Travelog

Mencoba Sensasi Antre Selama 3 Jam di Warung Mi Soden Selecta

Cinta adalah satu di antara hal di dunia ini yang rela diperjuangkan dengan sebuah pengorbanan. Umumnya cinta lebih identik dengan pria atau wanita, padahal cinta juga dapat tertuju pada objek selain manusia. Sebut saja seperti hobi, hewan, tumbuhan, dan makanan. Beberapa orang rela mengeluarkan anggaran tak terhingga demi mendapatkan hewan kesukaannya, tumbuhan favoritnya, hingga makanan idamannya. Terkadang tak hanya pengorbanan tentang uang, tetapi juga tentang kesabaran. Tak berlebihan jika Cu Pat Kai atau Pangeran Tian Feng mengatakan bahwa, “cinta oh cinta, penderitaannya tiada akhir.”

Di daerah Selecta, Batu terdapat sebuah warung dengan menu utama olahan mie yang bisa dinikmati dengan syarat pengunjung harus rela menunggu selama berjam-jam. Bahkan hal ini sudah ditegaskan oleh pemilik warung sejak awal lewat sebuah papan pengumuman sederhana di dalam warung dengan kalimat “Buat yang baru pertama kali ke mie soden, jangan kaget apabila menunggu pesanan mie bisa samoai +/- 3 jam.” Bagi pecinta mie sejati, tentu saja hal ini bukan masalah, karena sekali lagi perlu ditegaskan bahwa cinta adalah cerita tentang pengorbanan.

Warung mie tersebut bernama Mie Soden. Warung ini terletak di Jalan Raya Selecta, Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Sebenarnya untuk menemukan warung Mie Soden tidak sulit, sebab warung ini berada tidak jauh dari gerbang masuk wisata Selecta. Tepat di sebelah kiri (setelah gerbang masuk) terdapat semacam warung kopi sederhana yang terbuat dari bambu.

Namun bagi seseorang yang belum pernah mengunjungi area Selecta, menemukan warung ini bukan perkara yang mudah. Warung itulah yang masyhur dengan sebutan Mie Soden. Di belakang bagian warung tersebut, terdapat hamparan lahan luas yang langsung menghadap ke area bawah kota Batu dan Malang. Oleh sebab itu, sambil menunggu pesanan Mie Soden tiba (yang memang berkisar kurang lebih selama 3 jam), dapat digunakan untuk menikmati pemandangan kerlap-kerlip kota Batu dan Malang di kala malam.

Malam memang gelap, tapi hanya gelap yang membuat cahaya tampak terang. Mie Soden tak akan bisa dinikmati di siang hari, sebab jam operasional warung ini dimulai pada pukul 19.00 hingga tengah malam. Waktu yang sempurna untuk bercerita tentang dunia dan seisinya sebagai pelengkap rasa sabar menunggu pesanan terhidang di depan mata. Terkadang, beberapa pengunjung memang sejak awal lebih memprioritaskan nongkrong di sini untuk sekadar menikmati sendu kota Batu. Urusan Mie Soden hanyalah bonus yang melengkapi kesenduan itu.

Mie Soden dapat dinikmati dengan dua cara, yakni diseruput di dalam warung (yang hanya muat untuk beberapa orang) atau disikat di area luar warung dengan cara lesehan menggunakan tikar. Cara yang kedua tentu saja lebih banyak dilakukan karena ruangan di dalam yang sangat terbatas. Bercanda dan tertawa di alam terbuka juga dapat dilakukan lebih leluasa untuk menanggulangi kondisi hati yang harus ekstra bersabar selama tiga jam. Namun pengunjung tak perlu risau, karena hanya orang-orang sabar yang akan menemui kenikmatan mi soden di tengah belenggu suasana dingin kota Batu.

Waktu tunggu yang dapat dikatakan sangat lama disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya karena pengunjung yang dari hari ke hari semakin bertambah dan cara pembuatannya yang hanya dilakukan oleh pemilik warung sendiri (mungkin untuk menjaga kualitas rasa). Tak heran Mie Soden memiliki cita rasa yang berbeda dengan mie goreng pada umumnya.

Tambahan bumbu (beberapa potong cabai rawit dan bawang putih) dan bahan pelengkap (sawi dan telur orek) inilah yang membuat Mie Soden memiliki tingkat kelezatan lebih tinggi daripada mie-mie lainnya. Agaknya masalah waktu tunggu yang terlalu lama menjadi lumrah bagi warung yang sudah terkenal kelezatan rasanya, sebab ramainya pengunjung setidaknya menjadi bukti bahwa warung ini memang disukai banyak orang.

Selain menu mie, sajian lain yang tak boleh dilewatkan adalah teh susu khas Mi Soden beserta sate-satean dan camilan-camilan yang lain (seperti tahu isi, tahu bakso, tahu buto, atau cilok pedas). Sajian teh susu khas Mie Soden terbuat dari susu segar asli yang dicampur dengan sekantung teh celup, sehingga menjadi pendamping yang pas di hawa dingin kota Batu.

Keberagaman menu yang tersedia seolah menjadi keunggulan tersendiri sebagai wujud warung menempatkan pembeli sebagai raja. Selain rasa yang nikmat, sajian menu di warung Mi Soden juga dibanderol dengan harga yang memikat (berkisar mulai dari Rp1.000 hingga Rp7.000 saja). Menilik fakta-fakta ini, agaknya antre selama tiga jam tak akan pernah menjadi masalah, karena kepuasan tetaplah menjadi hal yang paling utama. 

Dosen dan penulis buku "Wasiat Nabi Khidir untuk Rakyat Indonesia."

Akhmad Idris

Dosen dan penulis buku "Wasiat Nabi Khidir untuk Rakyat Indonesia."
Artikel Terkait
Travelog

Hidup Produktif bersama Perpustakaan Bung Hatta

Travelog

Melawat ke Makam Kehormatan Belanda

Travelog

Coban Pelangi dan Kenangan Apik

Travelog

P4S Tranggulasi: Bukan Hanya Sekedar Kelompok Tani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *