Itinerary

Selain Mie, Inilah 7 Makanan Instan yang Bisa Kamu Bawa Naik Gunung

Kalau dulu beda cerita, ya. Tapi, sekarang ini udah nggak zamannya lagi naik gunung cuma bawa mie instan. Kenapa? Soalnya udah banyak banget alternatif bahan makanan instan yang bisa kamu bawa pas naik gunung, misalnya yang di bawah ini:

1. Spageti

“Sama aja ‘kan kayak mie?” Mirip, tapi nggak sama, Sob. Spageti ini lurus kayak habis di-rebonding, nggak keriting kayak mie instan. Nggak kayak mie yang pakai bumbu bubuk, makanan jenis pasta ini dimakan bersama saus yang biasanya dilengkapi potongan daging kecil.

Cuma aja, harganya sedikit lebih mahal ketimbang mie instan. Dan kamu juga kayaknya cuma bisa nemuin spageti instan di supermarket atau mini market. Di warung-warung biasa masih agak susah menemukan makanan ini.

2. Sup makaroni

Sama-sama berasal dari Italia dan masuk golongan pasta kayak spageti, makaroni juga bisa jadi pilihan bahan makanan buat dibawa naik gunung. Makaroni ini bentuknya adalah potongan-potongan silinder kecil seperti siku yang tengahnya bolong.

Produk makaroni instan yang banyak beredar di Indonesia adalah sup makaroni. Ini pas banget buat dibawa naik gunung. Selain bergizi, kemasannya juga ringkas sehingga nggak banyak makan tempat dalam ransel.

3. Sarden

Makanan kaleng seperti sarden juga cocok untuk dibawa naik gunung. Kalau dulu vendor sarden yang beredar cuma ada beberapa—sehingga harganya nggak bersaing—sekarang udah banyak banget merk sarden. Selain itu juga tersedia sarden dalam berbagai ukuran, dari mulai yang kecil sampai besar.

Sarden ukuran kecil biasanya berisi 3-4 potong ikan makarel. Kalau kalengnya lebih besar, tentu saja lebih banyak pula ikan makarel yang ada di dalamnya. Nah, waktu nanjak, kamu bisa bawa sekurang-kurangnya satu kaleng kecil sarden. Jangan lupa juga bawa bawang putih, tomat, dan telor supaya sarden yang kamu masak jadi lebih enak.

4. Sup krim

Daripada bawa mie instan, mending kamu bawa sup krim. Ada dua alasan; pertama packaging-nya ringkas, dan kedua energi yang kamu dapat juga lebih banyak.

Selain itu, cara bikin sup krim juga gampang banget, Sob. Kamu tinggal menghidupkan kompor, masukin air ke dalam nesting, masukin sup krim, terus aduk-aduk deh sampai kental. Pokoknya, kamu bisa masak sambil bercanda sama temen-temen—atau sambil salto.

5. Bubur ayam

“Bubur ayam? Nggak salah, tuh?” Beneran. Sekarang udah ada bubur ayam instan yang bisa kamu bawa naik gunung. Tapi ya kamu nggak bisa ngarep bubur ayamnya bisa “sepenuh” bubur ayam langganan kamu. Setidaknya, bubur ayam instan dilengkapi dengan kerupuk dan penyedap rasa.

Cara bikinnya juga gampang banget. Kamu tinggal panasin air sampai mendidih, terus guyur deh bubur ayam instannya. Tapi, nuangin airnya pelan-pelan aja, Sob. Biar bener-bener kayak bubur ayam, airnya jangan kebanyakan.

6. Nugget

Bahan makanan instan lain yang juag bisa dibawa pas traveling adalah nugget. Sekarang makin banyak merk nugget yang beredar di pasaran. Kamu bisa pilih mana yang paling sesuai dengan seleramu—atau yang harganya paling sesuai dengan bujetmu.

Tapi ingat: kalau kamu bawa nugget, jangan lupa juga buat bawa minyak goreng. Dalam keadaan darurat, bisa aja sih nugget direbus. Tapi ya jelas lebih enak nugget goreng dong ketimbang nugget rebus.

7. Sosis

Kalau kamu nggak sanggup lagi nahan laper tapi lokasi kamp yang direncanakan masih jauh, makan sosis aja. Sekarang udah ada beberapa merk sosis yang nggak perlu lagi dimasak sebelum dimakan.

Selain itu, harganya juga nggak berat buat di kantong—meskipun isinya cuma tiga. Tapi, ya, lumayan lah buat ganjel-ganjel perut.

Nah, kamu biasanya bawa bahan makanan yang mana nih, Sob?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

TelusuRI

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Related posts
Itinerary

Seharian di Semarang, Bisa Traveling ke mana Aja?

Itinerary

5 Jurus Jitu biar Nggak Stres pas Traveling

Itinerary

Berkenalan dengan "Dol," Alat Musik Tradisional dari Bengkulu

Itinerary

5 Tanda Kamu Sudah Terbiasa Traveling Sendirian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *