prinia inornata), dan masih banyak lagi. Pengunjung juga bisa melihat satwa lain seperti biawak, ikan, dan ular yang melintas sesekali. 

Ekowisata Mangrove Lembung

Mangrove Lembung
Mangrove Lembung via Flickr/bpdas brantas

Ekowisata satu ini berlokasi di Bangkal, Lembung, Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, namanya adalah Ekowisata Mangrove Lembung. Ekowisata yang memiliki konsep ramah lingkungan, konservasi, sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat. Mulai dari cara pembibitan dan penanaman mangrove sampai budidaya berbagai jenis kerang, kepiting, serta lebah. 

Nantinya juga terdapat Taman Baca Mangrove yang dapat digunakan untuk menyimpan berbagai buku terutama yang berhubungan dengan konservasi dan pelestarian lingkungan. Tentunya dengan berwawasan lingkungan dan edukasi ini sangat cocok sebagai tempat liburan bagi keluarga.

Ekowisata Mangrove Superberu Bawean

Mangrove Superberu
Mangrove Superberu via Instagram/ekowisatasuperberu

Berpindah ke Kabupaten Gresik juga terdapat ekowisata yang layak untuk dikunjungi. Tempat tersebut adalah Ekowisata Mangrove Superberu yang juga dibangun untuk melestarikan flora dan fauna di sekitarnya. Di sini lebih banyak terlihat bangau dan biawak karena lingkungannya terdapat banyak sumber makanan yang melimpah. Selain itu juga ada burung-burung kecil lain yang hinggap di ranting pohon mangrovenya. 

Pengelola Ekowisata Mangrove Superberu Bawean juga menyediakan fasilitas tambahan seperti permainan ATV, snorkeling, diving, serta spot untuk memancing. Tak ada salahnya untuk menyempatkan datang ke ekowisata satu ini untuk menambah pengetahuan atau sekedar refreshing menenangkan pikiran. Pengunjung bisa datang ke ekowisata ini pada jam 7 pagi hingga 5 sore. 

Ekowisata Mangrove Tanjung Batu Lombok

Dikenal dengan keindahan alam sekitarnya, Ekowisata Mangrove Tanjung Batu Lombok makin digemari wisatawan. Padahal ekowisata ini baru dibuka pada tanggal 4 Juni 2020 lalu, namun sudah mendapatkan banyak kunjungan dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisatawan bisa melihat keanekaragaman flora dan fauna yang ada di dalam ekowisata mangrove ini. Bahkan jika beruntung bisa melihat beberapa jenis burung yang sedang bermigrasi.

Ekowisata Mangrove Tanjung Batu Lombok juga menjadi habitat satwa yang bisa dikonsumsi seperti udang, ikan, dan kepiting. Berkat adanya ekowisata ini dapat membantu masyarakat sekitar untuk meningkatkan hasil tangkapan laut dan budidaya mereka. Fasilitas yang disediakan oleh pengelola terbilang cukup lengkap. Mulai dari toilet yang bersih, warung makan, gazebo, hingga persewaan perahu juga ada. Wisatawan bisa datang langsung ke Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. 

Ekowisata Mangrove Pagatan Besar

Mangrove Pagatan Besar
Mangrove Pagatan Besar via Instagram/mangrove_pagatanbesar

Ekowisata ini mulai dikembangkan tahun 2016 dengan penanaman bibit mangrove secara besar-besaran sebagai penahan abrasi laut. Saat kamu datang ke ekowisata sekarang ini sudah menjelma menjadi hutan mangrove yang cukup luas. Tidak hanya sebagai penahan abrasi saja, keberadaan ekowisata ini juga dikembangkan masyarakat sekitar sebagai lahan untuk menangkap berbagai jenis biota laut seperti kerang, kepiting, ikan, biawak, dan udang. 

Jenis mangrove yang lebih banyak ditanam adalah jenis Avicennia alba, Avicennia officialis, dan Avicennia marina yang merupakan jenis perintis untuk membentuk sedimentasi tanah. Diprediksi bahwa kawasan ini akan lebih luas lagi beberapa tahun ke depan dengan semakin banyaknya mangrove yang ditanam. Menurut wisatawan yang sudah pernah datang ke Ekowisata Mangrove Pagatan Besar, pemandangan sunset di tempat ini sangat menawan. Itulah mengapa saat sore hari lebih banyak pengunjung yang datang dibandingkan saat pagi hari.

Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Mekar

Di Pantai Mekar, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat juga terdapat ekowisata mangrove yang bisa dikunjungi. Ekowisata mangrove ini memiliki track untuk jalan kaki yang lumayan panjang. Sebelum tahun 2016, masyarakat sekitar sering menebang pohon mangrove untuk dijadikan sebagai lahan pemukiman atau tambak, namun lambat laun kondisinya sangat memprihatinkan akibat abrasi laut yang berlebihan.

Masyarakat mulai menaruh perhatian lebih untuk menyelesaikan masalah tersebut, apalagi dengan bantuan CSR dari salah satu BUMN mengubah kawasan abrasi ini menjadi ekowisata yang menguntungkan. Setidaknya, masyarakat sekitar kini mulai bisa merasakan manfaatnya. Mulai dari tangkapan laut yang lebih banyak, memproduksi hasil pengolahan mangrove sebagai oleh-oleh, serta membuka warung untuk melayani pengunjung yang datang. Bahkan banyak masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai nelayan kecil menyewakan perahu mereka sebagai perahu wisata. 

Ekowisata Mangrove Caplok Barong

mangrove caplok barong
Mangrove Caplok Barong via Instagram/official_mangrovecaplokbarong

Ekowisata Mangrove Caplok Barong merupakan ekowisata yang bisa dibilang sudah naik level dibandingkan dengan ekowisata mangrove di tempat lain. Masyarakat setempat sudah merasakan manfaat besarnya sedangkan dari sisi hutan mangrovenya dapat terjaga dengan baik dan bertambah besar. Ekowisata mangrove ini berada di KH. Moh Yahya, Dusun Manis, Ambulu, Kecamatan Losari, Cirebon yang setiap harinya bisa mendatangkan ratusan hingga ribuan wisatawan. 

Dari pengembangan yang mereka lakukan sebelumnya seperti edukasi penanaman mangrove, menjaga kelestarian satwa, hingga budidaya biota laut sangat digemari oleh wisatawan yang datang. Masyarakat sekarang ini lebih memusatkan ekowisata mangrovenya sebagai sarana wisata yang lebih baik dengan menyediakan perahu karet sampai jetski. Pemiliknya pun juga dari masyarakat setempat sehingga hasilnya secara tidak langsung juga akan mengangkat ekonomi masyarakat sekitarnya. 

Daftar di atas memang hanya sebagian dari seluruh daftar ekowisata mangrove yang ada di Indonesia. Dari berbagai manfaat yang didapatkan dari ekowisata mangrove tersebut tidak hanya dirasakan dalam waktu yang singkat, namun juga bisa mendatangkan potensi yang lebih besar kepada masyarakatnya untuk waktu yang lebih lama. Inilah mengapa kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk melestarikan dan menjaga lingkungan. Dampaknya bukan secara lingkungan saja, namun juga berdampak besar pada ekonomi dan taraf hidup masyarakat sekitarnya. 


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Kerupuk Klenteng Bojonegoro, Warisan Legendaris yang Tetap Eksis Sejak 1929

Itinerary

Road Trip ke Pulau Sabu dan Menggila Bersama Bento

Itinerary

"Playlist" Buat Kamu yang Rindu Berderu Bersama Ombak

Itinerary

Desa Wisata Ngargoretno, Wisata Alam dengan Kearifan Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Worth reading...
Belajar Konservasi dari Kawasan Ekowisata CMC Tiga Warna